------
PEDOMAN KARYA
Kamis, 16 Oktober 2025
Karyawan Unismuh
Makassar Nurul Hidayat Peroleh Sertifikat Kompetensi Pustakawan
Nurul Hidayat,
salah seorang karyawan tenaga kependidikan (tendik) Universitas Muhammadiyah
(Unismuh) Makassar berhasil mendapatkan Sertifikat Pustakawan.
Perempuan
kelahiran Wajo tahun 1992 memperoleh Sertifikat Pustakawan setelah mengikuti
tes uji kompetensi yang diadakan oleh Lembaga Sertifikasi Pelatihan “Lintas
Kajima”, di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jawa Tengah, Semarang, 5-11
Oktober 2025.
“Alhamdulillah,
saya satu-satunya pustakawan yang lolos sertifikasi,” kata Yaya, sapaan akrab
Nurul Hidayat SIP MIP.
Yaya lulus
sertifikasi pustakawan dengan keahlian dalam bidang (a) bagaimana cara
mendeskripsikan bibliografis bahan pustaka, dan (b) bagaimana menentukan titik
akses kepengarangan.
Ia mengaku beruntung
karena dirinya mengikuti Program Sertifikasi Kompetensi Pustawakan atas biaya
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) RI.
“Saya beruntung
karena saya ikut program sertifikasi kompetensi atas biaya Dikti, sedangkan
peserta lain yang keseluruhannya berjumlah 516 orang dengan berbagai bidang
kompetensi, umumnya atas biaya sendiri,” ungkap Yayat.
Program
Sertifikasi Kompetensi yang diadakan oleh Lembaga Sertifikasi Pelatihan “Lintas
Kajima” dilakukan dalam tiga tahap seleksi. Seleksi tahap pertama diikuti kurang
lebih 4.500 orang, kemudian berguguran pada tahap berikutnya, dan pada seleksi tahap
ketiga hanya tersisa 516 orang, termasuk Nurul Hidayat.
Para peserta
berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, termasuk dari perguruan tinggi
negeri dan perguruan tinggi swasta se-Indonesia.
“Dari keseluruhan
utusan perguruan tinggi dan lainnya, hanya saya yang lolos ke tahap ketiga dalam
bidang kompetensi pustakawan. Banyak yang ikut tes kompetensi pustakawan, termasuk
banyak juga yang berstatus ASN, tapi hanya saya sendiri yang lolos, ,” papar
Yaya.
Ia mengaku menggunakan biaya pribadi untuk
berangkat ke Semarang dan juga mendapat tambahan uang transport sebesar Rp500
ribu dari kampus dan Rp500 ribu dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Unismuh
Makassar.
“Biayanya sebenarnya ditanggung Dikti tapi
kita disuruh menggunakan biaya sendiri dulu dan nanti diklaim untuk digantikan.
Total biaya yang saya keluarkan sebesar Rp16 juta, mulai dari tiket pesawat
pergi pulang, transport lokal, dan biaya yang dibayarkan ke LSP Lintas Kajima.
Untung ada uang yang sudah lama saya kumpulkan untuk beli motor, jadi itumi
yang saya pakai dulu, karena digantiji nanti,” tutur Yaya.
Nurul Hidayat yang kelahiran Bontang,
Kepualaun Riau, mulai bekerja di Unismuh Makassar dan ditempatkan di
Perpustakaan Pusat Unismuh Makassar pada 15 November 2015.
Yaya adalah sarjana (S1) Ilmu Perpustakaan dari UIN Alauddin Makassar dan juga magister (S2) Perpustakaan dan Informasi Islam dari UIN Alauddin. (asnawin)
