------
Kamis, 25 Desember 2025
Tim EMT Unismuh
Makassar Layani Ratusan Warga Aceh Tamiang Terdampak Bencana
ACEH TAMIANG,
(PEDOMAN KARYA). Akses layanan kesehatan di Kabupaten
Aceh Tamiang, Provinsi Banda Aceh, belum sepenuhnya pulih pascabanjir dan
longsor.
Guna membantu
masyarakat terdampak bencana, Tim Emergency Medical Team (EMT) Universitas
Muhammadiyah (Unismuh) Makassar membuka layanan kesehatan langsung di tengah
permukiman warga di Kampung Teluk Kepayang, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh
Tamiang, Selasa, 23 Desember 2025.
“Ada 156 pasien yang
kami layani di Aceh Tamiang,” kata Ketua Tim EMT Unismuh Makassar, dr. Muhammad
Ihsan Kitta SpOT, kepada wartawan.
Layanan dipusatkan
di Kantor Datok Penghulu Teluk Kepayang setelah tim berkoordinasi dengan Health
Emergency Operation Center (HEOC) dan Kepala Puskesmas Sungai Yu. Wilayah ini
dipilih karena banyak warga belum dapat mengakses Puskesmas maupun rumah sakit
akibat kondisi lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
“Selama ini banyak
warga mengalami gangguan kesehatan, tetapi belum bisa ke Puskesmas karena akses
dan keterbatasan layanan mobile. Karena itu, kami mendekatkan layanan langsung
ke masyarakat,” ujar Ihsan, Selasa (23/12).
Layanan EMT
Unismuh Makassar menjangkau warga dari tiga kampung, yakni Teluk Kepayang,
Teluk Kemiri, dan Teluk Halban. Berdasarkan data lapangan, Kampung Teluk
Kepayang dihuni sekitar 650 jiwa (186 kepala keluarga), dengan 141 rumah
mengalami kerusakan ringan hingga sedang akibat banjir .
Dalam satu hari
layanan, tim mencatat 156 pasien dari berbagai kelompok usia, mulai balita
hingga lanjut usia. Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) menjadi keluhan
terbanyak, disusul gangguan kulit, keluhan pencernaan ringan, serta penyakit
pascabanjir lainnya. Selain itu, tim juga memberikan dua layanan pemeriksaan
kehamilan bagi warga setempat .
Menurut Ihsan,
luasnya cakupan wilayah dan keterbatasan jaringan komunikasi menjadi tantangan
tersendiri dalam penyampaian informasi layanan kepada warga.
“Wilayahnya cukup
luas dan jaringan internet belum stabil. Karena itu, kami terus berkoordinasi
dengan Datok Penghulu dan perangkat kampung agar informasi layanan bisa
menjangkau warga di kampung sekitar,” kata Ihsan.
Selain pemeriksaan
dan pengobatan, EMT Unismuh Makassar juga melakukan penyuluhan kesehatan,
terutama terkait cuci tangan pakai sabun (CTPS) sebagai upaya pencegahan
penyakit pascabanjir. Tim turut membagikan 50 paket hygiene kit kepada keluarga
terdampak dan menyatakan distribusi akan dilanjutkan sesuai kebutuhan lapangan
.
Sebanyak 10 tenaga
kesehatan terlibat dalam operasi ini, terdiri atas dokter spesialis, dokter
umum, perawat, bidan, tenaga kefarmasian, serta mahasiswa profesi kedokteran.
Mereka bertugas secara bergilir menyesuaikan kebutuhan layanan di lapangan .
EMT Unismuh
Makassar dijadwalkan melanjutkan misi kemanusiaan di Aceh Tamiang hingga 30
Desember 2025, dengan fokus pada layanan kesehatan dasar, pelayanan jemput
bola, serta pemenuhan kebutuhan obat-obatan dan perlengkapan kebersihan bagi
warga terdampak bencana. (asnawin)
