Cinta Kebersihan dari Masjid Kirasa Menggema di Pantai Merpati Bulukumba

Ketua IKA SMPN 2 Bulukumba, Andi Edy Manaf (ketiga dari kanan, memegang pelantang), memberikan sambutan pada penyerahan hadiah Fun Walk For Unity 2026, di Pantai Merpati Bulukumba, Ahad, 25 Januari 2026. (ist)   

 

-----

PEDOMAN KARYA 

Ahad, 25 Januari 2026

 

Cinta Kebersihan dari Masjid Kirasa Menggema di Pantai Merpati Bulukumba

 

Ahad pagi, 25 Januari 2026, Pantai Merpati Bulukumba mulai ramai oleh langkah-langkah ceria peserta Fun Walk For Unity 2026. Di antara riuh tawa, kaus seragam, dan derap sepatu olahraga, ada pemandangan lain yang luput dari sorak-sorai. Sekelompok anak memunguti sampah, satu per satu, dengan tangan kecil mereka.

Mereka bukan peserta jalan santai. Mereka datang tanpa nomor undian, tanpa kupon hadiah. Anak-anak panti asuhan itu hadir bersama pengurus Masjid 5M Kirasa, Kecamatan Gantarang, dengan satu niat sederhana, membersihkan pantai.

Beranjak dari kecintaan pada kebersihan, seorang marbot masjid mengajak anak-anak itu keluar dari rutinitas panti. Baginya, kebersihan bukan sekadar anjuran, melainkan bagian dari iman yang harus diajarkan dengan teladan, bukan hanya dengan kata-kata.

“Saya marbot masjid, dan saya cinta kebersihan. Maka saya ajak anak-anak ini untuk bersih-bersih,” tutur marbot tersebut polos, tanpa pretensi apa pun.

Aksi kecil itu rupanya tak luput dari perhatian para alumni SMP Negeri 2 Bulukumba yang pagi itu menggelar kegiatan silaturahmi.

Ketua IKA SMPN 2 Bulukumba, Andi Edy Manaf, mengaku tergerak saat melihat anak-anak panti asuhan tersebut dengan tekun memunguti sampah di kawasan Pantai Merpati.

Di tengah kemeriahan fun walk yang diikuti ratusan peserta, aksi sunyi itulah yang justru paling lantang berbicara.

Mesin cuci yang semula disiapkan sebagai hadiah utama fun walk akhirnya tak lagi menunggu undian. Hadiah itu dialihkan. Bukan karena aturan, melainkan karena nurani. Setelah berkoordinasi dengan panitia dan mendapatkan persetujuan peserta, keputusan diambil secara kolektif.

“Pemberian ini mungkin lebih dibutuhkan oleh mereka daripada kita-kita ini,” ujar Andi Edy Manaf yang tak lain Wakil Bupati Bulukumba.

Tak ada keberatan. Tak ada protes. Yang ada justru rasa lega, seolah hadiah itu memang menemukan pemiliknya yang tepat.

Bagi anak-anak panti asuhan, hadiah tersebut bukan sekadar mesin cuci. Ia adalah pengakuan, bahwa perbuatan baik, sekecil apa pun, tak pernah benar-benar sia-sia. Sementara bagi para alumni, keputusan itu menjadi penegas bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial adalah inti dari pertemuan mereka.

Di Pantai Merpati pagi itu, cinta kebersihan yang berangkat dari Masjid Kirasa menjelma gema kebaikan. Ia melampaui panggung, melewati garis start dan finis, lalu menetap sebagai cerita tentang ketulusan, pendidikan karakter, dan solidaritas manusia.

Sekadar diketahui, Fun Walk For Unity 2026 merupakan bagian dari agenda silaturahmi Ikatan Keluarga Alumni SMP Negeri 2 Bulukumba yang rutin digelar. Namun kali ini, kegiatan itu meninggalkan jejak yang lebih dalam. Bukan hanya di pasir pantai, melainkan juga di hati banyak orang. (asnawin)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama