-----
Rabu, 14 Januari 2026
Jamaluddin Jompa
Terpilih Kembali Sebagai Rektor Unhas
Mendiktisaintek, Gubernur Sulsel, dan
Ketua IKA Unhas Tidak Hadir
JAKARTA, (PEDOMAN KARYA).
Prof Jamaluddin Jompa terpilih kembali sebagai Rektor Universitas Hasanuddin
(Unhas). Prof JJ, sapaan akrab Prof Jamaluddin Jompa, telah menyelesaikan tugas
sebagai Rektor Unhas Periode 2022-2026, dan akan kembali menjabat Rektor Unhas
Periode 2026-2030.
Jamaluddin Jompa terpilih sebagai Rektor
Unhas dalam Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Pemilihan Rektor Unhas
Periode 2026–2030, di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan
Gambir, Jakarta Pusat, Rabu, 14 Januari 2026.
Berdasarkan pemungutan suara yang
dilakukan secara terbuka dan disiarkan langung melalui kanal Youtube Unhas TV,
Prof Jamaluddin Jompa, memperoleh dukungan 23 suara, Prof. dr. Budu, Ph.D,
Sp.M(K), M.MedEd, mendapatkan dukungan 1 suara, sedangkan Prof. Dr. Sukardi
Weda, SS., M.Hum., M.Pd., M.Si., MM., M.Sos.I, MA, tidak mendapatkan dukungan
suara alias 0 suara.
Rektor dipilih oleh Majelis Wali Amanat
(MWA) dengan komposisi suara terdiri atas 16 orang anggota yang memiliki hak
suara, termasuk bagian suara dari Mendiktisaintek, dan tokoh masyarakat. Dalam
struktur pemilihan tersebut, suara Mendiktisaintek sebesar 35% dari total
suara, atau 9 suara.
Usai terpilih, Jamaluddin Jompa menyampaikan
terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Dirinya menegaskan, keberhasilan
ini bukan semata-mata kemenangan individu, melainkan kemenangan bagi seluruh
sivitas akademika Unhas.
Menurutnya, setiap anggota keluarga besar
Unhas, melalui perannya masing-masing di unit kerja, telah memberikan
sumbangsih yang berarti.
Prof. JJ mengajak seluruh sivitas
akademika untuk melanjutkan kebersamaan dalam mengawal Unhas. Dengan berbagai
capaian yang telah diraih, semangat kerja sama dan dedikasi harus terus
dipertahankan, sehingga kemajuan unhas tidak mengalami surut, tetapi terus
berkembang menuju prestasi yang lebih tinggi.
“Dengan selesainya proses pemilihan ini,
maka saya mengajak kita semua untuk memulai langkah bersama-sama. Jika selama
proses ini ada hal kurang berkenan, saya terlebih dahulu meminta maaf,” kata
Prof. JJ.
Menteri, Gubernur, dan Ketua IKA Tidak
Hadir
Dalam Pemilihan Rektor tersebut, beberapa tokoh
kunci justru tidak hadir secara langsung, yaitu tiga anggota ex-officio MWA
Unhas.
Ketiganya adalah Menteri Pendidikan
Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendikti Saintek) Prof Brian Yuliarto, Gubernur
Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, serta Ketua Ikatan Keluarga Alumni
(IKA) Unhas Andi Amran Sulaiman.
Meskipun begitu, mereka bertiga tetap
diwakili oleh pejabat yang ditunjuk. Mendiktisaintek Prof Brian Yuliarto
diwakili oleh Wamen Prof Dr Fauzan, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman
diwakili Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel Andi Winarno Eka Putra,
sedangkan Ketua IKA Unhas Andi Amran Sulaiman diwakili Ketua Harian I Dr
Sukriansyah S Latief.
Kepala Bidang Humas Kantor Sekretariat
Rektor Unhas, sekaligus Panitia Pilrek, Dr Ishaq Rahman, mengatakan, ketidakhadiran
sejumlah anggota ex-officio tidak memengaruhi legitimasi pemilihan, karena suara
ex-officio melekat pada institusi, bukan pada individu yang menjabat.
“Untuk ex-officio itu bukan suara pribadi,
tapi suara institusi. Jadi tetap sah dan diwakilkan,” ujar Ishaq Rahman. (asnawin)

