Jelang Ramadhan

Aku ke kamar mandi, menunduk memeriksa dompet yang tak pernah pandai berdusta. Sebilah kenyataan terselip di sana: selembar lima puluh ribuan. (int)

 

----

PEDOMAN KARYA

Senin, 12 Januari 2026

 

PUISI

 

Jelang Ramadhan

                

Karya: Asnawin Aminuddin

 

Seorang kawan

terbaring lemah di ranjang rumah sakit.

Wajahnya mengecil oleh sakit,

nyaris tak kukenal.

Aku duduk di sampingnya,

menyimpan sedih di dada—

air mataku

nyaris tumpah.

 

Di rumah,

istriku menanti.

Senyumnya menyambut kepulanganku,

pelukannya menghangatkan letih.

Di antara bahu dan doa yang tak terucap,

air mataku

nyaris tumpah.

 

Dengan suara pelan

ia mengingatkanku:

malam ini

malam pertama Ramadhan.

Ia ingin kuantar keluar,

menyambut bulan suci

dengan cahaya etalase dan harapan sederhana.

Air mataku

nyaris tumpah.

 

Ia berganti pakaian.

Aku ke kamar mandi,

menunduk memeriksa dompet

yang tak pernah pandai berdusta.

Sebilah kenyataan terselip di sana:

selembar lima puluh ribuan.

Dan di ambang wudhu yang tertunda,

air mataku

nyaris tumpah.

 

Makassar, 12 September 2007 / Gowa, 12 Januari 2026

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama