Mantan Balon Rektor Unhas Marhaen Hardjo Dikukuhkan Guru Besar Fakultas Kedokteran

Marhaen Hardjo (berdiri di depan keempat dari kiri) dan tiga guru besar lainnya foto bersama Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa (paling kiri) pada acara Acara Pengukuhan Guru Besar di Ruang Senat Akademik Unhas, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa, 20 Januari 2026. (Foto: Humas Unhas)    

 

-----

Rabu, 21 Januari 2026


 

Mantan Balon Rektor Unhas Marhaen Hardjo Dikukuhkan Guru Besar Fakultas Kedokteran

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Mantan bakal calon Rektor Universitas Hasanuddin, Marhaen Hardjo, dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Biokimia Gastro-Entero Hepatologi, Fakultas Kedokteran, dalam Rapat Paripurna Senat Akademik Terbatas, di Ruang Senat Akademik Unhas, Lantai 2 Gedung Rektorat, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa, 20 Januari 2026.

Prof. dr. Marhaen Hardjo, M.Biomed, Ph.D, dikukuhkan bersama tiga dosen Unhas lainnya yakni Prof. dr. Uleng Bahrun, Sp.PK., SubSp.I.K. (K)., Ph.D (Guru Besar Bidang Imunologi, Fakultas Kedokteran), Prof. Dr. dr. Deviana Soraya Riu, Sp.OG., Subsp. KFM, MHPE (Guru Besar Bidang Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran), dan Prof. Ir. Yusri Syam Akil, S.T., M.T., Ph.D (Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Energi, Fakultas Teknik).

Proses pengukuhan dihadiri Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, Ketua, Sekretaris, dan Anggota Majelis Wali Amanat, Senat Akademik, Dewan Profesor, tamu undangan, serta keluarga besar dari para profesor yang dikukuhkan.

Rektor Unhas Jamaluddin Jompa, mengatakan, beragam latar keilmuan para guru besar di Unhas menjadi pondasi penting dalam menjawab tantangan masa depan.

“Kompleksitas permasalahan global saat ini membutuhkan perspektif multidisiplin yang saling melengkapi,” kata Prof JJ, sapaan akrab Prof Jamaluddin Jompa.

Ia berharap seluruh sivitas akademika dapat terus mendorong tumbuhnya semangat belajar lintas bidang, keterbukaan terhadap gagasan baru, serta kolaborasi antardisiplin ilmu sebagai kekuatan utama dalam pengembangan akademik dan riset.

“Kita akan menyelenggarakan Nobel Laureate Lecture, sebagai wujud nyata komitmen Unhas dalam berkontribusi pada pengembangan sains dan teknologi. Melalui forum-forum ilmiah tersebut, Unhas tidak hanya berperan sebagai pengguna pengetahuan, tetapi juga menjadi trend setter dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” kata Prof JJ.

Ia juga menekankan pentingnya Thematic Research Group (TRG), termasuk dalam bidang kedokteran dan kesehatan. TRG Unhas menghadirkan mekanisme pendanaan riset yang berkelanjutan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan penelitian unggulan.

Skema pendanaan ini diharapkan mampu mendorong para peneliti untuk fokus pada pengembangan inovasi, memperluas jejaring kolaborasi, serta menghasilkan riset yang berdampak luas.

“Dengan sinergi yang kuat, kita optimis Unhas dapat terus berkontribusi signifikan dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Prof JJ.

Di akhir sambutannya, Prof JJ berharap para guru besar Unhas dapat terus menjadi motor penggerak perubahan, serta menjadi teladan dalam menjaga kualitas akademik dan integritas ilmiah. (kia)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama