------
PEDOMAN KARYA
Rabu, 21 Januari 2026
Menang Melawan
Mendung
Cuaca pagi ini sebenarnya kurang
bersahabat. Langit mendung, seolah memberi tanda bahwa hujan bisa turun kapan
saja. Maklum, masih musim hujan. Hampir setiap hari air turun dari langit,
membuat kesempatan berolahraga di ruang terbuka menjadi sesuatu yang langka.
Istri sempat menyarankan agar saya tidak
usah pergi berolahraga. Kekhawatirannya masuk akal. Hujan bisa datang
tiba-tiba. Namun keinginan untuk berolahraga terasa begitu menggoda.
Ada hasrat untuk membakar lemak,
menggerakkan tubuh, dan mengembalikan kebugaran yang sering terkendala cuaca
dan kesibukan.
Akhirnya saya tetap berangkat. Sesampainya
di lapangan, seperti biasa, saya memulai dengan melakukan gerakan peregangan
otot beberapa menit di luar lintasan. Setelah itu saya masuk ke lintasan lari,
bergabung dengan ratusan orang yang juga memanfaatkan kesempatan pagi itu.
Olahraga dimulai dengan berjalan cepat
tiga putaran, dilanjutkan berlari tiga putaran, lalu ditutup dengan berjalan
santai satu putaran. Usai dari lintasan, saya kembali melakukan pelemasan otot
dan menambahnya dengan push up sepuluh kali.
Mendung memang belum sepenuhnya pergi,
tetapi tubuh terasa jauh lebih segar. Badan benar-benar terasa sehat dan bugar.
Pagi ini saya belajar satu hal sederhana. Terkadang kita memang harus berani
melangkah, meski langit belum sepenuhnya cerah. (asnawin aminuddin)
