-----
PEDOMAN KARYA
Senin,
02 Maret 2026
Kultum Ramadhan:
Ramadhan adalah Bulan Anti-mager
Oleh: Furqan Mawardi
(Muballigh Akar Rumput)
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji
bagi Allah yang kembali mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan. Bulan penuh
rahmat, bulan penuh ampunan, dan bulan penuh kesempatan. Shalawat dan salam
semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ï·º, manusia paling produktif dalam ibadah
dan perjuangan, bahkan di saat beliau sedang berpuasa.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ada anggapan yang keliru tentang Ramadhan.
Seolah-olah Ramadhan adalah bulan untuk mengurangi aktivitas. Bulan untuk lebih
banyak tidur, bulan untuk bermalas-malasan karena alasan lapar dan haus.
Padahal Ramadhan bukan bulan “mager”
(Malas Gerak). Ramadhan adalah bulan bergerak dan berkarya. Puasa bukan alasan
untuk lemah, puasa memang menahan lapar dan dahaga, tetapi puasa tidak pernah
mengajarkan kita untuk berhenti berkarya.
Allah berfirman: “Dan katakanlah:
Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu…” (QS. At-Taubah: 105)
Ayat ini tidak berhenti berlaku saat
Ramadhan. Justru di bulan ini, amal dilipatgandakan. Setiap kebaikan bernilai
lebih. Kalau di bulan biasa saja pahala sudah besar,bagaimana mungkin di bulan
bonus pahala kita justru memperbanyak tidur tanpa tujuan?
Jamaah sekalian yangb berbahagia,
Kalimat yang sering kita dengar: “Lagi
puasa, capek”. “Lagi puasa, lemas”. “Lagi puasa, nanti saja.”
Padahal sejarah membuktikan sebaliknya. Bahwa
peristiwa besar seperti Perang Badar itu terjadi di bulan Ramadhan. Fathu
Makkah, penaklukan Kota Makkah, juga terjadi di bulan Ramadhan. Negeri kita
Indonesia memproklamirkan kemerdekann juga di bula ramadhan.
Artinya, generasi terbaik umat ini justru
menjadikan Ramadhan sebagai momentum energi ruhani untuk bergerak lebih kuat.
Lapar tidak melemahkan mereka. Dan haus tidak menghentikan langkah mereka untuk
terus bergerak dan berkarya. Karena yang menggerakkan mereka bukan sekadar
tenaga fisik, melainkan kekuatan iman. Energi iman mengalahkan lapar, haus, dan
letih.
Rasulullah ï·º bersabda: “Mukmin yang kuat
lebih Allah cintai daripada mukmin yang lemah.” (HR. Muslim)
Kuat bukan hanya fisik, tetapi kuat tekad,
kuat semangat, kuat produktivitas dalam kebaikan. Ramadhan melatih kita
disiplin. Bangun sahur tepat waktu, menjaga shalat lima waktu. Menahan diri
dari yang membatalkan. Jika kita mampu disiplin dalam makan dan minum, seharusnya
kita juga bisa disiplin dalam berkarya dan beribadah.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Yang paling kita takutkan bukanlah lapar
dan haus. Yang kita takutkan adalah Ramadhan berlalu tanpa perubahan. Rugi jika
kita hanya mendapatkan lapar, tanpa mendapatkan pahala. Rugi jika kita hanya
mengurangi aktivitas dunia, tetapi tidak menambah aktivitas akhirat. Ramadhan
adalah bulan panen pahala, dan petani yang baik tidak tidur di musim panen.
Saudaraku semua yang dimuliakan oleh
Allah,
Mari kita ubah mindset kita. Ramadhan
bukan bulan mager. Ramadhan adalah bulan bergerak lebih terarah. Kurangi tidur
yang tidak perlu, kurangi rebahan tanpa makna. Mari memperbanyak tilawah.,
memperbanyak sedekah, memperbanyak doa dan amal nyata.
Semoga Ramadhan kali ini menjadikan kita
pribadi yang lebih aktif dalam kebaikan, lebih produktif dalam ibadah, dan
lebih semangat dalam memperbaiki diri.
Ya Allah, jangan jadikan Ramadhan ini
berlalu sia-sia. Bangkitkan semangat kami untuk beramal.Jadikan lapar dan haus
kami sebagai energi untuk mendekat kepada-Mu. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
