------
Kamis, 02 April 2026
Dosen Unhas dan Warga Kompleks Menyatu
dalam Halal Bihalal
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sekitar
300 warga Kompleks Perumahan Dosen (Perdos) Universitas Hasanuddin Tamalanrea
bersatu padu dengan masyarakat dari kampung sekitarnya dalam perhelatan Halal
Bi Halal yang penuh keakraban di Grand Ballroom Unhas Hotel & Convention Kampus
Unhas Tamalanrea, Makassar, Rabu, 01 April 2026.
Mengusung tema besar: “Merajut
Silaturahmi, Mempererat Persaudaraan dan Menguatkan Kebersamaan”, acara dalam
rangka Idul Fitri 1447 Hijriah ini dibuka dengan sesi santap siang yang santai.
Suasana kian syahdu saat lantunan ayat
suci Al-Qur'an dan shalawat Nabi bergema merdu dari grup BKMT Unhas,
menyejukkan hati para hadirin yang datang.
Ketua Panitia, Hj Liestiaty Fachruddin, dalam
laporannya mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. Ia menyebutkan bahwa
setelah hampir dua tahun vakum dari kegiatan tatap muka yang melibatkan massa
besar, momen Halal Bi Halal tahun ini akhirnya menjadi pelepas rindu bagi
seluruh penghuni Perdos Unhas Tamalanrea.
“Pertemuan kali ini terasa sangat istimewa
karena pintu kami terbuka lebar tidak hanya untuk warga Perdos, tetapi juga
merangkul masyarakat kampung tetangga. Keberhasilan acara ini adalah buah manis
dari tangan dingin para donatur yang telah menyumbangkan dana hingga konsumsi
agar kita semua bisa duduk bersama di sini,” ungkap Liestiaty.
Rektor Unhas, Prof Jamaluddin Jompa, yang
hadir didampingi istrinya, memberikan apresiasi setinggi langit atas kerja
keras panitia. Baginya, inisiatif ini merupakan langkah konkret untuk merajut
kembali simpul-simpul kekeluargaan di antara warga akademik dan masyarakat
sekitar.
“Di tengah dinamika Perdos yang terkadang
diwarnai desas-desus atau prasangka kurang baik, saya mengajak kita semua untuk
menyudahinya. Sebagai penghuni rumah Blok AB3, saya sangat berharap kita
mengedepankan persatuan dan menjaga kerukunan di kompleks perumahan kita
sendiri,” ajak Prof JJ, sapaan akran Prof Jamaluddin Jompa.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa harmoni
harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni tetangga sebelah rumah hingga
penduduk kampung penyangga. Baginya, kedamaian yang sudah lama terpelihara di
Perdos Unhas harus menjadi standar emas atau role model bagi pemukiman lain di
seantero Makassar.
“Karena kita menyandang nama besar
Perumahan Dosen, maka keteladanan adalah sebuah keharusan. Untuk menjaga
kesinambungan persatuan ini, saya mengusulkan Ibu Liestiaty Fachruddin untuk
didaulat sebagai Ketua Paguyuban Warga Perdos Unhas Tamalanrea dan sekitarnya,”
ucapnya yang langsung disambut riuh tepuk tangan setuju dari seluruh hadirin.
Menutup arahannya, Prof JJ membawa angin
segar terkait komitmennya menuntaskan masalah sertifikat kepemilikan tanah di
Perdos.
Ia juga menitipkan pesan agar warga selalu
membuka diri dengan penduduk di wilayah perbatasan seperti Kampung Parang, Kampung
Tambassa, Kampung Wessabbe, hingga Kampung Kapasa, demi memperkuat jejaring
sosial yang lebih luas.
Setelah rangkaian sambutan formal, suasana
beralih menjadi lebih reflektif saat Ustadz H. Sulaiman Gosalam MSi,
menyampaikan ceramah agama. Materi yang dibawakannya menitikberatkan pada
pentingnya menjaga kedamaian dan menjadikan lingkungan tempat tinggal sebagai
oase kerukunan yang patut dicontoh oleh masyarakat luas.
Di penghujung acara, Wakil Ketua Panitia,
Nurfaidah Gagaring, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Kepada awak media, istri
dari Prof Gagaring Pagalung ini mengaku bangga melihat antusiasme yang luar
biasa, mengingat besarnya perhatian yang diberikan warga terhadap tradisi
silaturahmi ini.
“Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti
Rektor Unhas, mantan Gubernur Sulsel Prof. Nurdin Abdullah, hingga para begawan
kampus seperti Prof Basri Hasanuddin, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, dan Prof
Warsinggih menunjukkan betapa solidnya hubungan warga yang bermukim di Perdos
Unhas ini,” kata Nurfaidah. (jw)
