![]() |
| Gol kontroversial Geoff Hurst pada final Piala Dunia 1966. (int) |
-----
PEDOMAN KARYA
Selasa, 16 Juni 2026
Sejarah Piala Dunia Sepak Bola FIFA (8):
Inggris Juara Piala Dunia 1966 Lewat “Gol
Hantu”
Oleh: Asnawin Aminuddin
Piala Dunia FIFA 1966 adalah edisi ke-8
turnamen sepak bola Piala Dunia FIFA. Turnamen ini diselenggarakan di Inggris
pada tanggal 11 hingga 30 Juli 1966. Sebanyak 16 tim berpartisipasi pada
putaran final.
Pertandingan dilaksanakan pada 8 stadion
di Inggris. Sebelum pelaksanaan turnamen, trofi turnamen sempat dicuri, tetapi
berhasil ditemukan empat bulan sebelum pelaksanaan putaran final oleh seekor
anjing bernama Pickles.
Tuan rumah Inggris menjuarai turnamen ini
untuk pertama kalinya setelah menang atas Jerman Barat dengan skor 4–2 lewat perpanjangan
waktu pada pertandingan final di Stadion Wembley, London, yang disaksikan oleh
96.924 penonton.
Keberhasilan Inggris ini menjadikan negara
itu sebagai tim ke-5 yang menjuarai Piala Dunia, dan tuan rumah ketiga yang
menjuarai turnamen ini setelah Uruguay pada 1930, dan Italia pada 1934.
Portugal berada pada peringkat ketiga
setelah mengalahkan Uni Soviet dengan skor 2–1 dalam pertandingan perebutan
tempat ketiga di tempat yang sama. Pemain Portugal Eusébio menjadi pencetak gol
terbanyak sepanjang putaran final dengan 9 gol.
Piala Dunia FIFA 1966 menyebabkan beberapa
pertentangan tidak enak sebelum turnamen final penuh persaingan dimulai.
Sebanyak 16 negara Afrika diboikot dari
turnamen melawan sebuah pengaturan pada tahun 1964, yang mewajibkan tim
pemenang dari zona Afrika untuk melakukan pertandingan play-off melawan salah
satu dari pemenang dari zona Asia atau zona Oseania dalam perjalanan untuk
memangkan sebuah tempat di putaran final Piala Dunia FIFA.
Para anggota zona Afrika merasa bahwa
dengan memenangkan dari zona mereka (Afrika) seharusnya sudah cukup untuk
meloloskan tim dari Afrika ke putaran final.
Meskipun tim asal Afrika tidak hadir di
putaran final, di turnamen ini tercatat rekor baru dengan masuknya tim untuk
babak kualifikasi, dengan 70 negara mengambil bagian. Setelah semua
argumentasi, FIFA akhirnya memutuskan bahwa sebanyak 10 tim dari Eropa
terkualifkasi, 4 dari Amerika Selatan, 1 dari Asia, serta 1 dari Utara dan
Tengah Amerika.
Korea Utara Debut, Italia Tersingkir
Piala Dunia 1966 diikuti oleh sebanyak 16
tim. Sepuluh negara berasal dari Eropa, yakni Bulgaria, Inggris, Prancis,
Hungaria, Portugal, Uni Soviet, Spanyol, Swiss, Jerman, dan Italia.
Dari benua Amerika, terdapat Meksiko,
Argentina, Brasil, Chile, dan Uruguay. Korea Utara menjadi satu-satunya tim non
Eropa-Amerika. Piala Dunia 1966 menjadi debut Korut di ajang world cup.
Partisipasi Korea Utara sempat diragukan
banyak pihak lantaran wakil Asia ini tiba di benua biru dengan status sebagai
pendatang baru. Apalagi, Korut masuk di grup neraka (Grup 4) dan harus bersaing
dengan Italia (juara Piala Dunia 2 kali), Chile (peringkat 3 Piala Dunia 1962),
dan negara raksasa, Uni Soviet.
Kendati demikian, Timnas Korut yang
dilatih Myung Rye-hyun justru membalikkan prediksi banyak pihak. Pak Seung-zin
dan kawan-kawan membuat kejutan dengan menyingkirkan Italia dan Chile.
Korea Utara lolos ke fase gugur dengan
status runner-up Grup 4 di bawah Uni Soviet. Usai kalah 3-0 dari Uni Soviet,
Timnas Korut bangkit dengan menahan Chile 1-1 dan mempermalukan Italia 1-0.
Kontroversi Inggris vs Argentina
Torehan sejarah keberhasilan Inggris
memenangkan Piala Dunia 1966 hingga kini belum terulang. Inggris adalah negara
yang mengklaim diri sebagai penemu sepak bola.
Setelah tersingkir di perempat final Piala
Dunia 1962 oleh Brasil, Alf Ramsey mengambil alih kursi pelatih timnas Inggris.
Ia langsung membuat prediksi berani. Menurutnya, Inggris akan juara Piala Dunia
1966 di kandang sendiri.
Ramsey resmi menjabat sebagai pelatih
Inggris pada 1963, dan pernyataannya itu bukan tanpa risiko. Persaingan di
turnamen itu sangat ketat, dengan Brasil, Portugal, Jerman Barat, dan Uni
Soviet menjadi kandidat kuat.
Inggris memulai turnamen dengan hasil
imbang 0-0 melawan Uruguay, sebelum bangkit mengalahkan Meksiko dan Prancis
untuk lolos ke perempat final. Di babak delapan besar, mereka menghadapi
Argentina dalam laga yang penuh kontroversi.
Kapten Argentina, Antonio Rattin, diusir
dari lapangan oleh wasit Rudolf Kreitlein setelah berulang kali melakukan
protes. Geoff Hurst, yang menggantikan posisi Jimmy Greaves, mencetak gol lewat
sundulan dari umpan silang Martin Peters untuk membawa Inggris menang.
Ramsey menolak membiarkan para pemainnya
bertukar kaos dengan Argentina usai laga, dan menyebut lawan sebagai “binatang.”
Di semifinal, Inggris tampil dalam
penampilan terbaiknya sepanjang turnamen saat mengalahkan Portugal. Bobby
Charlton tampil cemerlang dalam laga semifinal tersebut. Legenda Manchester
United itu menjadi kekuatan utama yang membuat Portugal, termasuk Eusebio, tak
berdaya. Kemenangan itu membawa Inggris melangkah ke partai puncak melawan
Jerman Barat.
Kontroversi Gol Hantu Geoff Hurst
Final Piala Dunia 1966 mempertemukan
Jerman dengan Inggris. Kala itu, Jerman sudah masuk di daftar negara adidaya
sepakbola, sedangkan Inggris bahkan belum pernah lolos 4 besar pada edisi
sebelumnya.
Sebagai tuan rumah, Inggris juga sempat
dihantui tragedi Maracanazo, saat Brasil yang berstatus tuan rumah tumbang
dalam final Piala Dunia 1950 karena kalah dari Uruguay. Kekalahan itu amat
menyakitkan bagi publik Brasil hingga segenap bangsa seolah dilanda kemurungan.
Berkaca dari pengalaman tersebut, skuad
Inggris tidak ingin bernasib sama seperti Brasil. Bersama dengan sang arsitek
tim, Alf Ramsey, Bobby Moore dan kawan-kawan bertekad menjadi juara saat
menghadapi Jerman.
Di babak pertama, gawang kawalan Gordon
Banks sempat terkoyak lewat tembakan Helmut Haller. Tuan rumah lantas
menyamakan kedudukan melalui aksi Geoff Hurst. Kedua tim memasuki jeda turun
minum dengan kondisi imbang 1-1.
Inggris dan Jerman sama-sama mengalami
kebuntuan pada awal paruh kedua. Jelang berakhirnya waktu normal, kans tuan
rumah untuk memenangi laga akhirnya datang pada menit ke-78. Martin Peters
menjebol gawang yang dijaga oleh Hans Tilkowski dan skor berubah 2-1 untuk
keunggulan Inggris.
Akan tetapi, Jerman yang unggul dari segi
pengalaman lagi-lagi mampu menyamakan kedudukan. Hanya berjarak 1 menit sebelum
wasit membunyikan peluit panjang, Wolfgang Weber menciptakan gol hingga keadaan
menjadi imbang kembali: 2-2.
Laga dilanjutkan ke babak perpanjangan
waktu demi menentukan sang pemenang. Pada fase ini, Geoff Hurst kembali
melesakkan gol untuk Inggris pada menit ke-101.
Gol tersebut sempat menimbulkan
kontroversi lantaran bola dianggap belum sepenuhnya melewati garis gawang
Jerman. Setelah berkonsultasi dengan para asistennya, wasit Gottfriend Dienst
yang berasal dari Swiss memutuskan bahwa gol tersebut sah, sehingga Inggris
unggul 3-2.
Banyak pihak menilai gol Geoff Hurst tidak
sah karena bola belum melewati garis gawang. Maka itu muncul julukan “gol
hantu.”
Publikasi FIFA pada tahun 2020 lalu memuat
catatan bahwa gol tersebut juga menjadi satu dari 2 gol paling kontroversial
dalam sejarah final Piala Dunia. Pengesahan gol itu membuat nama Geoff Hurst
kini terpahat sebagai satu-satunya pemain yang mencetak hat-trick di final
piala dunia.
Jika melihat lagi rekaman video laga
Inggris vs Jerman di final Piala Dunia 1966, terlihat bola hasil tendangan
keras Geoff Hurst terbentur mistar, sebelum memantul tepat di atas sisi
belakang garis gawang Jerman.
Sekalipun “gol hantu” Geoff Hurst menjadi
kontroversi, keunggulan Inggris atas Jerman dalam laga final Piala Dunia 1966
jelas tidak terbantahkan. Sebab, Hurst sukses mencetak gol ketiganya pada menit
120' yang membuat Inggris unggul 4-2.
Hanya saja, kemenangan Inggris itu sempat
diwarnai perilaku buruk penonton. Mengutip laporan dari The Guardian, sejumlah
suporter Inggris menginvasi lapangan demi merayakan kemenangan The Three Lions
meski wasit belum mengakhiri pertandingan.
......
Referensi:
Piala
Dunia FIFA 1966; https://id.wikipedia.org/wiki/Piala_Dunia_FIFA_1966,
dikutip pada Selasa, 16 Juni 2026
Final
Piala Dunia FIFA 1966; https://id.wikipedia.org/wiki/Final_Piala_Dunia_FIFA_1966,
dikutip pada Selasa, 16 Juni 2026
Piala
Dunia 1966: Football is Coming Home, Inggris Juara; https://www.cnnindonesia.com/olahraga/20260522155706-142-1361300/piala-dunia-1966-football-is-coming-home-inggris-juara,
dikutip pada Selasa, 16 Juni 2026
Kilas
Balik Piala Dunia 1966: Kontroversi Inggris vs Jerman; https://tirto.id/kilas-balik-piala-dunia-1966-kontroversi-inggris-vs-jerman-gxjF,
dikutip pada Selasa, 16 Juni 2026
......
Pertandingan Paling Brutal di Piala Dunia 1962, Brasil Pertahankan Gelar Juara
