Mubes Masyarakat Takalar Dirangkaikan Peluncuran Al-Qur’an Bahasa Makassar dan Seminar Aksara Lontara

Panitia Mubes Permata foto bersama Bupati Takalar Mohammad Firdaus Dg. Manye (keempat dari kiri) saat audiensi di Ruang Kerja Bupati Takalar, Kamis, 04 Juni 2026. (ist)

 

-----

Jumat, 05 Juni 2026

 

Mubes Masyarakat Takalar Dirangkaikan Peluncuran Al-Qur’an Bahasa Makassar dan Seminar Aksara Lontara

 

TAKALAR, (PEDOMAN KARYA). Musyawarah Besar (Mubes) Persatuan Masyarakat Takalar (PERMATA) pada September 2026, akan diramaikan dengan Peluncuran Al-Qur’an dan Terjemahan Bahasa Makassar, serta Seminar Pelestarian Bahasa Makassar dan Aksara Lontara Makassar.

Rencana Mubes dan dua rangkaian kegiatan tersebut disampaikan Panitia Mubes Permata kepada Bupati Takalar Mohammad Firdaus Dg. Manye, saat audiensi di Ruang Kerja Bupati Takalar, Kamis, 04 Juni 2026.

Panitia Pelaksana Mubes Permata diketuai Bakri Liwang SPd MSi PhD, Sekretaris Ir Andi Suriakri, Bendahara Mardiana SE Daeng Ke’nang, Panitia Pengarah Prof Kembong Daeng, Ibrahim Pratama SE MSi Ak CA, Taufan Mallombasang SE MSi, serta Syamsu Salewangang SSi MSi.

Pada pertemuan itu panitia melaporkan kesiapan teknis pelaksanaan Mubes Permata dan juga meminta arahan serta dukungan langsung dari Pemerintah Kabupaten Takalar guna menyukseskan agenda besar organisasi paguyuban tersebut.

Bupati Takalar Firdaus Daeng Manye menyambut positif rencana pelaksanaan Mubes Permata dan menyampaikan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengawal roda pembangunan di daerah.

Bupati menyatakan bahwa pemerintah daerah selalu terbuka dan siap bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat.

“Kami berharap Mubes ini berlangsung sukses dan berhasil memilih kepengurusan baru ke depan, dan juga melahirkan program kerja yang dapat disinergikan dengan program strategis Pemerintah Kabupaten Takalar,” ujar Daeng Manye.

Ketua Panitia Mubes Bakri Liwang menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kesediaan Bupati menerima rombongan di tengah padatnya agenda pemerintahan.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Steering Committee (SC) Ibrahim Pratama, memaparkan garis besar agenda Mubes yang akan berfokus pada penguatan kelembagaan dari tingkat pengurus pusat hingga cabang-cabang warga Takalar, baik yang berdomisili di dalam maupun di luar Kabupaten Takalar.

Mubes ini juga akan melakukan penyelarasan program kerja organisasi dengan visi pembangunan daerah, yaitu “Takalar Maju dan Berdaya Saing Melalui Ekonomi Digital.”

Sebagai bagian dari rangkaian menuju Mubes, Permata akan mengawalinya dengan menggelar Seminar Pelestarian Bahasa Makassar dan Aksara Lontara Makassar.

Kegiatan pra-Mubes ini digelar sebagai respons atas semakin berkurangnya penggunaan bahasa Makassar serta minimnya pemahaman generasi muda terhadap aksara Lontara di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi.

Bakri Liwang menjelaskan bahwa seminar ini sengaja dirancang untuk menyentuh aspek paling mendasar dalam kehidupan masyarakat Takalar, yakni pelestarian identitas budaya sebagai bagian dari peradaban suku Makassar di Sulawesi Selatan.

“Musyawarah Besar Permata bukan semata-mata agenda organisasi untuk memilih pengurus baru. Lebih dari itu, organisasi ini harus hadir menjaga identitas daerah dan warisan budaya masyarakat Takalar. Seminar ini merupakan langkah nyata agar generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya,” tegas Bakri.

Seminar ini direncanakan diikuti oleh ratusan peserta dari kalangan pelajar SMA, mahasiswa, dan perwakilan organisasi kepemudaan di Kabupaten Takalar.

Pembahasan akan difokuskan pada strategi kreatif memperkenalkan kembali bahasa dan aksara daerah kepada generasi milenial dan Generasi Z melalui pemanfaatan teknologi digital, media sosial, hingga pengembangan konten edukatif.

Tidak hanya teori, seminar ini juga menghadirkan sesi praktik interaktif membaca dan menulis aksara Lontara Makassar lewat metode yang menyenangkan.

Sejumlah tokoh, akademisi, dan budayawan dijadwalkan hadir sebagai narasumber, di antaranya Prof Kembong Daeng (Guru Besar Universitas Negeri Makassar), Dr Azis Nojeng (Akademisi UNM dan praktisi seni budaya Makassar), serta Syamsu Salewangang SSi MSi (Akademisi dan budayawan Makassar)

Rencana seminar ini mendapat apresiasi luas dari pemerintah daerah karena sejalan dengan penguatan literasi budaya lokal dan pembangunan SDM yang unggul. PERMATA juga mendorong adanya dukungan regulasi dari Pemkab Takalar, baik berbentuk Peraturan Bupati maupun Peraturan Daerah, untuk memperkuat pelestarian budaya ini.

 

Al-Qur'an Terjemahan Bahasa Makassar

Puncak acara Mubes PERMATA pada September 2026 mendatang juga akan diwarnai oleh agenda monumental, yakni peluncuran Al-Qur’an terjemahan bahasa Makassar. Inovasi literasi keagamaan berbasis kearifan lokal ini merupakan karya dari Prof Kembong Daeng, tokoh akademisi asal Takalar.

Dalam momen audiensi di kantor Bupati, Prof Kembong Daeng menyerahkan langsung naskah dummy Al-Qur’an terjemahan tersebut kepada Bupati Daeng Manye. Langkah strategis ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat, khususnya generasi muda suku Makassar di Takalar, dalam memahami isi kandungan Al-Qur’an melalui bahasa ibu mereka.

Bupati Takalar menyatakan kebanggaannya atas peluncuran ini dan menilai karya tersebut sebagai sumbangsih besar bagi peradaban Islam serta kelestarian budaya lokal di Sulawesi Selatan.

“Ini adalah momentum sejarah yang luar biasa bagi kita semua. Kehadiran Al-Qur’an berbahasa Makassar tidak hanya memperteguh nilai-nilai religius masyarakat Takalar, tetapi juga menjadi benteng pertahanan budaya yang kokoh agar bahasa daerah kita tetap hidup dan mulia,” ungkap Daeng Manye, yang juga meneguhkan komitmennya untuk menyebarluaskan Al-Qur'an ini ke sekolah-sekolah di Kabupaten Takalar. (asnawin)

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama