![]() |
| Puluhan mahasiswa Unhas melakukan aksi unjukrasa di Gedung Rektorat Unhas, Kamis, 11 Juni 2026. Mereka menyoal Unhas yang mengelola SPPG Program Makan Bergizi Gratis. (int) |
-----
Senin, 15 Juni 2026
Unhas Bantah Ancam DO Mahasiswa Pengkritik
MBG
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Dalam beberapa hari terakhir, berkembang narasi disinformasi di sosial media
tentang sanksi drop out dan ancaman skorsing terhadap mahasiswa Unhas yang
mengkritik program prioritas pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Disinformasi dan hoax ini beredar di
berbagai akun sosial media. Dalam pantauan Tim Humas Unhas, beberapa akun
homeless media terlihat aktif melakukan sirkulasi informasi hoax ini.
Kemunculan isu hoax berawal dari aksi
unjuk rasa mahasiswa Unhas di Rektorat, pada Kamis, 11 Juni 2026. Aksi tersebut
berlangsung damai, meskipun diselingi tindakan kecil (yang masih dapat
ditoleransi) berupa rusaknya fasilitas kampus.
Pihak Unhas melalui Kepala Bidang Humas Kantor
Sekretariat Rektor Unhas, Ishaq Rahman, menerima mahasiswa dan memberikan
penjelasan atas sejumlah kritik dan pertanyaan publik.
Usai aksi mulai beredar informasi yang
menyebutkan bahwa sebanyak 28 mahasiswa Unhas mendapat sanksi drop out.
Sebagian lainnya menerima ancaman skorsing. Ada pihak-pihak yang memutarbalik
fakta, dan membangun narasi baru melalui proses information spinning, dimana
fakta-fakta yang tidak berkaitan dibuat seolah berhubungan.
“Secara faktual, tidak ada sanksi drop out
atau skorsing terhadap mahasiswa yang terlibat dalam aksi unjuk rasa penolakan
MBG,” tandas Ishaq Rahman, kepada wartawan Senin, 15 Juni 2026.
Unhas, katanya, bukanlah institusi yang
anti-kritik. Keterlibatan Unhas dalam program prioritas ini merupakan wujud
tanggung jawab sosial perguruan tinggi, berdasarkan paradigma Kampus Berdampak,
dan juga atas dasar pertimbangan akademik dan rasional.
Berbagai riset kesehatan di dalam dan luar
negeri menunjukkan bahwa pendekatan intervensi gizi jauh lebih berdampak pada
peningkatan kualitas sumber daya manusia dibandingkan investasi pada
infrastruktur pendidikan.
“Keterlibatan Unhas dalam pengelolaan
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diikuti dengan pendekatan baru. Langkah
ini merupakan kebijakan resmi, terbuka, dan dapat dikritisi. Kami berharap,
kritik yang membangun akan membuka ruang bagi perbaikan berkelanjutan,” ujar
Ishaq.
Mencermati perkembangan narasi di sosial
media pada Sabtu, 13 Jun 2026, pihak Unhas menghimbau kepada pihak-pihak yang
sengaja menyebarkan hoax dan fitnah di sosial media terkait sanksi drop out
bagi mahasiswa yang mengkritisi MBG agar segera menghentikan tindakannya.
“Hoax dan fitnah ini berpotensi merugikan
reputasi Unhas secara institusi, yang berdampak pada ribuan sivitas akademika
dan entitas terkait lainnya,” kata Ishaq.
SPPG Tamalanrea 14 Unhas
Sebagaimana diberitakan beberapa waktu
lalu, Unhas tercatat sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH)
pertama di Indonesia timur yang membuka Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
untuk Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Ini adalah SPPG pertama di kampus PTN-BH
di Indonesia timur. Saya kira Unhas selalu leading dalam hal tersebut,” kata
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Prof. Dadan Hindayana, pada Peresmian SPPG
Tamalanrea 14 Unhas, di Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Selasa, 28 April
2026.
SPPG Tamalanrea 14 Unhas yang merupakan
fasilitas dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) diresmikan oleh Kepala BGN Dadan
Hindayana bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi
(Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto.
Peresmian SPPG Tamalanrea 14 Unhas
dihadiri Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Tamsil
Linrung, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Rektor Unhas Prof Jamaluddin
Jompa, para rektor dan pimpinan PTN-BH se-Indonesia, Wakil Ketua DPRD Sulsel
Yasir Mahmud dan Rahman Pina, serta sejumlah undangan lainnya. (kia)
