-----
PEDOMAN KARYA
Selasa, 07 Juli 2026
Sejarah Piala Dunia Sepak Bola FIFA (12):
Piala Dunia 1982, Italia Juara, Paolo Rossi Top Skor dan Terbaik
Oleh: Asnawin Aminuddin
Piala Dunia FIFA 1982 adalah edisi ke-12
turnamen sepak bola Piala Dunia FIFA. Turnamen ini diselenggarakan di Spanyol
pada tanggal 13 Juni hingga 11 Juli 1982. Sebanyak 24 tim berpartisipasi pada
putaran final, yang merupakan penambahan peserta dari beberapa edisi sebelumnya
yang diikuti 16 tim.
Italia menjuarai turnamen ini setelah
menang atas Jerman Barat dengan skor 3–1 pada pertandingan final di Stadion
Santiago Bernabeu, Madrid.
Polandia berada pada peringkat ketiga
setelah mengalahkan Prancis dengan skor 3–2 dalam pertandingan perebutan tempat
ketiga di Stadion JosƩ Rico PƩrez, Alicante.
Pemain Italia Paolo Rossi menjadi pemain
terbaik sepanjang turnamen sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang
putaran final dengan 6 gol.
Edisi ke-12 Piala Dunia di Spanyol Tahun 1982
merupakan edisi Piala Dunia terakhir yang memakai format dua kali fase grup.
Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah,
Piala Dunia 1982 diikuti oleh 24 tim. Kebijakan baru itu sekaligus memperbesar
peluang bagi tim-tim asal Afrika, Asia, dan Oceania untuk ikut berlaga di
kompetisi empat tahunan tersebut.
Total tim peserta Piala Dunia 1982
tersebut terdiri dari 14 tim dari konfederasi Eropa, 6 tim dari daratan
Amerika, 1 tim dari Asia, 2 tim dari Afrika, serta 1 tim dari Oceania.
Ke-14 tim Eropa yaitu Austria, Belgia,
Cekoslowakia, Inggris, Prancis, Hungaria, Italia, Irlandia Utara, Polandia,
Skotlandia, Uni Soviet, Spanyol, Jerman Barat, dan Yugoslavia.
Enam kontestan dari daratan Amerika
meliputi Honduras, El Salvador, Argentina, Brasil, Chile, dan Peru.
Benua Asia diwakili oleh Timnas Kuwait,
Afrika mengirimkan Algeria dan Kamerun, sedangkan Selandia Baru menjadi
satu-satunya wakil dari wilayah Oceania. Piala Dunia edisi ke-12 tersebut
sekaligus menjadi panggung debut bagi keempat tim nasional itu.
Italia keluar sebagai juara setelah
mengalahkan Jerman Barat di partai final dengan skor 3-1 dan mencatatkan diri
sebagai negara kedua yang merebut Juara Piala Dunia sebanyak tiga kali, menyamai
rekor Brasil.
Timnas Italia datang ke Spanyol untuk
menyambut Piala Dunia 1982 di tengah situasi sepak bola nasional yang lesu luar
biasa. Dua tahun sebelum Piala Dunia 1982 digelar, tepatnya pada 23 Maret 1980,
publik Italia digemparkan dengan tereksposnya skandal pengaturan skor di Serie
A dan Serie B.
Buntut dari perilaku lancung tersebut,
sebanyak 7 klub Serie A dan Serie B mendapatkan sanksi. Dua presiden klub,
Felice Colombo (AC Milan) dan Tommaso Fabretti (Bologna), juga mendapat sanksi
larangan berkecimpung di dunia sepak bola.
Sanksi tidak hanya menyeret para petinggi
klub. Sebanyak 19 pemain dari berbagai klub di Italia juga dihukum larangan
bermain dengan durasi berbeda-beda, mulai dari 3 bulan hingga 6 tahun lamanya.
Paolo Rossi, pemain paling bersinar di
Piala Dunia 1982, menjadi 1 dari 19 pemain yang kena sanksi. Paolo dihukum
larangan bermain selama 2 tahun.
Sejak tereksposnya skandal tersebut, wajah
sepak bola Italia menjadi lesu. Kepercayaan publik terhadap persaingan sepak
bola di Negeri Pizza berada di ujung tanduk. Bahkan, ketika pelatih Enzo
Bearzot membawa 22 pemain pilihannya ke Spanyol dua tahun berselang, publik dan
pers Italia menanggapinya dengan skeptis dan sinis.
Bagaimana tidak, Bearzot membawa penjaga
gawang berusia 40, Dino Zoff, dan bahkan menjadikannya sebagai kiper utama.
Publik Italia menilai bahwa era keemasan kiper ikonik tersebut telah habis
dimakan usia.
Bearzot juga secara mengejutkan memasukkan
nama Paolo Rossi dalam skuad yang ia bawa ke Spanyol. Saat itu, Paolo baru saja
menyelesaikan masa skorsing setelah terlibat skandal judi. Saat namanya
dipanggil ke skuad Timnas Italia, Paolo baru bermain beberapa bulan saja di
liga domestik bersama Juventus.
Enzo Bearzot memang sudah sejak lama
memasukkan Paolo Rossi dalam skema permainan di kepalanya. Dalam wawancaranya
untuk film Becoming Champions (2018), Paolo Rossi membeberkan ingatannya akan
Bearzot.
“Bearzot sangat fundamental buat saya
karena di masa hukuman, dia sering menelpon dan berkata, 'Paolino, teruslah
berlatih, bersiaplah. Tetap tenang',” ungkap Paolo Rossi.
Enzo Bearzot Memboikot Pers
Kapasitas utama Enzo Bearzot, selain
meramu taktik, adalah menjaga semangat pemain-pemain yang dia asuh. Kemampuan
itu ditunjukkan Bearzot melalui aksi silenzio stampa.
Silenzio stampa merupakan aksi boikot yang
dilakukan Bearzot kepada pers Italia. Ia menolak segala rupa wawancara selama
kompetisi empat tahunan tersebut. Pemboikotan itu dilakukan setelah media
Italia secara masif memberikan tanggapan miring kepada Timnas Italia di Piala
Dunia 1982.
Tanggapan sinis publik Italia terhadap
pemanggilan Paolo Rossi dan Dino Zoff diperparah dengan performa buruk Italia
di fase grup pertama Piala Dunia 1982.
Bergabung bersama Kamerun, Polandia, dan
Peru di Grup 1, Italia tak pernah sekalipun mencatatkan kemenangan. Beruntung,
Italia berhasil lolos ke fase berikutnya berkat 3 hasil imbang dari 3
pertandingan.
Performa minor tersebut membuat Gli
Azzurri menjadi bulan-bulanan publik dan pers Italia kala itu. Sinisme dan rasa
skeptis kian meruncing.
Di tengah sinisme tersebut, pers Italia
membuat gosip skandal hubungan homoseksual antara Paolo Rossi dan Antonia
Cabrini. Pernyataan itu akhirnya dibantah.
Kesal dengan hal itu, Bearzot memutuskan
untuk memboikot seluruh ajakan wawancara dari media Italia. Langkah itu
ternyata jitu buat Gli Azzurri . Mengasingkan diri dari pemberitaan membuat
mental anak asuh Bearzot membaik. Naiknya moral tim, praktis membuat kualitas
permainan Timnas Italia ikut terkatrol naik.
Piala Dunia 1982 membuat nama Paolo Rossi
berbalik 180 derajat. Dari yang tadinya penjahat pengaturan skor menjadi
pahlawan sepak bola Italia.
Silenzio stampa yang dilakukan Timnas
Italia berdampak positif pada penampilan Paolo Rossi. Ia menjelma menjadi
striker berbahaya di babak selanjutnya.
Di fase grup kedua, Timnas Italia
tergabung dalam grup C bersama dua raksasa Amerika Latin, Brasil dan Argentina.
Hasil drawing tersebut ditanggapi kecut oleh publik Italia. Gli Azzurri mereka
anggap tak punya kesempatan menang melawan Brasil dan Argentina.
Namun, Paolo Rossi membungkam sinisme
publik tanah airnya sendiri. Paolo tampil luar biasa ketika timnya mengalahkan
Brasil dengan skor 3-2. Dalam laga tersebut, Paolo Rossi mencetak hattrick.
Kemenangan atas Brasil membuat Italia
melaju ke semifinal Piala Dunia 1982 dengan status juara grup usai menyapu
bersih seluruh pertandingan grup C dengan kemenangan.
Setelah trigol ke gawang Selecao,
ketajaman Paolo Rossi tak terbendung. Ia memborong 2 gol dalam kemenangan 2-0
Gli Azzurri atas Polandia. Kemenangan tersebut membawa Italia ke partai puncak
Piala Dunia 1982.
Magis Paolo Rossi tak berhenti sampai di
situ. Ia kembali mencatatkan namanya di papan skor ketika Italia mengalahkan
Jerman Barat dengan skor 3-1 di laga final. Kemenangan tersebut sekaligus
mengantarkan Gli Azzurri meraih gelar Piala Dunia ketiga, menyamai rekor Brasil
kala itu.
Paolo Rossi dan rekan satu timnya, yang
awalnya dicaci publik tanah airnya sendiri, kini diingat publik Italia sebagai
pahlawan sepak bola dari Negeri Pizza.
Selain sebagai tok skor dengan 6 gol,
Rossi juga ditetapkan sebagai pemain terbaik Piala Dunia 1982. Dalam daftar top
skor, Rossi berada di urutan pertama denga 6 gol , disusul Karl-Heinz
Rummenigge (Jerman Barat) dengan 5 gol, dan Zico (Brasil) bersama Sbigniew
Boniek (Polandia) di urutan ketiga dengan 4 gol. (bersambung)
-----
Referensi:
Piala
Dunia FIFA 1982; https://id.wikipedia.org/wiki/Piala_Dunia_FIFA_1982;
dikutip pada Selasa, 07 Juli 2026
Kilas
Balik Piala Dunia 1982: Italia Juara & Tuah Paolo Rossi; https://tirto.id/kilas-balik-piala-dunia-1982-italia-juara-tuah-paolo-rossi-gxxU;
dikutip pada Selasa, 07 Juli 2026
-----
Artikel sebelumnya: Mario Kempes Bawa Argentina Juarai Piala Dunia 1978
