------
PEDOMAN KARYA
Jumat, 11 September 2026
Obrolan Daeng
Tompo’ dan Daeng Nappa’:
Di Mana Ada SPBU, Di
Situ Ada Kemacetan
“Dulu ada peribahasa, di mana ada
kemauan, di situ ada jalan,” kata Daeng Tompo’ kepada Daeng Nappa’ saat ngopi malam
di teras rumah Daeng Tompo’.
“Sekarang?” potong timpal Daeng
Nappa’.
“Sekarang bisa diubah,” kata Daeng
Tompo’.
“Bagaimana perubahannya?” tanya Daeng
Nappa’.
“Di mana ada SPBU (Stadiun
Pengisian Bahan Bakar Umum), di situ ada kemacetan,” jawab Daeng Tompo’.
“Kenapaki’ bilang begitu?” tanya
Daeng Nappa’.
“Lihatmi sekarang. Sekarang bensin
jadi barang mahal. Orang antri beli bensin di SPBU. Antriannya panjang dan lama.
Akhirnya terjadi kemacetan. Tidak ada SPBU yang sepi. Semua ramai. Orang rela
antri sampai satu dua jam hanya untuk beli bensin. Pertalite habis, orang terpaksa
beli Pertamax. Malah sekarang Pertamini juga sudah banyak yang tutup. Hampir
semua Pertamini menggantung tulisan, HABIS. Kalau ada Pertamini yang jual
bensin, harganya biasanya sudah dinaikkan, tapi orang tetap antri untuk beli,
karena tidak adami pilihan,” tutur Daeng Tompo’.
“Iye’, betul. Pertanyaannya, kenapa
sampai begitu? Apakah BBM langka? Apakah pemerintah membatasi penjualan BBM?
Apakah ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menahan atau menimbun BBM?” tanya Daeng
Nappa’.
“Itumi pertanyaannya. Ada apa
sebenarnya ini,” ujar kata Daeng Tompo’. (asnawin)
Jumat, 11 September 2026
