iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » Reuni 212


Pedoman Karya 5:24 PM 0


Momen Aksi Bela Islam 212 tahun 2016 itulah yang diperingati dua tahun berturut-turut dengan nama Reuni 212. Tentu saja banyak dan beragam komentar orang tentang Reuni 212. Salah satu komentar yang banyak menyita perhatian yaitu komentar yang mengatakan Reuni 212 adalah Reuni Akal Sehat.



-------

PEDOMAN KARYA
Rabu, 02 Januari 2019


TAJUK:


Reuni 212


Pernahkah terbayang di pikiran kita, jutaan orang berkumpul di sebuah kota tanpa peringatan apa-apa, tanpa adanya keributan, kemudian bubar dengan tertib dan bekas tempat berkumpul bersih dari sampah-sampah yang biasanya berserakan?

Yang tidak terbayangkan itu ternyata terjadi dan bahkan sudah tiga tahun berturut-turut terjadi. Ya, itulah yang terjadi di sekitar Monumen Nasional (Monas) Jakarta.
Kejadian pertama pada 02 Desember 2016.

Jutaan orang dari berbagai pelosok Tanah Air berbondong-bondong ke Jakarta guna menghadiri pertemuan besar yang diberi nama Aksi Bela Islam. Presiden Jokowi pun hadir pada pertemuan pertama itu.

Bukan hanya di Jakarta, di sejumlah kota besar pun diadakan aksi serupa. Maka jumlah orang yang berunjukrasa pada Aksi Bela Islam 212 pertama tanggal 02 Desember 2016, sulit diprediksi, karena gerakannya begitu masif di beberapa kota.

Satu tahun kemudian, tepatnya pada 02 Desember 2017, diadakanlah Reuni 212, dan dipusatkan di Monas Jakarta dan sekitarnya. Jumlah orang yang berkumpul diperkirakan sekitar tujuh juta orang.

Dan tahun 2018 ini, kembali diadakan reuni dengan nama Reuni 212. Jumlah orang yang hadir diperkirakan mencapai sekitar delapan juta orang.

Pertanyaannya, apa yang memicu terjadinya aksi tersebut dan mengapa begitu banyak orang yang mau datang berkumpul di satu titik seperti itu? Bukankah itu buang-buang waktu dan biaya?

Aksi tersebut dipicu pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok selaku Gubernur DKI Jakarta, yang dianggap menistakan Al-qur’an dengan merujuk pada Surah Al-Maidah, ayat 51, saat melakukan kunjungan kerja ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016.

Serangkaian aksi kemudian digelar dan puncaknya terjadi pada 02 Desember 2016. Dampak aksi tersebut sungguh luar biasa, karena Ahok yang berpasangan dengan Djarot Saiful Hidayat, akhirnya kalah dari Anies Baswedan yang berpasangan dengan Sandiaga Uno pada Pilgub DKI Jakarta. Setelah kalah, Ahok kemudian juga masuk penjara.

Momen Aksi Bela Islam 212 tahun 2016 itulah yang diperingati dua tahun berturut-turut dengan nama Reuni 212. Tentu saja banyak dan beragam komentar orang tentang Reuni 212. Salah satu komentar yang banyak menyita perhatian yaitu komentar yang mengatakan Reuni 212 adalah Reuni Akal Sehat.

Semoga akal kita juga sehat menerima kenyataan betapa tulus dan ikhlasnya jutaan orang berkumpul di Jakarta guna menghadiri Reuni 212.

------
Keterangan:
- Tajuk atau editorial ini termuat pada halaman 4, Majalah PEDOMAN KARYA, edisi Desember 2018

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply