iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » » PAUD Panrita Takalar Undang BKKBN Beri Penyuluhan Kepada Masyarakat


Pedoman Karya 11:49 PM 0


PENYULUHAN. Belasan murid TK-PAUD Panrita foto bersama orangtu dan wali murid sebelum dimulainya acara penyuluhan tentang peranan lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat terhadap perlindungan anak, di Gedung Sekolah TK Panrita, Lingkungan Pangkarode, Kelurahan Patte’ne, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Selasa, 20 Agustus 2019. (ist)






------

Rabu, 21 Agustus 2019


TK-PAUD Panrita Takalar Undang BKKBN Beri Penyuluhan Kepada Masyarakat


TAKALAR, (PEDOMAN KARYA). Taman Kanak-kanak (TK) - Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Panrita Takalar mengundang Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Takalar guna memberikan penyuluhan kepada orangtua murid dan masyarakat umum tentang peranan lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat terhadap perlindungan anak.

Penyuluhan yang dihadiri puluhan orangtua dan wali murid, serta masyarakat sekitar, diadakan di Sekolah TK-PAUD Panrita, Lingkungan Pangkarode, Kelurahan Patte’ne, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Selasa, 20 Agustus 2019.

Kepala Seksi Ketahanan Keluarga Berencana, Ibu Sri, mengatakan, kebijakan pemerintah, dalam hal ini Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013, tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik–Integratif mengharapkan bahwa bukan hanya anak-anaknya yang dibina dalam hal pendidikan, melainkan juga para orangtua dan keluarga anak, agar mampu mewujudkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan ceria.

Dia mengatakan, program PAUD Holistik Integratif tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2013, tentang “Mewujudkan dan  Mengembangkan Pendidikan Anak Udia Dini Holistik Integratif.”

“PAUD Holistik Integratif tidak hanya memberikan pelayanan pada satu bidang pendidikan saja, tetapi juga pelayanan yang mencakup kebutuhan pola pengasuhan dan perlindungan anak,” jelas Ibu Sri.

Lurah Patte’ne, Darul Aqsa, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Kepala TK Panrita atas inisiatifnya mengadakan kegiatan penyuluhan kepada masyarakat dengan mengundang Kepala BKKBN Kabupaten Takalar.

“Dengan diadakannya kegiatan penyuluhan tentang peranan lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat terhadap perlindungan anak, diharapkan terwujud komitmen seluruh unsur terkait sehingga pembelajaran PAUD Holistik Integratif bisa diraih,” kata Darul.

Program Tribina TK Panrita

Kepala Sekolah TK-PAUD Panrita, Ratnawati SPd MPd, pada kesempatan yang sama menjelaskan bahwa pada tahun pelajaran 2019/2020, TK Panrita hadir dengan Program Tribina, dengan mengacu kepada Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013, tentang Pengembangan Anak Udia Dini Holistik–Integratif.

Layanan PAUD, katanya, memiliki konsep program berbasis keluarga dan komunitas, sehingga seluruh layanan sosial dasar bagi anak didorong untuk dapat terintegrasi.

“Saya berharap dengan bekerja sama pihak keluarga dan pihak pemerintah yang berhubungan dengan pola pengasuhan dan perlindungan anak yang baik, bisa menjadi solusi pembelajaran yang efektif agar pengembangan anak usia dini bisa berjalan dengan maksimal,” kata Ratnawati.

Karena itulah, lanjutnya, pihak sekolah bekerja sama dengan BKKBN membentuk Tribina, yakni Bina Keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja, dan Bina Keluarga Lansia. 

“Mungkin ada yang bertanya-tanya apa hubungannya Program Tribina itu dengan PAUD, atau mungkin ada yang bertanya apa hubungannya Bina Lansia dan Bina Remaja dengan PAUD. Jawabannya cuma satu, bahwa kecerdasan anak itu harus didukung oleh lingkungan keluarga,” kata Ratnawati.

Program Tribina, katanya, bertujuan mengetahui pertumbuhan dan perkembangan anak secara fisik dan psikis.

"Kami hadir untuk mewujudkan anak yang sehat, cerdas, dan ceria, sehingga orang tua dan lingkungan juga harus dibina," kata Ratnawari yang akrab disapa Daeng Ti'no'.

Kepada wartawan setelah berakhirnya acara kegiatan penyuluhan, Ratnawati mengatakan, sekarang banyak kejadian yang kurang bagus yang terjadi di tengah masyarakat, antara lain kakek mencabuli anak usia 5 tahun,  perkawinan saudara, dan remaja yang mencabuli anak-anak.

“Makanya orangtua anak, remaja, Lansia, harus juga dibina demi kenyamanan anak didik kita. Karena percuma juga kita setengah mati membina anak di sekolah, sementara di tengah keluarganya dan di lingkungan masyarakat sekitar, anak-anak tidak mendapat perlakuan sewajarnya,” kata Ratnawati. (Hasdar Sikki)

------
Baca juga:

Disuapi Onde-onde pada Acara Wisuda 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply