iklan

Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » Perlunya Wartawan Belajar Bahasa


Pedoman Karya 5:55 AM 0


JUDUL BERITA ini sebenarnya bagus dan menarik, khususnya untuk segmen pembaca yang disasar oleh media yang memberitakannya, karena berita ini menyangkut dugaan penghinaan yang dilakukan oleh AJ (Ahmad Jais), salah seorang Anggota DPRD Takalar terpilih periode 2019-2024 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terhadap Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Takalar.
 


PEDOMAN KARYA
Senin, 02 September 2019

BAHASA


Perlunya Wartawan Belajar Bahasa



Kita belajar Bahasa Indonesia secara formal sejak kelas satu SD sampai kelas tiga SMA (atau sekolah lain yang sederajat). Artinya, kita belajar Bahasa Indonesia selama 12 tahun berturut-turut.

Maka seharusnya kita sudah bisa membedakan cara penulisan yang benar antara “DI” sebagai awalan dan “DI” sebagai kata depan, apalagi bagi orang yang sudah terjun sebagai wartawan di dunia jurnalistik.

Wartawan juga seharusnya bisa membedakan antara “CUITAN” (dari kata CUIT) dan “CIUTAN” (dari kata CIUT).

Sayangnya, ternyata masih ada wartawan yang belum bisa membedakannya. Belum bisa membedakan antara “DI” sebagai awalan, dan “DI” sebagai kata depan, serta perbedaan antara “CIUTAN” dan “CUITAN.”

Maka lahirlah berita berjudul, “Minggu Ini, AJ di Panggil dan Diperiksa Penyidik Polres Takalar Atas Ciutannya Di Medsos di Duga Hina PWI.”

Judul berita ini sebenarnya bagus dan menarik, khususnya untuk segmen pembaca yang disasar oleh media yang memberitakannya, karena berita ini menyangkut dugaan penghinaan yang dilakukan oleh AJ (Ahmad Jais), salah seorang Anggota DPRD Takalar terpilih periode 2019-2024 dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), terhadap Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Takalar.

Sayangnya, sebagian pembaca kemungkinan merasa terganggu membaca judul berita tersebut, karena kekeliruan penggunaan "DI" sebagai awalan dan "DI" sebagai kata depan. Di sinilah perlunya wartawan belajar bahasa, lebih khusus lagi Bahasa Indonesia Jurnalistik.

Mohon maaf, ini hanya curhat seorang pembaca.

Ahad, 18 Agustus 2019
Asnawin Aminuddin

---------
Baca juga: 





«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply