Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » Kisah Pilot dan Pengacara (2-habis)


Pedoman Karya 5:56 PM 0


Easy Eddie adalah seorang pengacara hebat di Amerika Serikat pada zamannya. Saking hebatnya, sampai-sampai bos mafia di Chicago, AS, Al Capone, menyewa Easy Eddie sebagai pengacara tetapnya, dan Al Capone pun selalu lolos dari jeratan hukum berkat kepiawaian Easy Eddie.





-----

PEDOMAN KARYA
Jumat, 24 April 2020


Kisah Pilot dan Pengacara (2-habis)



Oleh: Asnawin Aminuddin
(Wartawan Majalah Pedoman Karya)


Kisah inspiratif kedua, yaitu tentang sosok Easy Eddie. Pria kelahiran 5 September 1893 ini adalah seorang pengacara hebat di Amerika Serikat pada zamannya. Nama lengkapnya, Edward Joseph O’Hare.

Saking hebatnya, sampai-sampai bos mafia di Chicago, AS, Al Capone, menyewa Easy Eddie sebagai pengacara tetapnya, dan Al Capone pun selalu lolos dari jeratan hukum berkat kepiawaian Easy Eddie.

Selama beberapa tahun, Chicago secara harafiah “dikuasai” oleh Al Capone, sang mafia dan bos gangster ketika itu. Ia sangat terkenal dan ditakui. Capone tentu saja tidak terkenal dengan hal-hal yang berbau kepahlawanan atau heroisme.

Dia terkenal karena menjerat kota yang sangat berangin itu dengan segala perbuatan jahatnya, dari mulai penyelundupan minuman keras dan alkohol, prostitusi, sampai pembunuhan.

Capone menyewa Easy Eddie sebagai pengacara tetapnya, karena Eddie sangat pandai. Kemampuan bermanuver Eddie dalam hukum, membuat “Big Al”, gelar si bandit Al Capone, tidak pernah bisa terjerat hukuman penjara untuk waktu yang lama.

Sebagai rasa terima kasihnya, Capone membayar Eddie dengan kompensasi yang cukup besar. Tidak hanya uang yang banyak, Eddie juga mendapatkan dividen saham yang cukup besar. Salah satunya, Eddie dan keluarganya memiliki mansion, rumah sekelas istana, dengan segala fasilitas dan kemudahan yang tiada tara. Pemukiman ini sangat luas dan meliputi hampir seluruh blok yang ada di kota Chicago.

Eddie tinggal dengan gaya hidup mewah ala gangster Chicago yang terkenal hedonis itu, dan memiliki rasa toleran terhadap kejahatan dan kriminalitas yang tinggi yang terjadi di sekitarnya.

Kesadaran Diri

Eddie, sebagai manusia biasa tentu saja memiliki titik lemah juga dalam memandang hidup ini. Dia memiliki seorang anak lelaki yang sangat dia sayangi.

Eddie melihat bahwa anak lelakinya ini harus memiliki segalanya; pakaian, mobil dan pendidikan yang bagus. Tidak ada yang tidak dapat diberikannya. Harga bukan dan sama sekali tidak menjadi masalah baginya!

Dan meskipun Eddie terlibat dengan organisasi kejahatan. Eddie bahkan mengajari anaknya tentang apa-apa yang baik dari kehidupan yang penuh dengan hal-hal yang jahat di lingkungannya.

Eddie ingin anaknya menjadi anak yang lebih baik daripada dirinya. Menjadi orang yang mempunyai harga diri, berkepribadian, memiliki karakter sebagai manusia yang dapat dicontoh.

Namun, dengan segala pengaruh dan kekayaan yang dimilikinya tetap saja ada dua hal yang tidak akan pernah bisa diberikan kepada anaknya; dia menyadari, bahwa dirinya sebagai ahli hukum yang bekerja untuk seorang Raja Bandit, Al Capone, yang kesohor itu, tentu saja tidak bisa mewarisi nama baik dan teladan yang membanggakan untuk anaknya ini.

Kehormatan dan Martabat

Suatu hari, Easy Eddie dihadapkan pada sebuah pilihan yang sulit. Easy Eddie ingin memperbaiki segala kesalahan yang pernah dibuatnya. Dia ingin berubah menjadi manusia yang baik, yang tidak lagi membela seorang kriminal sekelas Capone !

Dia memutuskan untuk pergi ke pihak yang berwajib dan menceritakan semua pengorbanan dan “kebohongan”-nya selama ini yang digunakan untuk membela Capone.

Dia melakukan itu untuk membersihkan namanya yang tercemar dan menawarkan kepada anaknya gambaran akan sebuah integritas, sebuah karakter, sebuah harga diri, sebuah kehormatan dan martabat sebagai seorang manusia.

Untuk melakukan ini semua, tentu saja dia harus bersaksi melawan para “gangster” itu, dan dia sangat tahu, perbuatan ini adalah perbuatan yang sangat mahal harganya. Namun setelah merenung dalam waktu yang cukup, diapun bertekad bulat untuk ”banting setir”, sesuatu yang disadarinya benar sebagai suatu yang sangat mengandung risiko.

Dan pada akhirnya, diapun bersaksi di depan pengadilan ,lembaga hukum resmi negara Amerika Serikat.

Hadiah Terbesar

Tidak genap setahun setelah pengakuan yang sangat mengagetkan boss-nya, Sang Gangster “Al Capone”, dan sepekan sebelum Al Capone dibebaskan dari penjara Pulau Alcatraz, hidup Easy Eddie berakhir dalam suatu aksi penembakan di jalan Chicago yang sepi.

Tetapi jauh di hatinya yang paling dalam, di dalam kematiannya, dia telah memberikan anaknya hadiah terbesar yang pernah ada, dan dengan harga termahal yang dia pernah berikan.

Dari dalam kantongnya, polisi mengeluarkan sebuah Rosario, sebuah salib, medali keagamaan dan sebuah puisi dari sebuah majalah, yang berisi bagaimana mengisi hidup ini dengan nilai-nilai kemanusiaan yang tinggi.

Nilai yang seharusnya dijunjung tinggi oleh semua manusia lebih-lebih bagi mereka yang berpendidikan tinggi seperti dirinya dan yang diinginkannya diperoleh bagi anak kesayangannya.

Easy Eddie, seorang “Lawyer Jagoan” , pengacara kondang ,telah pergi bersama dengan rasa tanggung jawab sosial dan tanggung jawab moral yang mengiringi kepergiannya.

Demikian dua kisah menarik dan inspiratif, yakni tentang Butch O’Hare, seorang pilot yang kemudian menjadi pahlawan, dan tentang Easy Eddie, seorang pengacara yang akhirnya mati terbunuh setelah memenjarakan seorang bos mafia.

Yang menarik dari dua kisah inspiratif ini, yaitu Butch O’Hare tidak lain adalah anak dari Easy Eddie. (habis)

------
Sumber:
Hakim, Chappy, 08/11/2009, “2 Cerita Penuh Makna !”, dikutip pada 24 April 2020, http://www.chappyhakim.com/2-cerita-penuh-makna/
Edward O'Hare”, https://en.m.wikipedia.org/wiki/Edward_O'Hare, dikutip pada 24 April 2020
Edward J. O'Hare”, https://en.wikipedia.org/wiki/Edward_J._O%27Hare, dikutip pada 24 April 2020
Pulau Alcatraz”, https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Alcatraz, dikutip pada 24 April 2020

--------
Artikel bagian pertama:

Kisah Pilot dan Pengacara (1) 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply