Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


"Bukan begitu masalahna. Maksudku, presiden tidak boleh antikritk, dan menteri tidak perlu balas mengancam. Justru mencurigakan kalau marah dikritik, apalagi kalau balas mengancam," kata Daeng Nappa'.


“Bisakah itu kotak kosong menang dalam Pilkada?” tanya Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngobrol-ngobrol berdua di pos ronda kompleks perumahan.
“Kenapa tidak!” tukas Daeng Tompo’.




“Kemarin terjadi peristiwa memalukan, karena tahanan Mako Brimob mengamuk dan membunuh lima polisi. Hari ini terjadi peristiwa memilukan, karena ada beberapa ledakan termasuk bom bunuh diri di sekitar gereja dan menewaskan banyak orang,” sebut Daeng Nappa’.

“Ternyata banyak didapati pasangan bukan suami isteri berduaan di kamar kost, di kamar wisma, dan di kamar hotel, termasuk yang masih berstatus mahasiswa,” ungkap Daeng Nappa’.
 


“Inna lillahi wainna ilaihi rajiun,” kata Daeng Tompo’.

“Dia khotbah bukan mengutip ayat atau hadits, tapi mengutip buku orang Barat dan buku profesor. Dia kasi contoh kisah juga bukan tentang nabi atau sahabat Rasulullah, tapi tokoh lokal,” tutur Daeng Nappa’. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)





“Kukiratongmi itu gaji ke-13 dan THR-ka dibayar pemerintah pusat,” kata Daeng Nappa’.
“Ternyata?” tukas Daeng Tompo’.
“Ternyata pembayaranna dibebankan ke APBD kabupaten dan kota, padahal tidak ada anggaranna dalam APBD,” ungkap Daeng Nappa’.



PENGHAFAL QUR'AN. Bambang Kurniawan (kedua dari kiri) foto bersama ibunya Hj Nurjaya (paling kiri), ayahnya H Abdul Samad (kedua dari kanan), dan kakaknya Muammar, di Masjid Rujab Gubernur Sulsel, Jumat, 08 Juni 2018. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)

ANJANGSANA. Rektor UNM Prof Husain Syam memimpin anjangsana pimpinan dan civitas akademika UNM ke rumah para purnabakti UNM, di MMakassa, Selasa, 05 Juni 2018. (ist)


PROTES. Puluhan warga Takalar mendatangi DPRD Takalar, Rabu, 06 Juni 2018, memprotes harga yang ditawarkan pemerintah untuk ganti rugi tanah proyek pembebasan lahan Pembangunan Bendungan Pamukkulu. Warga diterima langsung oleh Ketua DPRD Takalar H Jabir Bonto dan sejumlah Anggota DPRD Takalar lainnya.  


BERTEMU. Kamis petang, 07 Juni 2018, kami, penulis (kanan) dan Akbar Santoso, kembali bertemu pada acara buka puasa bersama di Rujab Rektor UNM, Jl Bontolangkasa, Makassar.


BERNOSTALGIA. Rektor Unismuh Abdul Rahman Rahim bernostalgia pada acara Pengajian dan Buka Puasa Bersama Fakultas Kedokteran Unismuh, di Aula FK Unismuh, Selasa, 05 Juni 2018. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


DIRANGKAIKAN. Wakil Dekan IV Fakultas Kedokteran Unismuh Makassar, dr Ihsan Jaya, memberikan laporan tentang pelaksanaan Pengajian dan Buka Puasa Bersama yang diadakan Fakultas Kedokteran Unismuh, di Makassar, Selasa, 05 Juni 2018. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


CURHAT. Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Dr H Abdul Rahman Rahim, memanfaatkan acara Pengajian dan Buka Puasa Bersama Fakultas Kedokteran Unismuh, di Aula FK Unismuh, Selasa, 05 Juni 2018, untuk mengutarakan “curahaan hatinya” (curhat). (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


SOSIALISASI. SDN Borong, Makassar, melaksanakan Sosialisasi Hak dan Perlindungan Anak bagi Orang Tua dan Guru, di Makassar, Rabu, 06 Juni 2018. (Foto: Rusdin Tompo)


"Di sana, sangat jelas warga Bone menginginkan warga Bone memimpin Sulawesi Selatan. Tapi bukan jadi wakil saja, orang Bone menginginkan gubernur,  bukan wakil gubernur," kata Wakil Koordinator DPD I Sulsel Bidang Perdagangan dan Perindustrian, Muhammad Yasir.


EMPAT KARTU SAKTI. Juru Bicara NH-Aziz, Muhammad Natsir, kepada wartawan di Makassar, Rabu, 06 Juni 2018, mengatakan, NH-Aziz menawarkan empat "Kartu Sakti". (ist) 

Anggota DPD/MPR RI asal Sulsel AM Iqbal Parewangi dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel yang juga Ketua PAN Sulsel Ashabul Kahfi duduk mengapit Ketua PDM Makassar Nurdin Massi, saat foto bareng dengan para Ketua DPD PAN seSulsel, pada buka puasa bersama warga Muhammadiyah-Aisyiyah di rujab Wakil Ketua DPRD Sulsel, 4 Juni 2018. (ist)


“Karena jamaah haji masih kurang, maka kita bebas mencium hajar aswad. Setiap putaran tawaf, saya selalu singgah mencium hajar aswad. Jadi secara keseluruhan, saya mencium hajar aswad hingga ratusan kali selama berada di Mekah ketika itu,” ungkap Prof Ide Said. (Foto: Asnawin / PEDOMAN KARYA)


“Mulai tahun ini kita buka jalur prestasi atau non-tes, antara lain calon mahasiswa yang hafal Qur’an minimal satu juz, bisa langsung diterima atau bebas tes.” 
- Dr Bahrun Amin -
(Ketua UPT-PMB Unismuh Makassar)

Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Wotu yang menyatakan dukungannya kepada pasangan NH-Aziz, yaitu Tuse Moral. Tokoh yang turut berperan dalam pemekaran Kabupaten Luwu Timur ini menegaskan dukungannya telah menetap kepada duet nasionalis-religius tersebut.
-----

Senin, 04 Mei 2018

Janjikan Pemekaran Luwu Raya, Nurdin Halid Dulang Dukungan


LUWU TIMUR. (PEDOMAN KARYA). Duungan tokoh masyarakat kepada calon Gubernur Sulsel nomor urut satu, Nurdin Halid seolah tak berhenti mengalir. Kurang sebulan dari hari pencoblosan, pernyataan dukungan terus berdatangan kepada NH yang berpasangan dengan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dengan tagline NH-ANH- 

Dukungan itu kembali ia dapatkan saat melakukan Safari Ramadhan di Luwu Timur, Ahad, 03 Juni 2018. Sejumlah tokoh masyarakat setempat menyatakan komitmennya memenangkan pasangan NH-Aziz dalam Pilgub Sulsel, 27 Juni 2018.

Salah seorang tokoh masyarakat Kecamatan Wotu yang menyatakan dukungannya kepada pasangan NH-Aziz, yaitu Tuse Moral. Tokoh yang turut berperan dalam pemekaran Kabupaten Luwu Timur ini menegaskan dukungannya telah menetap kepada duet nasionalis-religius tersebut.

Menurut Tuse Moral, masyarakat Luwu Raya paling pantas memilih NH menjadi gubernur. Sebab, kata dia, hanya Ketua Koorbid Pratama DPP Partai Golkar inilah yang berkomitmen dan mampu merealisasikan terwujudnya Provinsi Luwu Raya.

"Perjuangan Luwu Raya ini lebih duluan dimulai proses pemekarannya daripada Lutim. Sudah waktunya sekarang Luwu Raya menjadi provinsi dan cuma Pak NH yang bisa mewujudkan dengan kemampuannya di pusat," tegasnya.

Sesepuh Luwu Timur ini menjelaskan, aspirasi tersebut bukanlah keinginan egoisme belaka. Ia menekankan, pemekaran secara administratif mampu menghadirkan kesejahteraan dan pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan.

"Lihat saja, kalau Lutim tidak dimekarkan, mana bisa berkembang seperti sekarang ini. Begitu juga nanti kalau Luwu Raya sudah jadi provinsi di bawah kepemimpinan NH-Aziz," tandas Tuse. (df/r)