Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri upacara parade peringatan HUT TNI Ke-74 di Taxy Way Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (5/10).


Dengan Mengusung tema TNI Profesional Kebanggaan Rakyat, acara tersebut dipimpin oleh Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jendral TNI Surawahadi.
Pada peringatan HUT TNI ke 74 ini Andi Sudirman Sulaiman mengucapkan terima kasih kepada TNI dalam memberikan keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya pribadi atas nama rakyat Indonesia serta atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengucapkan Dirgahayu TNI ke-74, TNI profesional, kebanggaan rakyat Indonesia. TNI solid, NKRI harga mati,” ucap Andi Sudirman saat di wawancarai dalam peringatan HUT TNI ke 74 di lanud Hasanuddin.

Selain itu, Wagub Sulsel berharap sinergitas TNI bersama Pemprov Sulsel dan juga Polri bisa ditingkatkan. Sehingga ke depan di Sulsel bisa lebih kondusif.

“Kita memiliki visi dan misi yang sama yakni menjaga keutuhan NKRI dan menjaga Sulawesi Selatan yang sipakatau, sipakalebbi dan sipakainge” ujar Andi Sudirman Sulaiman

Selain defile dan parade alutsista, Pada HUT ke-74 TNI ini Inspektur upacara memberikan satya lencana 24 tahun ke beberapa prajurit TNI dari Presiden RI Bapak Joko Widodo.

Berdasarkan pantauan, PJ Walikota Makassar, Kapolda Sulawesi Selatan, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel, Pangkoops II, Danlantamal VI, Pangkosek II, Danlanud Hasanuddin dan sejumlah bupati, anggota DPRD serta rektor universitas  hadir dalam acara tersebut. (Deswani)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah memberikan arahan pada acara Wisuda Ke-33 Politeknik Negeri Ujung Pandang di Baruga AP Pettarani Universitas Hasanuddin, Sabtu, 05 Oktober 2019.

Adapun jumlah wisudawan yang diwisuda sebanyak 1010 orang dari enam jurusan. Poletiknik Negeri Ujung Pandang sendiri berada pada peringkat enam terbaik kampus vokasi yang ada di Indonesia dari 1.000an kampus vokasi.

Nurdin Abdullah memberikan selamat kepada para wisudawan-wisudawati dan orang tua mereka atas pencapaian telah menyelesaikan masa studi mereka. "Tentu sangat berbahagia bisa diwisuda hari ini," kata Nurdin Abdullah.

Pesan Gubernur bagi alumnus, setelah terjun ke dalam masyarakat agar mereka dapat mengimplemtasikan secara profesional, karena mereka telah dibekali dengan ilmu dan skill yang dapat digunakan dengan baik.

Luaran Poltikenik harus memiliki etos sebagai pekerja keras, tulus ikhlas dan senantiasa menjujung tinggi kejujuran dan disiplin tinggi. Ini yang akan mengantar menjadi kebanggan Indonesia dan almater Politeknik Ujung Pandang.

Tantangan saat ini di era industri 4.0 atau era revolusi digital adalah menghadapi ketidakpastian. Tidak bisa lagi melakukan seperti pendekatan yang lama, tetapi harus mengikuti perkembangan.

"Banyak usaha yang dimatikan tetapi juga banyak menimbulkan usaha baru. Misalnya untuk memesan makanan tinggal menggunakan aplikasi," sebut Nurdin.

Wisudawan harus memiliki hardskill dan softskill. Hardskill dari ilmu dan keterampilan yang dimiliki, perlu juga softskill melakukan komunikasi, adaptasi dan fleksibilitas dan team work, motivasi, dan kreativitas. Hal ini yang akan mengantar mereka menjadi yang terbaik di era global.

Kelemahan di dunia kemahawasiswaan, perguruan tinggi dan pemerintahan sebutnya adalah terlalu menonjolkan ego sektoral.

Ia menekankan bahwa riset bukan berakhir pada publikasi, tetapi berujung pada inovasi, sehingga bernilai penting dimanfaatkan oleh masyarakat. Sehingga kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan perguruan tinggi diperlukan. Politeknik Ujung Pandang telah memberikan banyak inovasi.

"Pertanyaannya apakah kita sudah implemtasikan dalam bentuk skala besar, apakah sudah mampu membangun sinergi dengan dunia industri," ujarnya.

Ia saat menjbata Bupati di Bantaeng, menjadikan sebagai kabupaten pendidikan denhan membangun BLK, sembari membangun langkah dengan menjajaki kerjasama dengan Toyota Jepang. Sehingga lahirlah Sekolah Mekanik Toyota. Menciptakan instruktur dan tenaga ahli.

"Angkatan pertama 16 orang, setelah menyelesaikan study, seluruhnya diseleksi, yang terbaik dikirim ke Jepang, kita sebelum wisuda itu banyak surat yang masuk meminta anak-anak kita. Kita belum bisa, karena kita mau menciptakan istruktur dulu," jelasnya.

Tambahnya, Sulsel untuk melakukan loncatan cepat dengan cara menjadikan Sulsel menjadi rumah bagi semua. Demikian juga peran pemerintah harus hadir, termasuk kebutuhan dunia pendidikan. Di tahun 2020 juga akan mencoba memasukkan beberapa program yang menjadi kebutuhan kampus.

Pada acara wisuda ini juga hadir Direktur Jenderal, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D.(Deswani)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Menanggapi persoalan kurangnya pasokan air bersih di beberapa kecamatan wilayah Kota Makassar selama lima bulan terakhir, Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan bersama dengan Ketua TP PKK Kota Makassar dan PDAM Kota Makassar, mengunjungi tiga titik kelurahan di Kecamatan Ujung Tanah untuk memberikan bantuan air bersih kepada warga sekitar, Sabtu (5/10).

Dimulai dari titik pertama di Kelurahan Gusung, Lies F. Nurdin selaku Ketua TP PKK Sulsel beserta rombongan turun langsung melihat kondisi masyarakat di wilayah tersebut yang kekurangan pasokan air bersih. Kedatangannya disambut dengan antusias warga.

"Kita tahu di mana-mana sedang kekeringan. Jadi hari ini PDAM membawa 30 mobil tangki air secara khusus untuk membantu warga di kecamatan sini yang kekurangan air," ungkap Lies.

Di Kota Makassar sendiri terdapat sembilan kecamatan yang mengalami kekeringan. Empat di antaranya merupakan kecamatan terparah yang mengalami kekeringan, yaitu Kecamatan Ujung Tanah, Kecamatan Biringkanaya, Kecamatan Tamalanrea, dan Kecamatan Tallo.

Untuk menyiasati persoalan kurangnya pasokan air bersih ini, PDAM memberikan bantuan berupa 30 mobil tangki air atas kerjasama dengan Dinas Pemadam Kebakaran kota Makassar yang meliputi delapan unit mobil tangki milik PDAM, tujuh unit mobil milik pemadam kebakaran dan lima belas unit mobil tangki swasta yang disewa PDAM. Masing-masing unit mobil tangki berisi kurang lebih 8000 liter air bersih.

"Jadi inilah wujud kehadiran pemerintah dengan turun langsung untuk memperhatikan kebutuhan dasar masyarakat yang meliputi kebutuhan air bersih," ungkap Lies yang juga merupakan dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS.

Lebih lanjut, Lies mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan air. Apalagi di musim kemarau panjang seperti saat ini.

"Tadi dikatakan sumber air memang sedang kurang. Jadi masyarakat harus sadar untuk bijak memakai air. Lebih baik kebutuhan penggunaan air yang lebih urgent  dahulu yang diutamakan," imbau Lies.

Senada dengan Lies, Dr. Hamzah Ahmad selaku PLT Direktur Utama PDAM Kota Makassar juga membenarkan bahwa sumber air dari hulu sedang mengalami kekeringan.

"Mungkin ini memang bukan solusi terbaik tetapi paling tidak kalau diibaratkan seperti obat, bantuan air ini merupakan penghilang rasa sakit," jelas Hamzah.

Ia pun menambahkan bahwa PDAM akan rutin menyasar masyarakat yang terkena dampak pelayanan air bersih tidak maksimal dengan memberikan bantuan air sampai kondisi air bersih normal.

Pada kesempatan ini, Lies F. Nurdin bersama Murni Iqbal Suhaeb dan Hamzah Ahmad juga memberikan 100 tumbler kepada para warga di Kelurahan Gusung, Kelurahan Cambaya dan Kelurahan Berua yang ada di Kecamatan Ujung Tanah. (Deswani)

MAKASSAR (PEDOMAN KARYA) Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menghadiri upacara parade peringatan HUT TNI Ke-74 di Taxy Way Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, Kamis (5/10).

Dengan Mengusung tema TNI Profesional Kebanggaan Rakyat, acara tersebut dipimpin oleh Pangdam XIV Hasanuddin Mayor Jendral TNI Surawahadi.

Pada peringatan HUT TNI ke 74 ini Andi Sudirman Sulaiman mengucapkan terima kasih kepada TNI dalam memberikan keamanan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya pribadi atas nama rakyat Indonesia serta atas nama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengucapkan Dirgahayu TNI ke-74, TNI profesional, kebanggaan rakyat Indonesia. TNI solid, NKRI harga mati,” ucap Andi Sudirman saat di wawancarai dalam peringatan HUT TNI ke 74 di lanud Hasanuddin.

Selain itu, Wagub Sulsel berharap sinergitas TNI bersama Pemprov Sulsel dan juga Polri bisa ditingkatkan. Sehingga ke depan di Sulsel bisa lebih kondusif.

“Kita memiliki visi dan misi yang sama yakni menjaga keutuhan NKRI dan menjaga Sulawesi Selatan yang sipakatau, sipakalebbi dan sipakainge” ujar Andi Sudirman Sulaiman

Selain defile dan parade alutsista, Pada HUT ke-74 TNI ini Inspektur upacara memberikan satya lencana 24 tahun ke beberapa prajurit TNI dari Presiden RI Bapak Joko Widodo.

Berdasarkan pantauan, PJ Walikota Makassar, Kapolda Sulawesi Selatan, Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Sulsel, Pangkoops II, Danlantamal VI, Pangkosek II, Danlanud Hasanuddin dan sejumlah bupati, anggota DPRD serta rektor universitas  hadir dalam acara tersebut. (Deswani)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah, menjemput pengungsi dari Wamena dengan menggunakan Kapal Ciremai di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Sabtu, 05 Oktober 2019.

Kapal bersandar sekira pukul 16.00 Wita dengan jumlah pengungsi 209 orang asal Sulsel 209 orang didominasi dari Toraja 147 orang. Serta pengungsi dari tujuan Jakarta (asal Sumatera Barat) 144 orang dan tujuan Bau-bau 16 orang.

“Untuk Sulsel kita di tampung di Asrama Haji, sementara dari Minang (Sumatera Barat) kita tampung di (Asrama Mahasiswa) Unismuh, jadi sudah ada keluarga Minang yang menghandel,” kata Nurdin Abdullah.

Nurdin Abdullah menyampaikan bahwa para pengungsi terlebih dulu untuk diistirahatkan. Adapun pengungsi yang tiba ada juga terdapat anak-anak dan bayi. Serta beberapa dalam kondisi sakit yang kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Gubernur juga berharap bahwa suasana bisa kembali kondusif, apalagi warga perantau memiliki aset di sana.

Untuk anak-anak pengungsi yang ingin bersekolah akan dijamin dan dimudahkan.

“Saya sudah jamin anak-anaknya selama ada di sini, dengan mudah bisa sekolah, jadi tidak sulit,” ujarnya.

Penanganan selanjutnya adalah penanganan trauma dari peristiwa rusuh yang terjadi.

Salah seorang pengunsi asal Toraja, Yustin, berharap suasana dapat kembali kondusif agar bisa kembali bekerja.

“Saya senang sekali bisa tiba di Makassar. Kami lebih sepuluh orang berkeluarga. Harapannya bisa cepat kondusif dan kami bisa kembali ke sana,” harap pegawai bidan ini.(Deswani)

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Warung Mas To'ing mungkin tidak asing lagi di telinga sebagian masyarakat Kabupaten Gowa, terkhusus di Kecamatan Somba Opu yang merupakan ibukota Kabupaten Gowa.

Warung makan serba ada ini berada di Jalan Kacong Daeng Lalang - Gowa, Wartawan dari GoWa-MO langsung mengunjungi dan bertemu langsung dengan pendirinya, Heri Purnomo (45), Sabtu (5/10/2019). Tempat makan ini menyediakan menu berbagai varian, bahkan semua menu makanan khas Jawa ada di tempat ini.Heri pun menceritakan awal mula mendirikan warung makan serba ada ini.

“Awalnya pada tahun 1997 saya jualan bakso menggunakan gerobak keliling di sekitar Jl Bandang dengan brand Bakso Total” katanya.

Kala itu, hanyalah bakso tanpa pangsit yang dijualnya dengan harga Rp 500 perak permangkuk.

Saat jualan gerobak, lelaki asal Solo Jawa Tengah ini mengaku baksonya terbilang cukup laris. Hingga akhirnya ia memutuskan membuka usaha sendiri dengan modal tabungan selama 3 tahun jadi penjual bakso gerobak keliling

“Tiga tahun setelah jualan gerobak saya hijrah ke kabupaten Gowa, buka di jalan Kacong Dg Lalang tidak jauh dari tempat sekarang dengan kontrak dulu,” ujarnya.

Tidak tanggung-tanggung tiga tahun kemudian sejak buka warung Bakso Mas To'ing laris manis. Berkat konsistensi rasa  dan pelayanan yang ramah, dirinya membeli ruko yang sekarang ditempati dan berubah nama Warung Mas To'ing bukan lagi Bakso Mas To'ing tetapi menu andalannya tetap Bakso Mas To'ing,"tutur Heri

Nama Mas To'ing pun terinspirasi dari panggilan akrabnya sendiri saat masih kecil, saat masih jadi pengembala di kampungnya,"kenangnya

Tahun ini buka cabang di Pasar Rewa A'Kio Ri GoWa-MO kawasan Wisata Kuliner bilangan Jalan Tumanurung Sungguminasa. Buat pelanggan dan sahabat mas To'ing bisa menikmati bakso kesukaannya ditempat itu sambil menikmati suasana santai dengan live music,"ucapnya (DESWANI)

SEJARAWAN Unhas Makassar, Prof Rasyid Asba (kanan), menerima sertifikat dari Wakil Ketua Muhammadiyah Sulsel, Dr KH Mustari Bosra, pada Workshop Penulisan Sejarah dan Profil Muhammadiyah se-Sulsel, di Kampus Universitas Muhammadiyah Parepare (Umpar), tahun 2014. Rasyid Asba meninggal dunia di Makassar, Sabtu, 05 Oktober 2019.(Arsip foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA)


JAKARTA, (PEDOMAN KARYA). Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah (NA) yang melakukan kunjungan ke Jakarta menggelar malam ramah tamah bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) asal Sulsel, di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 04 Oktober 2019.

Selain amggota DPR dan DPD yang terpilih, juga hadir Sekretaris Daerah Sulsel, Abdul Hayat Gani, Direktur Pelindo IV Farid Padang, Kajati Sulsel Firdaus Delwilmar, pengurus dan tokoh-tokoh Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Jabodetabek.

"Alhamdulillah malam ini kita hadir sebenarnya di samping ramah-tamah, ini bentuk kesyukuran kita semua," kata Nurdin Abdullah.

Ia menyampaikan awalnya kegiatan ini akan dilaksanakan di Makassar tetapi mengingat mereka baru dilantik dan tentu akan memiliki agenda yang banyak dan padat di Jakarta. Untuk itu Nurdin mengucapkan selamat. Hal ini juga ditujukan pada anggota DPRD kabupaten/kota dan provinsi yang juga baru saja dilantik.

Nurdin menyampaikan bahwa, mereka memiliki peranan penting. Bukan hanya bagi Indonesia tetapi juga untuk Sulsel.

"Saya meyakini, bahwa Sulawesi Selatan ini tentu kita butuh percepatan pembangunan kalau kita tidak bersama-sama menyatukan langkah kita, menyatukan visi kita, menyatukan hati kita. Saya yakin kita agak sulit untuk melakukan percepatan," sebutnya.

Di forum ini, Gubernur juga menyebutkan dan berharap akan kembali dipertemukan untuk menjelaskan seperti apa misi Pemprov Sulsel dalam membangun Sulsel.

"Terima kasih atas kesediaannya untuk hadir. Semoga di lain waktu kita akan ketemu kembali, apakah di sini atau di Makassar. Kami akan memanfaatkan momen reses nanti jika ada kunjungan ke Sulawesi Selatan," ungkapnya.(Deswani )

GOWA, (PEDOMAN KARYA). Angkasa Pura I Makassar di Mandai, Kabupaten Maros, menyiapkan anggaran ratusan miliar, untuk pembebasan lahan dan Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL).
Pembebasan lahan untuk perluasan wilayah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dan PKBL, akan dilakukan tahun ini.

Namun anggaran ratusan miliar untuk pembebasan lahan ini menuai kritikan dari Persatuan Masyarakat Korban Penipuan Perluasan Lahan Bandara Hasanuddin (PMKPPLBH) melalui perwakilannya, Karaeng Rewa. Saat berkunjung ke sekretariat Group Wartawan Media Online "GoWa-MO" Jl. Tumanurung Raya No B 28 Sungguminasa Gowa, Etalase Cafe Jaman Now. Kamis, (3/10/) malam.

Ia mengucapkan rasa terima kasihnya karena kedatangannya disambut dengan hangat dan kekeluargaan. Maksudnya berkunjung ke sekretariat GoWa-MO untuk mengadukan nasib masyarakat pemilik lahan perluasan bandara internasional Hasanuddin sebanyak 19 orang dengan luas lahan 102 Ha yang sampai sekarang belum terbayarkan.

" Kami sudah mengadu kemana mana dan sudah mendapatkan banyak "gula gula" (kata kata manis) dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi Sulawesi Selatan pada kepemimpinan Amin Syam dan Syahrul Yasin Limpo,"ucapnya dengan nada lemah

Lanjut jelasnya, kami juga sudah merasakan "gula gula" Menteri Perhubungan Hatta Rajasa pada tanggal 15 Mei 2000 yang berbunyi "Direktorat Jenderal Perhubungan Udara tidak akan melaksanakan pembangunan di atas tanah yang bermasalah di daerah rencana pengembangan Bandara Hasanuddin sebelum masalah tanah tersebut diselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku", semuanya hanya pemanis buatan,"pungkas pria paruh baya ini.

" Itu lahan kami, di era Agum Gumelar sebagai Menhub mereka mensertifikatkan tanpa ada peralihan hak dari pemilik lahan. Realisasi Tim Klarifikasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sesuai SK Gubernur Sulsel No 969/IX/2006 tentang pembentukan Tim Klarifikasi Pembebasan Tanah Bandara Hasanuddin tanggal 27 Juli 2006, membuktikan bahwa tidak ada peralihan hak dari pemilik lahan,"ucap Karaeng Rewa.

Perjuangan kami sangat berat dan melelahkan tapi kami sangat yakin dengan kepemimpinan Gubernur Nurdin Abdullah mampu menyelesaikan perjuangan kami. Apalagi didukung dengan organisasi jurnalis GoWa-MO dengan ratusan media online yang bergabung didalamnya.

Kami kembali bersemangat menuntut hak setelah tahu keberadaan dan eksistensi GoWa-MO, perjuangan kami yang lalu belum ada organisasi jurnalis lain dengan media online. Dukungan media juga sedikit, kami titipkan harapan besar agar masalah lahan kami dapat selesai dan pemilik bisa menikmati haknya,"tutup Karaeng Rewa sembari menyerahkan bundel data dan dokumen kepemilikan.

Ketua umum DPP GoWa-MO, Syafriadi Djaenaf menyatakan siap membantu pemilik lahan dengan melakukan komunikasi dan konfirmasi ke pihak pihak yang berkompeten. Berkas data dan dokumen ini akan kami serahkan dan diskusikan dengan penasehat hukum GoWa-MO.

Kita akan kawal dengan pemberitaan juga dan akan menginformasikan melalui media online kepada publik secara continue terkait aduan pemilik lahan. Dalam waktu dekat kami akan menghadap Gubernur Nurdin Abdullah untuk membahas masalah ini. Saat ini sudah memasuki era keterbukaan informasi, tidak susah membangun komunikasi dan membuka informasi,"ujar "Pak Ketua" (Deswani)

Sahban mengutip nasehat Lukmanul Hakim kepada anaknya, bahwa, “Alangkah indahnya apabila dalam diri seseorang terkumpul iman, ilmu, dan harta. Sebaliknya, alangkah malangnya seseorang apabila pada dirinya terkumpul kemiskinan, kesombongan, dan kebodohan.”


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Dirjen Sumber Daya Air (SDA)/Ketum KNI-BB, Hari Suprayogi menyebutkan, Sulawesi Selatan sebagai lumbung padi nasional dan ini menjadi salah satu alasan pembangunan bendungan di Sulsel termasuk kategori prioritas tinggi.

“Untuk pembangunan bendungan di Sulawesi Selatan termasuk prioritas, prioritas tinggi. Kalau sekarang saja sudah ada empat bendungan. Ke depan masih akan ada lagi, tadi disampaikan Pak Gubernur yang menyusul Jenelata, kemudian nanti Rongkong, dan lain-lain,” katanya pada pembukaan Seminar Nasional Bendungan Besar 2019 di Hotel Claro, Makassar, Kamis, 03 Oktober 2019.

Kegiatan ini mengangkat topik “Tantangan Penyelesaian Pembangunan dan Pengelolaan 65 Bendungan serta Keberlanjutan Program di Masa Datang.”

Ia menjelaskan lebih detail, program dari Pemerintah Pusat selain 65 bendungan. Nanti mulai tahun 2021-2023 akan dibangun masing-masing lima bendungan.

“Jadi totalnya 15 itu di luar 65. Itu kira-kira dan dari itu kita harapkan Sulawesi Selatan Pak Gubernur, selain dua tadi, kalau siap dengan desainnya saya kira bisa nambah lagi,” sebutnya.

Dari 65, sudah 15 yang selesai, kontraknya kurang sembilan. Sehingga ia berharap sampai Desember tahun ini telah selesai kontraknya.

“Saya harapannya 65 sudah kontrak dan kita harapkan mungkin 17, kalau termasuk Passeloreng mungkin bisa diresmikan selesai Desember,” jelasnya.

Lanjutnya, dalam pembangunan ini memang terdapat kendala baik itu teknis maupun non teknis. Kendalan nonteknis, bisa masalah sosial atau masalah keuangan.

“Masalah non-teknis bisa hubungan dengan manusia persoalan (pembebasan lahan) yang termasuk,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel, Prof. HM Nurdin Abdullah juga memberikan keterangan, untuk persoalan pembebasan lahan bisa diselesaiakan dengan berkolaborasi.

“Saya kira ini soal kolaborasi. Kalau kita semua kompak, ringan dan cepat, Pak Kejati ada, Kanwil ada, Pemprov ada, Pemkab juga ikut. Kita bisa lihat ya, Pamukkulu (Takalar) ini bisa selesai cepat karena semua turun tangan,” tambahnya.

Ia menyampaikan, bahwa tepat pemerintah pusat, baik presiden dan Kementerian PUPR menjadikan Sulsel sebagai prioritas pembangunan bendungan dan waduk.

“Kenapa, karena memang kita punya sektor pertanian, kita itu lebih banyak mengandalkan non-waduk, apalagi Indonesia ini ke negara agraris kita butuh banyak air, kesediaan dan persediaan air penting,” ujar Guru Besar Fakultas Kehutanan Unhas ini.

Nurdin menyampaikan pembangunan empat bendungan akan semakin mengokohkan posisi Sulsel sebagai lumbung pangan nasional. Empat bendungan tersebut merupakan Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu, Karalloe di Kabupaten Jeneponto, Paselloreng di Kabupaten Wajo, Pamukkulu di Kabupaten Takalar dan Jenelata di Kabupaten Gowa. (Deswani)

JAKARTA, (PEDOMAN KARYA). Sekretaris Provinsi Sulsel (Sekprov Sulsel) Abdul Hayat Gani hadir mewakili Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) menerima penghargaan sebagai Pemerintah Provinsi dengan Efektifitas Pelayanan Publik dalam Indonesia Award di Jakarta Concert Hall, Jakarta Pusat, Kamis malam, 03 Oktober 2019.

Dalam sambutannya, mengucapkan Terima Kasih kepada INews TV yang telah memberikan apresiasinya kepada Pemerintah Sulawesi Selatan atas penghargaan efektifitas pelayanan publik yang kedua kalinya.

“Terima Kasih Kepada INews TV yang telah memberikan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan atas penghargaan Efektifitas pelayanan Publik yang kedua kalinya,” kata Abdul Hayat Gani.

Lanjutnya, hal ini dicapai berkat peranan semua OPD dan semua stakeholder di Provinsi Sulawesi Selatan.

“Terima kasih lagi iNews TV memang hebat dan Sulawesi Selatan melayani,” Ungkap Abdul Hayat Gani.

Pada kesempatan ini Abdul Hayat juga menuturkan harapan atas penghargaan yang telah diterima agar Pemprov Sulsel tetap memberikan inovasi, gagasan serta ide untuk mempermudah pelayanan publik.

“Ya, tentu harapan kita Sulawesi Selatan bagaimana tetap memberikan inovasi, gagasan, ide untuk mempermudah layanan layanan di masyarakat karena tentu di sini kita hadir untuk melayani “. Tuturnya.

Indonesia Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh INews kepada lembaga pemerintah, non-pemerintah maupun perorangan yang telah berkontribusi dan konsisten dalam membangun negeri.

Pada malam puncak penghargaan Indonesia Award INews TV kali ini dengan mengangkat tema ” Kita Indonesia ” dihadiri tokoh, pejabat pemerintah pusat dan daerah serta BUMN, diantaranya Mahfud MD, Menteri Luar Negri Retno Marsudi, Menteri PANRB Syafruddin, Menteri PUPR Basuki Hadimulyo, Menteri Kominfo Rudiantara, Ketua KPU Arief Budiman, Dirut Perum Bulog Budi Waseso dan tentunya hadir pula Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo. (Deswani)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Ketua Umum Group Wartawan Media Online (Gowa-Mo), Syafriadi Djaenaf mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus pusat Asosiasi Diskominfo Provinsi Seluruh Indonesia (Askompsi), di Jakarta, Jumat, 03 Oktober 2019.

Ketua Askompsi dipimpin oleh Ir Rony Primanto Hari, MT
yang juga Kepala Dinas Kominfo DIY. Menurutnya, dengan dikukuhkannya pengurus Askompsi ini kedepannya mampu menjadi laboratorium data pemerintah.

"Askompsi ini merupakan wadah Diskominfo tingkat Provinsi seluruh Indonesia, sehingga dengan berhimpunnya pusat informasi Pemerintahan mampu menjadi laboratorium data," katanya.

Selain itu, Syafriadi Djaenaf juga berharap Askompsi ini mampu bersinergi dengan awak media demi terwujudnya transparansi informasi publik.

"Jika Diskominfo sebagai pusat data dan informasi, kita sebagai pewarta bisa sharing terkait informasi yang akurat demi terwujudnya transparansi pemerintah termasuk menekan informasi hoax melalui koordinasi yang baik," tambahnya (Deswani).

JAKARTA, (PEDOMAN KARYA). Pengurus Asosiasi Kadis Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia (Askompsi) resmi dikukuhkan. Pengukuhan itu dilakukan Ketua APPSI, Longki Djanggola sekaligus Gubernur Sulawesi Tengah di Hotel Lemeredian, Jakarta, Jum'at, 4 Oktober 2019.


Pengukuhan dilakukan dihadapan peserta acara diskusi nasional satu data Indonesia. Dalam komposisi pengurus AKKPSI yang dikukuhkan itu, Kadis Kominfo Provinsi Sulsel, Andi Hasdullah diplot sebagai Wakil Ketua.

Pengukuhan pengurus Askompsi dirangkaikan dengan penandatangan komitmen bersama untuk menghadirkan satu data Indonesia antara kepala BPS  DR. Kecuk Suharianto dengan pihak ASKOMPSI yang diwakili Kadis Kominfo Sumbar, Yelfin, Kadis Kominfo Kalsel, Drs H GT Yanuar Nur Rifai, dan Kadis Kominfo Sulsel, Andi Hasdullah.

Ketua APPSI Longki Djanggola memberi apresiasi dan selamat kepada pengurus Askompsi yang baru saja dikukuhkan untuk melaksakan tugas diskominfo- SP yang berkinerja makin baik untuk memajukan daerah dan Indonesia

Ketua Umum ASKOMPSI sekaligus Kadis Kominfo Yogyakarta, Ir. Rony Prianto Hari, MT mengatakan bahwa akan mendorong Askompsi untuk menjalin kolaborasi dan sinergitas baik itu Diskominfo secara lembaga daerah internal yang mengkoordinir urusan informasi  komunikasi publik, e-govermant, statistik sektoral dan ciber scurity. "Termasuk upaya penguatan kolaborasi dan sinergitas dengan pemerintah kabupaten kota dan pemerintah pusat meliputi Kementerian Kominfo, BSSN, BPS, KemenpanRB, kemendagri, Bappenas dan instansi terkait lainnya," urai Rony.

Wakil Ketua Askompsi, Ir. H. Andi Hasdullah, MSi ) menambahkan kehadiran ASKOMPSI  menjadi wadah bagi para Kadis Kominfo untuk berbagi pengalaman, bertukar informasi lingkup urusan topoksi yang melekat pada diskominfo-SP. Termasuk menyalurkan saran dan aspirasi daerah ke pemerintah pusat untuk optimalisasi kinerja Diskominfo-Statistik dan persandian kedepan lebih bersinergi lebih kolaboratif lagi untuk mencapai kinerja optimal terhadap urusan yang melekat pada lembaga diskominfo itu.

"Bahkan ada satu strong poin  ASKOMPSI berkomitmen akan hadir menjadi perekat NKRI menuju Indonesia Hebat sebagai kelembagaan didaerah yang  menangani informasi dan komukasi publik dan kondinator yang gawani penyelenggaraan sistem pemerintahan yang berbasis eletronik SPBE didaerah," beber Andi Hasdullah.

Adapun nama nama pengurus ASKOMPSI berdasarkan keputusan Ketua Asosiasi Dinas Kominfo Provinsi Seluruh Indonesia Nomor:007/IX/ASKOMPSI/2019 Periode 2019- 2021 terdiri dari DEWAN PEMBINA  Askompsi, Ir. Yeflin Luandri, M.Si( Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumbar), Drs. H. GT Yanuar Nur Rifai, M.Si (Kadis Kominfo Kalsel). Selanjutnya Ketua askompsi, Ir. Rony Primanto Hari, MT (Kadis Kominfo DIY), wakil ketua lr.Herson Aden, M.Si (Kadis Kominfo Kalteng), wakil ketua lr. H. Andi Hasdullah M.Si (Kadis Kominfo Provinsi Sulawesi Selatan).

Posisi Direktur Eksekutif lr. Eddy Santoso, MM dibantu Dra. Meni Karyawati. Sekretaris dan pengurus lainnya yaitu dr. Frona Koedoeboen, M.Kes (Kadis Kominfo Provinsi Maluku, Riena Retnaningrum, SH  (Kadis Kominfo Jawa Tengah), lr. Nurachmat Herlambang, MMA (Kadis Kominfo Prov Jambi), Atika Nur Rahmania, S.lP, M.Si (Kadis Kominfo Provinsi DKI Jakarta, Kansiana Salle, SH ( Kepala Dinas Kominfo Prov. Papua), Dr. Drs. Sudarman,MSi ( Kepala Dinas Kominfo Provinsi Bangka Belitung), lr. Syahrullah Mursalin, MP, (Kepala Dinas Kominfo Provinsi
Kalimanta Utara), Farida Lamarauna, SE,M.Si( Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sulawesi Tengah).- Deswani
EVALUASI KINERJA. Sekretaris Tim Teknis Nasional EPPD dan Ketua tim Validasi dan Evaluasi EKPPD Tim Daerah (Timda), Faebuadodo Hia, bersama tim yang dipimpinnya, menemui Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, di Ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Kantor Gubernur Sulsel, Kamis, 03 Oktober 2019.(ist)


MAKASSAR (PEDOMAN KARYA)-- Aksi Cepat Tanggap (ACT) menemui Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman guna membahas bantuan sosial kepada Wamena. Pertemuan ini berlangsung di Rumah jabatannya di Jalan Yusuf Dg Ngawing, Kamis (3/10).
General Manager ACT Sulsel, Syahrul Mubarak berkunjung untuk membahas perihal situasi di Wamena pasca kunjungan Andi Sudirman Sulaiman beberapa hari yang lalu.


"Kami meminta dukungan kebijakan dari pemerintah dalam rangka memperkuat kolaborasi, karena ACT sendiri, sebagai lembaga kemanusiaan yang hadir memberikan bantuan untuk warga pendatang di Wamena, utamanya masyarakat Sulawesi Selatan," ucap Syahrul.

Sementara itu, Wagub menjelaskan sedikit soal kondisi umum seperti kondisi ketimpangan ekonomi yang ada di Wamena. Ia juga menerangkan pentingnya adanya program-program yang diberikan pemerintah lokal bagi warga setempat semisal program kewirausahaan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan lain sebagainya.

"Jenis bantuan yang sangat dibutuhkan warga di sana saat ini, cenderung ke bahan-bahan primer seperti beras, makanan bayi, dan lain-lain," ungkap alumni Teknik Mesin Unhas itu.

Dalam silaturahmi ini, Andi Sudirman mengarahkan untuk berkoordinasi dengan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan. (Deswani)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Selatan, Liestiaty F Nurdin mengimbau kepada seluruh guru dan kepala sekolah se-Sulsel agar tidak menerima oknum yang menjual lambang PKK Sulsel di seluruh sekolah, baik SMA, SMK, SLB dan SMP.

"Saya tidak tahu apa-apa. Kalau ada yang begitu jangan diterima lagi menjual atas nama PKK. Menjual lambang-lambang. Nyerinya. Jangan menerima oknum yang mengatasnamakan PKK Sulsel di Sekolah," tegas Liestiaty F. Nurdin, di Rujab Gubernur Sulsel, Kamis (3/10/2019).


Menurut informasi yang dikumpulkan Ketua TP-PKK Sulsel Liest Nurdin oknum penjual lambang PKK Sulsel tersebut sudah berulah beberapa kali.

"Dia masuk di sekolah-sekolah. Jadi dia masuk di SMA, masuk SMP mungkin, tiga kali saya dengar itu," ungkap anak mantan Rektor Unhas Makassar ini.

Pada kesempatan ini juga, Lies Nurdin menceritakan juga bagaimana awal informasi tersebut diungkapkan salah satu guru saat menghadiri acara yang digelar PKK Sulsel.

"Jadi ada yang pernah masuk dalam salah satu sekolah, pas ada kepala sekolah saya lagi ada di mobil, katanya lagi ada di sekolah menjual lambang atas nama PKK dan PKK yang suruh. Jadi jangan ada yang terima itu, tolak itu," jelas Lies Nurdin.

Menurut dia tindakan tersebut sangat berbahaya bagi nama PKK Sulsel. "Ini sangat bayaha memanfaatkan nama PKK," ujarnya.

Olehnya itu, Lies Nurdin berharap dinas terkait membuat surat edaran agar tidak menerima oknum atau kelompok yang menjual nama PKK Sulsel.

"Saya berharap Dinas Pendidikan agar membuat surat edaran untuk itu," pungkasnya.(Deswani)

GOWA, (PEDOMAN KARYA). PT PLN (Persero) mulai gencar mensosialisasikan penggunaan Kompor Induksi dan memperkenalkan Stasiun Pengisian Induksi Umum (SPLU) sebagai sumber energi listrik di public space melalui el-od partner (Electricity On Demand).

Program ini merupakan bentuk dukungan PLN  kepada masyarakat sekaligus media edukasi terkait perubahan life style dari penggunaan kompor konvensional ke kompor induksi.

Kelebihan dari penggunaan kompor induksi yaitu tidak ribet, mudah dioperasikan, mudah dbersihkan dan  aman karena terhindar dari bahaya kebakaran seperti pada penggunaan kompor gas/minyak. Selain itu, penggunaan kompor induksi juga lebih mudah karena energi listriknyanya sudah disediakan oleh PLN sehingga tidak perlu repot antri untuk mendapatkan bahan bakarnya dan pastinya lebih irit dibandingkan kompor konvensional

" Supervisor pelayanan dan administrasi PLN ULP Sungguminasa, Muhammad Zainal Rifky mengatakan sosialisasi penggunaan kompor induksi tidak hanya menyasar daerah padat penduduk, tetapi juga wilayah tujuan wisata kuliner. Dengan demikian, para pelaku usaha kuliner bisa memanfaatkan kompor induksi untuk kegiatan usahanya.

Lanjut tambahnya, kami menawarkan kerjasama ke pengelola Pasar Rewa A'Kio Ri GoWa-MO, sebagai pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)  sektor kuliner karena penggunaan kompor induksi diyakini akan meningkatkan produktivitas dan menghemat biaya produksi.‎ Hal ini lantaran suhu panas yang merata secara stabil dikompor induksi membuat, waktu memasak menjadi lebih singkat.

‎"Prioritas utama kami adalah kawasan wisata kuliner. Kami ingin menjalin multi sinergi melalui el-od partner dengan harapan penggunaan kompor induksi bisa menghidupkan potensi pariwisata sektor wisata kuliner di Kabupaten Gowa. Apalagi pengembangan Pasar Rewa ini mencapai 110 merchant/tenant, kami siap support kawasan wisata kuliner ini menggunakan kompor induksi yang sumber listriknya full dari SPLU" pungkas Rifky.

Sementara itu Owner Pasar Rewa, Syafriadi Djaenaf mengatakan kerjasama ini selain yang disampaikan pihak PLN, Managemen mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas LPG. Kompor listrik induksi ini sangat efisien penggunaannya dan relatif aman.

Penggunaan kompor listrik dapat  meningkatkan pendapatan daerah dalam hal kontribusi pajak penerangan jalan yang dikelola oleh Dinas Pendapatan Daerah. Kami senantiasa untuk berkontribusi ke daerah dari berbagai hal, sebagai warga negara yang sadar pajak. Mengais rezeki dimana saja kita harus bayar pajak, fasilitas pembangunan dari pemerintah itu berasal dari pajak kita,"jelas Ketua Umum DPP GoWa-MO ini

Sebelumnya kami telah bekerja sama dengan pihak PLN untuk konsumsi penggunaan listrik dengan mengikuti program Stasiun Pengisian Induksi Umum (SPLU). Hebatnya konsep SPLU karena pihak PLN menanggung semua kebutuhan listrik Pasar Rewa nol Rupiah,"tutupnya.(Deswani)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Perampingan kelembagaan baru Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) untuk menjawab efisiensi tata kelola pemerintahan termasuk tuntutan organisasi yang ramping tapi kaya fungsi sudah memasuki tahapan akhir.

Struktur kelembagaan baru tersebut sisa menunggu untuk disahkan dalam bentuk Perda Kelembagaan Pemprov Sulsel yang baru oleh DPRD dan Pemprov Sulawesi Selatan.

Hal tersebut disampaikan Kadis kominfo-SP, Andi Hasdullah dalam keterangan tertulisnya kepada media Kamis (03/10/19). Ia menjelaskan bahwa finalisasi struktur baru kelembagaan Pemprov Sulsel terus berproses.

"Hingga saat ini sudah selesai tahap konsultasi dan verifikasi. Kemendagri telah menerbitkan surat fasilitasi ramperda tertanggal 23/09/19 yang ditanda tangani atas nama Menteri Dalam Negeri, Dirjen Otonomi Daerah, Drs Akhmal Malik, M.si," katanya.

Dalam surat fasilitasi tersebut lanjut Hasdullah, disebutkan bahwa kelembagaan Pemprov Sulsel  sudah memenuhi ketentuan yang berlaku. "Jadi tahapan berikutnya tinggal agenda pengesahan Pemprov Sulsel bersama DPRD. Saya kira dalam bulan Oktober ini sudah bisa disahkan," harapnya.

Selain itu, Hasdullah menambahkan  perampingan OPD ini adalah bentuk konsistensi kebijakan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah untuk terus menatakelola pemerintahan yang efisien dan efektif.

"Karena dengan perampingan OPD ini maka pasti akan berdampak terhadap efisiensi anggaran daerah- jadi dari kelembagaan OPD yang gemuk dan boros sehingga diperbaiki menjadi kelembagaan yang ramping efesien dan efektif," katanya lagi.

Pada struktur kelembagaan baru tersebut, postur kelembagaan baru itu dibagi dalam tiga kelompok yakni OPD yang dilebur diantaranya Dinas Binamarga, PSDA, Ciptakarya Tata Ruang disatukan dalam Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Dinas Pertanin dan Perkebunan.

Selanjutnya, Balitbanda melebur ke Bappeda, Bagian Humas dilebur ke Diskominfo, Bagian Protokol dilebur ke Biro Umum, Biro Aset dilebur ke BPKAD, Biro Pembangunan Terakomodir ke Biro Ekonomi dan dari 7 staf ahli menjadi 2 staf ahli.

Kemudian OPD baru yang meliputi Dinas Ketahanan Pangan, Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Biro Administrasi Sekda, Biro Administrasi Pimpinan, Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi.

Sementara OPD yang tidak berubah meliputi Dinas Pendidikan, Kesehatan, Kebudayaan Prawisata, Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Perpustakaan dan Arsip, Pemuda dan Olah Raga, Biro Pemerintahan, Biro Kesra, Kependudukan dan Catatan Sipil,  Lingkungan Hidup, Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Perizinan Layanan Terpadu, Kehutanan dan Rumah Sakit Labuang Baji serta RS Haji.

"Dengan perampingan kelembagaan Pemprov Sulsel ini tentu diminta untuk berkinerja yang berorientasi hasil kerja nyata yang akan merealisasikan sejumlah program unggulan pro rakyat dan pelayanan publik yang makin baik menuju Sulsel yang lebih maju dan lebih sejahtera," urai Hasdullah.(Deswani)


Partai, melalui fraksinya di parlemen dapat menjalankan fungsi legislasi, budgeter dan pengawasan secara efektif jika mereka memiliki political will. Fungsi-fungsi itu akan memastikan bahwa negara selalu hadir dan berikhtiar memutus mata rantai kekerasan pada anak.” – Rusdin Tompo –  



MELAYAT. Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, ke rumah duka almarhum HZB Palaguna, di Jl Hertasning, Makassar, Rabu malam, 02 Oktober 2019. (ist)


GOWA, (PEDOMAN KARYA). Pemkab Gowa diwakili Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni Kr Kio menerima apresiasi Pembina Program Kampung Iklim (Proklim) Utama Tahun 2019. Penghargaan diserahkan  Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar, di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jakarta, Rabu (2/10).

Apresiasi pemerintah pusat kepada pemerintah daerah diberikan karena kebijakan menatapkan pembinaan dan pemdampingan untuk mendukung Program Kampung Iklim (Proklim).

Selain itu Kepala Dusun Buloe Desa Rappalemba, Arsyad juga menerima Proklim Utama dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Marsuko menjelaskan penghargaan diraih karena pemerintah Gowa telah konsisten dalam mendorong program kampung iklim.

"Program kampung iklim merupakan program berlingkup nasional dimana pemerintah kabupaten melalui Dinas Lingkungan Hidup memberikan pemahaman dan wawasan kepada
masyarakat tentang perubahan iklim dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dengan memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi," jelasnya.

Kegiatan adaptasi merupakan kegiatan penyesuaian perencanaan infrastruktur dan desain terhadap dampak cuaca ekstrem yang memiliki beberapa cakupan yakni, perubahan Iklim, pengendalian kekeringan, banjir dan longsor, peningkatan ketahanan pangan, penanganan atau antisipasi kenaikan muka air laut, abrasi, gelombang tinggi (untuk daerah pesisir) dan pengendalian penyakit terkait iklim (malaria, demam berdarah, diare).

Sedangkan, kegiatan mitigasi merupakan antisipasi terjadinya perubahan iklim dengan mengurangi gas rumah kaca yang dihasilkan. Sehingga laju pemanasan global dapat diperlambat dan perubahan iklim yang wilayah cakupannya meliputi kelembagaan masyarakat, pengelolaan dan pemanfaatan limbah cair, penggunaan energi baru, terbarukan dan konservasi energi.

Terpisah, Abd Rauf bersyukur atas apresiasi ini.  " Kami bersyukur dan berterima kasih karena pemerintah pusat dalam hal ini KLHK sangat peduli terhadap dampak perubahan iklim ditingkat lokal juga apresiasi terhadap kerja keras stakeholder terkait yang telah membina Dusun Buloe sehingga mampu meraih penghargaan ini," ujarnya.

Dirinyapun berharap, penghargaan ini mempu menjadi penyemangat bagi desa lainnya untuk lebih tekun dan giat dalam menerapkan program kampung iklim di wilayahnya.

Untuk di Sulsel, selain Gowa juga ada 3 Kabupaten lainnya yang mendapatkan penghargaan yang sama, yakni Kabupaten Soppeng, Bone dan Kabupaten Sinjai.
(Deswani)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyiapkan tiga pesawat Hercules dan kapal laut untuk menjemput warga Sulsel dari Wamena, Provinsi Papua. Kita maksimalkan agar warga asal Sulsel bisa diselamatkan kembali ke tanah kelahiran nya, ujar Nurdin Abdullah.

Kita akan terus berlanjut, ini kan kapasitas 650 orang, ada tiga Hercules yang kita operasikan," kata Gubernur Sulsel, Prof. Nurdin Abdullah, saat menjemput warga Sulsel di Bandara AU, Rabu (2/10).
Tertanggal 2 Oktober 2019 sudah terhitung 50 orang warga Sulsel berhasil di akomodir Pemprov Sulsel melalui pesawat Hercules. Dari 50 orang tersebut untuk sementara ditampung di Asrama Haji Makassar.

"Warga Sulsel dari Papua yang sudah datang hari ini ada 50 orang, karena total kapasitas pesawat Hercules ini kan 650 orang, sebagian ada yang ke Malang, terus ada yang lanjut ke Aceh jadi kalau kita ada 50," jelas mantan Bupati Bantaeng dua periode ini.

Pengungsi dari daerah lain maupun warga Sulsel untuk sementara di tampung di Asrama Haji Makassar, dan semuanya disiapkan kebutuhannya, termasuk makan minumnya. Meskipun, ada sebagian ada yang langsung pulang ke kampung dan dijemput keluarga masing-masing.

"Kita berharap semua pengungsi yang datang itu, bisa kita tangani dengan baik.  Kita sudah persiapkan. Tentu itu tidak semuanya harus ditampung di Asrama Haji, pasti sudah ada banyak keluarga yang jemput. Dan saya kira tidak ada persoalan," ungkap mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

Lebih lanjut, Nurdin Abdullah menjelaskan, Pemprov Sulsel selain berusaha menangani trauma warga, Pemprov Sulsel juga menghimbau agar dinas dan sekolah di daerah masing-masing pengungsi memberikan kemudahan bagi anak-anak sekolah, agar bisa melanjutkan sekolahnya.

"Kita akan bicarakan yang cepat mau pulang di kampung halaman, kita sudah siapkan sekolah-sekolah, kepala-kepala dinas kita sudah koordinasikan semua berikan kemudahan pada pengungsi yang sekolah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan akan hadir, kemarin kita sudah bantu untuk sementara Rp1 miliar," urai alumnus Universitas Jepang ini.

Langkah lain yang dilakukan, Pemprov Sulsel saat ini dengan terus berkomunikasi dan koordinasi dengan Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) yang ada di Provinsi Papua.

"Kita lagi mendata termasuk KKSS nya di sana, jadi kita terus berkoordinasi dengan mereka,  Saya kira tidak ada masalah, Pemerintah pasti hadir untuk mengurus warganya. Wali Kota Makassar hadir, BNPB, Kadis Sosial dan Lanut Pangkalan Udara ikut membantu," bebernya. (Deswani)

Sejumlah petani yang tergabung dalam Mitra Kelompok Tani Juluatia, Desa Bontomanai, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, diajari membuat kolam budidaya ikan sistem bioflok. (ist)


PENDAMPINGAN. Dosen Bahasa Inggris FKIP Unismuh, Dr Syamsiarna Nappu, memberikan pendampingan dalam pembelajaran Bahasa Inggris pada kelas Perhotelan dan Kelas Pariwisata SMK 6 Makassar. (ist)


PEROLEH DUKUNGAN. Taufiqqulhidayat Ande Abdul Latif yang akrab disapa Dokter Onasis (tengah) foto bersama dengan masyarakat Enrekang di Jakarta, Selasa, 01 Oktober 2019. Dokter Onasis mendapat dukungan dari tokoh masyarakat Enrekang yang tergabung dalam Himpunan Keluarga Massenrengpulu (Hikma) Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi) untuk maju sebagai calon walikota pada Pemilikan Walikota (Pilwali) Makassar Tahun 2020.(ist)


MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia menjadikan pelayanan dasar di Provinsi Sulawesi Selatan sebagai model pelayanan secara nasional.

Hal tersebut diungkapkan secara langsung, Kepala Seksi Wilayah I A Direktorat Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Kementerian Dalam Negeri, Parlin Jumanti Siahaan, saat melakukan pelaporan proses validasi data Laporan Pelelangan Pemerintah Daerah (LPPD) selama tiga hari di Sulsel yang diikuti oleh 24 kabupaten kota se-Sulsel.

“Kami bertujuan menjadikan pelayanan dasar di Provinsi Sulawesi Selatan untuk contoh secara nasional nantinya,” kata Parlin Jumanti saat menemui Gubernur Sulsel, di Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Jendral Sudirman Makassar, Selasa (1/10/2019).

Pelayanan dasar yang disebut Parlin meliputi pelayanan pemerintahan, pendidikan, kesehatan, perumahan, sosial dan pelayanan keamanan.

Selain itu, Perlin Jumanti juga memberikan catatan khusus untuk pemerintah Sulsel di bawah kepemimpinan Prof Nurdin Abdullah sebagai Gubernur.

“Kami memberikan catatan khusus untuk Sulsel. Terutama atas inovasi-inovasi yang telah dilakukan selama satu tahun ini,” lanjutnya.

Terlebih, lanjut Parlin, hal ini sesuai dengan rencana dan misi Gubernur Sulsel kami yang mendukung pengembangan pariwisata Dengan terlebih dahulu melakukan perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas lainnya.

“Inovasi dan konsep pariwisata di Sulsel seperti yang disampaikan pak Gubernur tadi, pariwisata ini akan menghasilkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) tapi tentu kita selesaikan dulu infrastrukturnya,” pungkasnya. (Deswani)

JAKARTA, (PEDOMAN KARYA). Manusia hanya bisa berikhtiar namun segala sesuatu hanya Allah jua yang menentukan. Kalimat bernada verbal ini patut di sematkan bagi  ilmuwan muda asal Sumatera Utara, penemu obat kulit untuk manusia dan hewan luar/dalam, Muhammad Ja’far Hasibuan.

Pasalnya, mimpi Ilmuwan muda dunia ini ingin bertemu BJ Habibie pada tanggal 17 Agustus lalu tak tercapai, karena mantan Presiden RI itu harus menjalani sejumlah perawatan di rumah sakit.  Hingga akhir hayatnya, Ja'far masih mengenang cerita itu.

Namun skenario Allah ternyata lebih indah dari sekedar yang ia bayangkan. Pasalnya Ja'far dipertemukan dengan Ilham Habibie, putra  Prof. Dr. B.J. Habibie di Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan pada hari ini, Selasa 30/09.

"Alhamdulillah, silaturahmi, tukar pikiran dan saling berbagi ilmu kekinian dengan ilmuwan hebat seperti  Bapak Dr. Ilham Habibie terkabul hari ini. Saya senang, saya bangga, sekaligus mengobati kerinduan saya terhadap almarhum Bapak BJ Habibie seperti  terbayarkan," kata Ja'far.

Banyak hal yang dibicarakan Ja'far dengan Dr. Ilham Habibie sore ini. Namun Ja'far tak menguraikan semua. “Pertemuan berjalan sangat hangat dan smart. Bahkan karena saking hangatnya, Dr. Ilham Habibie sempat menangis dalam pertemuan itu.  Beliau mengaku bangga dan terharu,” ungkapnya.

"Ya kita masih bicara seputar pengalaman bagaimana riset keilmuan tentang obat. Tentunya, kita membahas bagaimana produk obat ini bisa maju kedepan.  Utamanya bisa memberi banyak manfaat bagi sesama, insha Allah," terangnya.

Sebelumnya, Muhammad Ja’far Hasibuan (27) Juara Dunia di Shanghai China yang berhasil memenangkan kompetisi para ilmuwan di China Shanghai International Exhibition of Inventions (CSITF) ini, juga baru saja menerima penghormatan sebagai Santri Enterprenership tahun 2019, berkat jasa- jasa dan hasil penemuannya.  Meski demikian, Ketua ICMI Orsat di pelosok Sumut ini terus saja belajar dan menggali tentang obat dan farmasi.  Menurutnya, proses pembelajaran itu juga bisa didapat dari para seniornya.

"Termasuk hari ini, saya datang kepada Bapak Dr. Ilham Akbar Habibie, Waketum ICMI karena ingin mendapatkan masukan serta bimbingan dari Bapak Ilham atas prestasi saya ini. Alasan lainnya agar saya tidak dipungut orang luar dan dimanfaatkan orang luar,” lanjutnya.

"Alhamdulillah, saya bisa bertemu dengan Dr. Sri Astuti waketum ICMI yang memiliki  seorang anak  dokter specialist kulit akan berdiskusi dan juga banyak memberi masukan dan bimbingan berharga selama ini," pungkasnya. (DESWANI)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sejumlah relawan yang peduli dengan pelayanan publik dari beragam latar belakang mengikuti Sosialisasi SP4N-LAPOR!, di ruangan Command Center, Kantor Gubernur Sulsel, Selasa, 01 Oktober 2019.

SP4N-LAPOR! adalah singkatan dari Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional, Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat.

LAPOR! (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat) adalah sebuah sarana aspirasi dan pengaduan berbasis media sosial yang mudah diakses dan terpadu dengan 81 Kementerian/Lembaga, 5 Pemerintah Daerah, serta 44 BUMN di Indonesia.

LAPOR! dikembangkan oleh Kantor Staf Presiden dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat untuk pengawasan program dan kinerja pemerintah dalam penyelenggaraan pembangunan dan pelayanan publik.

LAPOR! diinisiasikan oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP-PPP) dalam rangka meningkatkan partisipasi masyarakat sekaligus interaksinya dengan pemerintah dalam rangka pengawasan program pembangunan dan pelayanan publik.

Kadis Kominfo-SP Sulsel, Andi Hasdullah, yang membuka kegiatan tersebut mengaku terpanggil untuk hadir membuka acara ini karena ingin ketemu dengan para peserta yang tergabung dalam komunitas sahabat Ombudsman. Komunitas ini adalah orang berdedikasi tanpa pamrih yang peduli dengan perbaikan layanan publik

Komunitas ini adalah sahabat ombudsman yang sudah lama menbantu dalam berbagai solusi terhadap aduan atau masalah layanan publik,

Pada kesempatan itu komunitas sahabat ombudsman mendapat sosialisasi penggunaan SP4N-LAPOR! dan selanjutnya diharapkan dapat dibantu sosialisasikan kepada khalayak untuk menggunakan kanal aduan SP4N-LAPOR!.

Hasdullah juga menambahkan untuk aduan publik masyarakat Sulsel dapat menggunakan baik SP4N-LAPOR! maupun Baruga Sulsel- kedua aplikasi aduan itu berada dibawah kendali diskominfo- Sp provinsi Sulawesi Selatan.

Pada kesempatn itu Hasdullah mengukuhkan juga komunitas tersebut menjadi komunitas sahabat diskominfo- Sp untuk membantu dalam optimalisasi tupoksi terutama  dalam peningkatan kualitas pelayanan publik di Sulawesi Selatan

Hasdullah mengharapkan kedepan komunitas sahabat diskominfo-SP ini terus bertambah keanggotanya

Kita akan terus berkomunikasi dengan komunitas ini kita akan rawat hubungan yang sudah ada dan lebih penting lagi kita punya patner untuk optimalisasi tugas diskonimfo baik itu terkait dengan publikasi maupun literasi pengguna media sosial- harap Andi Hasdullah. (DESWANI)

BANTAENG, (PEDOMAN KARYA). Sekolah Toyota Bantaeng atau Balai Latihan Kejuruan (BLK) Kabupaten Bantaeng berhasil menyebarkan virus ahli otomotif ke seluruh penjuru Nusantara Indonesia. Penyebaran tersebut diinisiasi langsung Nurdin Abdullah, saat menjadi Bupati Bantaeng selama 10 tahun.

Sebanyak 48 orang dari seluruh daerah di Indonesia berhasil lolos untuk mengikuti pelatihan di BLK Bantaeng. Ke-48 orang tersebut merupakan hasil seleksi yang dilakukan secara bertahap dan proses ketat di seluruh Indonesia.

"Saya ingin menyampaikan selamat kepada 48 orang yang lolos ini. BLK Bantaeng ini saya jamin bapak itu selesai bukan kita yang melamar pekerjaan tapi kita yang dilamar, kenapa karena standarnya kita di sini di atas rata-rata nasional, kenapa karena instruktur selalu ditekankan soal disiplin kalau disiplin kita bagus Insyaallah kita pulang akan berhasil," jelas Nurdin Abdullah dalam sambutannya.

Menurut mantan Bupati Bantaeng dua periode ini, BLK Bantaeng sudah menghasilkan satu alumni pertama yang dilakukan dua tahun terakhir. Dan hari ini kembali dilakukan pembukaan sekaligus penerimaan yang kedua dan direktur dari seluruh daerah Se-Indonesia.

"Program sekolah mekanik ini bisa berjalan dengan baik melalui pemerintah, dalam hal ini Kementerian Ketenangankerjaan RI dan saya ingin menyampaikan awal kerjasama ini pada awal saya menjabat sebagai Bupati di Bantaeng," ungkap mantan Sekjen Apkasi Indonesia ini.

Selain, Sekolah Toyota Bantaeng, Nurdin Abdullah juga sudah memberikan bantuan mobil damkar dari Toyota Jepang kepada delapan provinsi di Indonesia.

"Selain berhasil mewujudkan mimpi saya yaitu BLK Bantaeng, kita juga sudah memberikan bantuan mobil damkar ke delapan provinsi di Indonesia," ungkapnya.(DESWANI)

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Gubernur Sulawesi Selatan menyambut sekaligus beramah tamah bersama Rombongan Pelatihan Kepemimpinan Nasional TK II Angkatan XXVII Provinsi Papua di Taman Lakipadada, Rumah Jabatan Gubernur, Senin (30/9) malam.

Sebanyak 68 orang hadir dari berbagai daerah dari Provinsi Papua. Selama lima hari akan mengikuti pelatihan dan melakukan visitasi kepemimpinan nasional di empat kabupaten masing-masing di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Maros, Takalar dan Kota Makassar.

"Malam yang penuh kebahagiaan karena bisa menerima para peserta dari Papua. Dan saya kira Papua bukan lagi sesuatu yang asing bagi kami. Saat menjabat Bupati (Bantaeng) itu mondar-mandir saudara-saudara kita dari Papua ke Bantaeng," kata Nurdin Abdullah membuka sambutan.

Nurdin menyambut tamunya dengan rasa bahagia dan menyampaikan rasa berbangga bahwa negara Indonesia negara yang sangat dikaruniai kekayaan alam yang luar biasa. Melalui pelatihan-pelatihan kepemimpinan ini diharapkan dapat semakin baik dalam mengurus negara.

"Karena terus terang kita lihat di berbagai negara dengan minimnya sumber daya alam mereka tapi bisa mensejahterakan rakyatnya. Sementara kita di depan mata, semuanya kita punya. Tapi begitulah, mungkin memang kita masih perlu untuk memacu diri," sebutnya.

Sehingga melalui Lembaga Administrasi Negara (LAN) ini menjadi gerbong untuk membekali seluruh aparatur pemerintah untuk betul-betul bergerak bekerja semakin maksimal.

Nurdin mengapresiasi Sulsel dipilih menjadi tempat untuk dilakukan visitasi dan studi tiru. Hal ini akan bersama-sama membangun kebersamaan dalam rangka menyusun rencana strategis ke depan.

"Saya kira beberapa daerah tadi yang disebutkan mungkin memang perlu sama-sama kita lihat apa yang unggul dan lemah. Dan saya yakin ada juga keunggulan yang dimiliki oleh Papua. Mohon juga itu dishare ke kami. Supaya kita juga semakin menyempurnakan sistem yang kami miliki," harapnya.

Nurdin juga menyampaikan bela sungkawa atas peristiwa rusuh yang terjadi di Wamena, Papua.

"Saya juga ingin menyampaikan bela sungkawa atas kejadian di Papua, di Wamena. Saya kira ini sesuatu yang perlu kita kaji bersama supaya keutuhan NKRI ini kita tetap utuh. Saya yakin dan percaya kita semua bersaudara, tidak ada saling ingin melukai dan saya kira ini suatu kejadian yang perlu kita sesalkan bersama," ujarnya.

Nurdin berharap Indonesia tetap menjadi negara kita ini tetap damai, aman, toleransi tetap terjaga.

Kepala Pusat pelatihan dan pengembangan dan kajian manajemen pemerintahan LAN Andi Taufik menyampaikan bahwa para peserta juga akan melakukan kunjungan ke Semen Tonasa.

"Para peserta melakukan kunjungan ke Pabrik Semen Tonasa di Pangkep, karena sebagai dari peserta kita ini harga semennya hampir mencapai Rp500 ribu di tempatnya. Di sini hanya Rp50 ribu. mereka melihat semennya tetapi tidak melihat pabriknya," ungkapnya.

Kepala BPSDM Papua, Zakarias Giay memberikan dan memasangkan topi adat ke Nurdin Abdullah.(Deswani)

JAYAPURA, (PEDOMAN KARYA). Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bertemu Gubernur Papua, Lukas Enembe guna koordinasi lebih lanjut pasca kerusuhan dan upaya pemulihan korban di Gedung Negara, Papua, Senin (30/9).

Gubernur Lucas Enembe menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Sulsel yang  memerhatikan keamana warga Papua yang berdomisili di Makassar dengan kunjungan Gubernur Sulsel dan Kapolda di Asrama Mahasiswa Papua.

"Melalui pertemuan ini, Gubernur Papua merencanakan dengan baik penanganan pasca konflik dan rekonstruksi kembali Wamena," ucap Andi Sudirman Sulaiman.

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, pemerintah dan TNI/Polri menjamin keamanan warga masyarakat baik orang asli Papua maupun  di atas tanah Papua.

“Jangan percaya hoaks yang beredar, yang menghasut dan mengadu domba. Kami terdepan melindungi warga kami di Wamena, baik warga asli maupun warga pendatang termasuk dari Sulsel," ungkapnya.

"Kami juga ucapkan terima kasih atas perhatian Pemprov Sulsel dengan tim yang dipimpin oleh Wagub Sulsel, datang langsung melihat yang terjadi di lapangan,” imbuhnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Sekda Provinsi Sulsel Abdul Hayat, Ketua KKSS Papua H. Mansyur, dan tim dari Kesbangpol Sulsel. (Deswani)

PERATURAN DESA. Sebelum masuk pada pembuatan rancangan Peraturan Desa tentang Pemberian Air Susu Ibu (ASI) Eksklusif di Desa Bontobangun, terlebih dahulu dilakukan pertemuan secara berkala atau kelas intervensi kepada para ibu-ibu hamil di Posyandu dan Puskesmas. (ist)


GOWA (PEDOMAN KARYA) Tim Bravo Sinergi Eco Racing bersilahturahmi ke sekretariat Group Wartawan Media Online "GoWa-MO" sekaligus mengajak wartawan dan pengurus yang bergabung untuk bersinergi. Rombongan disambut langsung ketua umum DPP, Syafriadi Djaenaf. Senin malam, (30/9/2019) di Sekretariat GoWa-MO Cafe Jaman Now Jalan Tumanurung Raya No B 28 Sungguminasa.

Turut hadir mendampingi Ricky Rianto Waketum Bidang Usaha, Kerjasama dan Keuangan dan Wahyunita Waketum Bidang OKK. Dalam sambutannya "Pak Ketua" (sapaan akrab) mengatakan semua sinergi dan peluang usaha kami selalu sambut dengan baik penuh semangat untuk kelangsungan hidup organisasi dan kesejahteraan pengurus termasuk wartawan.

Kami akan membantu mengkampanyekan dan mempromosikan produk yang sangat bermanfaat ini, apalagi untuk mampu Mengurangi emisi gas CO (carbon monoksida) dan abu knalpot,"ungkapnya

Lanjut jelasnya, dampak dari polusi udara yang lebih jelas berdampak pada kesehatan mahluk hidup khususnya manusia, berdampak hujan asam, efek rumah kaca, kerusakan lapisan ozon yang berdampak buruk pada makhulik hidup dan lingkungan.

Sudah saatnya jurnalis ikut berpartisipasi untuk mengurangi pencemaran udara, kita sebagai jurnalis tanpa disadari sebagai penyumbang polusi udara dalam beraktivitas sehari hari kita," pungkas Syafriadi

Top Leader Tim Bravo Sinergi Eco Racing, Mark Gosal mengatakan Eco Racing sebuah temuan produk inovasi yang bermanfaat berbentuk tablet memiliki zat yang mempunyai fungsi bisa melindungi mesin kendaraan anda, meningkatkan nilai Oktan ( Research Octan Number) Bahan Bakar mesin kendaraan, menghemat penggunaan bahan bakar (BBM) serta menghilangkan polusi CO hingga 0%.

" Dirinya menambahkan selain itu Eco Racing sebagai penghemat BBM karena memiliki zat aditif yang memiliki berfungsi untuk melindungi mesin kendaraan, dengan meningkatkan Oktan/RON( Research Octan Number) Bahan Bakar Minyak, sehingga bisa menghemat penggunaan bahan bakar (BBM) serta menghilangkan polusi CO hingga 100%. Produk eco racing ini bisa digunakan untuk kendaraan motor, mobil, truk, bus dan genset danbisa juga digunakan untuk semua jenis mesin yang menggunakan bahan bakar bensin ataupun solar," jelas Mark

Sekedar diketahui Eco Racing bukan hanya sebagai peningkat RON, Eco Racing mampu menyelaraskan MON (Motor Octane Number) agar performa dari kendaraan dapat maksimal. Dilengkapi dengan additif, Eco Racing juga mampu mereduksi, mencegah kerak pada mesin dan saluran bahan bakar, serta mengurangi residu emisi.

Dengan menggunakan PENGHEMAT BBM ECO RACING ini pembakaran akan lebih sempurna. Jika pembakaran sudah sempurna artinya semua bensin (dalam bentuk uap) dalam tabung komparesi terbakar semua sehingga menambah dorongan yang lebih. Dengan Penghemat BBM Eco Racing maka bensin menjadi lebih murni. Eco racing dapat melunturkan kerak kerak melalui udara pembuangan. Menutup pori pori Blok mesin yang terkikis akibat kinerja piston yang tidak stabil. Selain itu, produk eco racing membuat lapisan flin di blok mesin dan piston. Ini merupakan cara kerja eco racing supaya mesin terlindungi dan awet (Deswani)

“Bagaimana kalau diteriak-teriakiki’ dan disuruhki’ mundur, kira-kira mau betulanki’ mundur?” tanya Daeng Nappa’ dengan nada protes kepada Daeng Tompo’ saat ngopi sore di warkop terminal.
“Saya sebagai apa dulu? Dan kenapa saya diteriak-teriaki dan disuruh mundur?” Daeng Tompo’ balik bertanya.
“Anggapmi kita sebagai raja di sebuah kerajaan kecil,” kata kata Daeng Nappa’.


Pada tahun 2019, saat buku ini diterbitkan pertama kali, Sahban telah berumur 81 tahun. Ia bertekad agar sisa-sisa umurnya akan digunakan untuk membangun generasi penerus. Dari berbagai pengalaman hidupnya itu, Sahban kemudian menyusun mutiara-mutiara pemikiran hidupnya yang telah dijalankan atau diterapkannya dalam kehidupan sehari-hari.