Mahasiswa KKP Unpacti Bantu Percepat Sensus Penduduk di Kelurahan Bulukunyi Takalar


AKRAB. Lurah Bulukunyi, Muhammad Nur (kedua dari kanan), foto mahasiswa KKP Unpacti Makassar saat berkunjung ke stand Pemerintah Kecamatan Polongbangkeng Selatan di arena Takalar Expo, Lapangan Makkatang Dg. Sibali, Takalar, Rabu malam, 11 Maret 2020. (ist)

 



--------


Ahad, 15 Maret 2020


Mahasiswa KKP Unpacti Bantu Percepat Sensus Penduduk di Kelurahan Bulukunyi Takalar



TAKALAR, (PEDOMAN KARYA). Sejumlah mahasiswa Universitas Pancasakti (Unpacti) Makassar yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Profesi (KKP) di Kelurahan Bulukunyi, Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), Kabupaten Takalar, diminta membantu pemerintah setempat untuk mempercepat proses sensus penduduk di daerah tersebut.

Permintaan yang disampaikan oleh Lurah Bulukunyi, Muhammad Nur, pun langsung dijadikan program kerja prioritas oleh mahasiswa KKP Unpacti yang melaksanakan KKP selama kurang lebih satu bulan.

“Membantu proses sensus penduduk ini menjadi salah satu program kerja prioritas kami,” kata mahasiswa KKP Unpacti yang juga Ketua Posko 5 Bulukunyi, Dubulin, kepada wartawan di Takalar, Ahad, 15 Maret 2020.

Bulin, sapaan akrab Dubulin, yang didampingi Nongansianur Nanggar (Oncik), menjelaskan, mahasiswa Unpacti yang melaksanakan KKP selam satu bulan (pekan pertama Maret hingga pekan pertama April 2020) di Kecamatan Polongbangkeng Selatan (Polsel), ditempatkan pada enam kelurahan dan dua desa.

Ke-6 kelurahan tersebut, yaitu Kelurahan Pe’bundukang, Kelurahan Canrego, Kelurahan Bontokadatto, Kelurahan Bulukunyi, Kelurahan Patte’ne, dan Kelurahan Rajaya, sedangkan dua desa lokasi KKP yaitu Desa Su’rulangi, dan Desa Cakura.

“Khusus di Kelurahan Bulukunyi, kami berjumlah delapan orang” kata Bulin.


Ke-8 mahasiswa tersebut, yaitu Muhammad Arief Hidayatullah (Pendidikan Fisika/Sekretaris), Dubulin (Ilmu Komunikasi/Ketua Posko 5 Bulukunyi), Seldianus Dedi (Ilmu Komunikasi), Nuraeni R (Pendidikan Matematika), Maria Jelita (Pendidikan Bahasa Indonesia/Bendahara), Yulita suriani (Pendidikan Bahasa Indonesia/Bendahara), Musrimin (Ilmu Komunikasi), dan Nongansianur Nanggar (Ilmu Komunikasi).

Bulin menceritakan bahwa setelah penerimaan secara resmi mahasiswa KKP Unpacti di Kantor Camat Polsel, Selasa, 10 Maret 2020, para lurah dan kepala desa kemudian membawa mahasiswa ke wilayah masing-masing.

“Setelah dari Kantor Camat Polse, kami diterima secara resmi di Kantor Lurah Bulukunyi dan oleh Pak Lurah, Bapak Muhamad Nur, kami diperkenalkan dengan para staf kelurahan,” tutur Bulin.

Muhammad Nur pada kesempatan itu menjelaskan bahwa budaya kampus dan budaya masyarakat, khususnya masyarakat Kelurahan Bulukunyi, tentu saja berbeda, dan karena itulah mahasiswa KKP Unpacti diminta beradaptasi dengan budaya setempat agar berinteraksi dan berbaur di tengah masyarakat.

“Pak Lurah berharap kami bisa berbaur dan berinteraksi lansung dengan masyarakat sebagai bentuk adaptasi terhadap budaya baru, karena budaya kampus dan budaya masyarakat tentu berbeda,” ungkap Bulin.

Seusai diterima secara resmi di Kantor Lurah Bulukunyi, para mahasiswa kemudian diantar ke rumah Pak Sahabuddin yang dijadikan sebagai pondokan sekaligus Posko 5 Bulukunyi, selama pelaksanaan KKP. (Hasdar Sikki)

-------
Berita terkait:

Mahasiswa KKP Unpacti Bantu Bersihkan Masjid di Desa Su’rulangi Takalar

Mahasiswa KKP Unpacti dan Masyarakat Cakura Takalar Kerja Bakti Timbun Jalan

Kades Cakura Takalar Jemput Mahasiswa KKP Unpacti Makassar

Pemkab Takalar Sambut Gembira Kehadiran Mahasiswa KKP Unpacti Makassar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama