Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » Ratusan Umat Buddha Vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Unismuh Makassar


Pedoman Karya 8:54 PM 0

“Hingga kemarin (Rabu, 23 Juni 2021), sudah ada sekitar 200 orang teman dari Permabudhi yang siap ikut vaksinasi di Unismuh,” kata Wakil Rektor II sekaligus penanggungjawab Vaksinasi Covid-19 Unismuh Makassar, Dr Andi Sukri Syamsuri, kepada wartawan di Makassar, Kamis, 24 Juni 2021. (ist)



--------

Kamis, 24 Juni 2021

 

 

Ratusan Umat Buddha Vaksin Covid-19 di Rumah Sakit Unismuh Makassar

 

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Sekitar 200 orang umat Budhha dari Persatuan Umat Budha Indonesia (Permabudhi) akan mengikuti vakinasi Covid-19, di Rumah Sakit Unismuh Makassar, Jl Tun Abdul Razak, Kabupaten Gowa, Jumat dan Sabtu, 25-26 Juni 2021.

Kegiatan vaksinasi yang melibatkan lintas agama ini terlaksana atas kerjasama Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC), Universitas Muhammadiyah  (Unismuh) Makassar, dan Kementerian Kesehatan.

“Hingga kemarin (Rabu, 23 Juni 2021), sudah ada sekitar 200 orang teman dari Permabudhi yang siap ikut vaksinasi di Unismuh,” kata Wakil Rektor II sekaligus penanggungjawab Vaksinasi Covid-19 Unismuh Makassar, Dr Andi Sukri Syamsuri, kepada wartawan di Makassar, Kamis, 24 Juni 2021.

Kegiatan vaksinasi Covid-19, katanya, bukan sekadar menyasar civitas akademika Unismuh Makassar, melainkan juga untuk masyarakat luas.

Selain peserta vaksin yang berasal dari agama Buddha, juga ada penganut agama lainnya, namun mereka mendaftar secara personal melalui link Google form yang dibagikan oleh panitia.

“Inilah wujud nyata toleransi, kerjasama aktif dan kolaborasi berbagai pihak untuk mengatasi pandemic Covid-19 ini,” kata Pak Andis, sapaan akrab Andi Sukri Syamsuri.

Vaksinasi Covid-19 di Unismuh Makassar menargetkan 2000 orang peserta yang berusia 18 tahun ke atas.

“Peserta lanjut usia juga diberikan prioritas khusus untuk ikut dalam vaksinasi ini,” kata Pak Andis. (zak)


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply