![]() |
| BUKA PUASA BERSAMA. Pengurus IWATI Sulsel dan Lions Club Makassar foto bersama ratusan warga pra-sejahtera dalam acara buka puasa bersama di Restoran Runtono, Makassar, Selasa,17 Maret 2026. (ist) |
------
Kamis, 19 Maret 2026
Ratusan Warga Pra-sejahtera Buka Puasa
Bersama di Restoran Runtono Makassar
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Sekitar 200 orang warga pra-sejahtera menikmati buka puasa bersama di Restoran
Runtono, Makassar, Selasa, 17 Maret 2026, yang diadakan oleh Ikatan Wanita
Tionghoa Indonesia (IWATI) Sulawesi Selatan dan Lions Club Makassar.
Buka puasa bersama yang merupakan
rangkaian kegiatan “Bakti Sosial Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H”, bertema
“Merajut Harmoni Persatuan dalam Keberagaman di Bulan Suci Ramadan” disambut
antusias oleh para dhuafa Kota Anging Mammiri.
Dengan wajah berseri, mereka datang
membawa kupon undangan untuk berkumpul bersama. Para tamu istimewa ini datang
dari berbagai latar profesi lapangan, mulai dari pemulung, petugas kebersihan,
pengayuh becak, pengemudi bentor, ojek daring, juru parkir, kuli bangunan,
hingga penyapu jalanan.
Ada pemandangan unik di pelataran Restoran
Runtono yang biasanya dipenuhi mobil mewah. Sore itu, deretan becak, bentor,
gerobak sampah milik pemulung, hingga sepeda motor para ojek terparkir rapi di
sepanjang jalan depan gedung. Kehadiran kendaraan-kendaraan rakyat ini menjadi
simbol bahwa sekat sosial luruh dalam semangat berbagi.
Membuka acara dengan penuh rasa syukur,
Ketua Umum IWATI Sulsel, Wanni Horax, mengungkapkan kebahagiaannya melihat
kerumunan warga yang berkumpul dengan sukacita. Ia menyapa langsung para tamu
yang tengah bersiap menyantap aneka takjil dan hidangan spesial yang telah
disiapkan pihak restoran.
“Kami merasa sangat terhormat bisa berbagi
kebahagiaan di sore yang berkah ini. Melalui hidangan berbuka, paket lebaran,
dan angpao ini, kami ingin mempererat tali silaturahmi. Ini adalah bentuk
ketulusan kami untuk merawat persaudaraan dan membuktikan bahwa kebersamaan
kita jauh lebih kuat daripada perbedaan apa pun,” ujar Wanni.
Wanni juga menekankan bahwa Ramadan adalah
momentum mulia untuk mempraktikkan toleransi secara nyata, bukan sekadar
retorika. Ia berharap suasana kekeluargaan ini terus berlanjut dalam kehidupan
bermasyarakat sehari-hari, di mana setiap warga bisa hidup berdampingan dengan
landasan saling menghormati dan membantu satu sama lain.
Nuansa religius semakin kental dengan
hadirnya Ustadz Muhammad Akib SAg, yang membawakan tauziah menjelang azan
magrib. Ia mengulas sejarah keteladanan Rasulullah SAW dalam menjunjung
toleransi, yang kemudian dikorelasikan dengan nilai-nilai kebangsaan Indonesia
berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
“Moderasi beragama yang digalakkan
pemerintah memiliki tolok ukur utama pada prinsip kebangsaan. Kita membutuhkan
ukhuwah kebangsaan agar kedamaian senantiasa tercipta di mana pun kita berada.
Dalam bingkai negara ini, persatuan adalah tujuan utama yang kita dambakan
bersama,” kata Ustadz Muhammad Akib.
Begitu waktu berbuka tiba, seluruh hadirin
bersama-sama menikmati takjil dan menunaikan salat magrib berjamaah sebelum
lanjut bersantap malam. Acara ditutup dengan pembagian paket lebaran dan angpao
secara tertib oleh Wanni Horax yang didampingi oleh Presiden Lions Club
Makassar FOS, Hendrik Sie, beserta jajaran pengurus organisasi lainnya.
Sebagai penutup, sesi foto bersama
mengabadikan momen kolaborasi hebat ini. Aksi sosial yang digagas IWATI Sulsel
dan Restoran Runtono ini turut mendapat dukungan penuh dari berbagai
organisasi, seperti beberapa Lions Club Makassar (FOS, Losari, Niscala, dan
City), Yayasan Sosial Budi Luhur, Yayasan Sosial Sapta Mulia, Yayasan Sosial
Dharmaloka Makassar, Paraikatte Agang Baji, hingga Harapan Brands. (jw)
