Unismuh Makassar Gelar Seminar Internasional Hadirkan Pembicara Mesir Ahmad Mustafa

Unismuh Makassar menggelar Seminar Internasional tentang “Ilmu Pengetahuan, Iman, dan Rasionalitas dalam Pemikiran Said Nursi”, menghadirkan Syekh Ahmad Mustafa dari Mesir (ketiga dari kanan), di Ruang Teater I-GIFt Lantai 2 Menara Iqra Kampus Unismuh, Makassar, Senin, 23 Juni 2025. (Foto: Humas Unismuh Makassar)

 

-----

Senin, 23 Juni 2025

 

Unismuh Makassar Gelar Seminar Internasional Hadirkan Pembicara Mesir Ahmad Mustafa

 

Bahas Pemikiran Said Nursi

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar menggelar Seminar Internasional tentang “Ilmu Pengetahuan, Iman, dan Rasionalitas dalam Pemikiran Said Nursi”, menghadirkan Syekh Ahmad Mustafa (Pimpinan Madrasah Al Imam Badiuzzaman Said Nursi, Kairo, Mesir), di Ruang Teater I-GIFt Lantai 2 Menara Iqra Kampus Unismuh, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Senin, 23 Juni 2025.

Selain Syekh Ahmad Mustafa, seminar yang digelar kerjasama Unismuh Makassar, Yayasan Nur Semesta Turkiye, Istambul Foundation Turkey, dan Pesantren Al Imam Badiuzzaman Kairo Mesir, juga menghadirkan empat pembicara lainnya.

Keempat pembicara tersebut yaitu Dr Ilham Muchtar Lc MA (Unismuh Makassar), Hasbi Sen MHum (Pembina Yayasan Nur Semesta Turkiye), Prof Andi Faisal Bakti (WR 3 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Dr Mahkamah Mahdi Lc MA (Direktur Fatwa Centre Masjid Istiqlal Jakarta), dengan moderator Dr Muktashim Billah (Unismuh Makassar).

Seminar dihadiri Wakil Rektor II Dr Ihyani Malik, Wakil Rektor III Dr Mawardi Pewangi, Wakil Rektor IV Dr Burhanuddin, para dekan dan dua ratusan mahasiswa Fakultas Agama Islam (FAI) Unismuh Makassar.

Seusai seminar dilanjutkan dengan penandatangannan kerjasama antara Unismuh Makassar yang ditandatngani langsung Rektor Unismuh Makassar Dr Abdul Rakhim Nanda, dengan Yayasan Nur Semesta Turkiye, dan Madrasah Al Imam Badiuzzaman Said Nursi Kairo Mesir, serta pengguntingan pita pembukaan Said Nursi Corner di Pespustakaan Pusat Unismuh Makassar.

Pembicara dari Unismuh Makassar, Dr Ilham Muchtar Lc MA, membawakan materi dengan judul: “Said Nursi: Jembatan Pemikiran antara Barat dan Timur.”

Ilham Muchtar mengatakan, Said Nursi sebagai pemikir besar yang lahir pada akhir abad ke-19 di Turki, dikenal tidak hanya sebagai seorang ulama, tetapi juga sebagai seorang intelektual yang mampu mengintegrasikan pemikiran Islam dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern.

“Dalam konteks ini, ia dapat dilihat sebagai jembatan pemikiran antara Barat dan Timur, memadukan wawasan keagamaan dengan pengetahuan ilmiah yang berkembang di Barat. Pandangan Nursi mengenai sains, agama, dan rasionalitas memberikan suatu perspektif yang relevan untuk menghadapi tantangan zaman, menjadikan dirinya sebagai figur yang berperan dalam menjembatani kedua dunia pemikiran yang sering dianggap terpisah, yaitu Barat dan Timur,” tutur Ilham.

Salah satu alasan utama mengapa Said Nursi dapat dianggap sebagai jembatan antara pemikiran Barat dan Timur adalah cara beliau menggabungkan sains modern dengan prinsip-prinsip Islam.

“Nursi tidak melihat sains Barat sebagai sesuatu yang bertentangan dengan ajaran Islam, melainkan sebagai sarana untuk memperdalam pemahaman akan ciptaan Tuhan. Dalam Risale-i Nur, beliau menulis bahwa alam semesta adalah bukti dari kebesaran Tuhan, dan bahwa ilmuwan yang mampu mengungkap hukum-hukum alam seharusnya dilihat sebagai orang yang membantu umat manusia memahami ayat-ayat Tuhan yang tersembunyi dalam ciptaan-Nya,” papar Ilham.

Di satu sisi, pemikiran ini mencerminkan pendekatan yang lebih terbuka terhadap sains yang berkembang di Barat, yang sering kali dipandang oleh beberapa kelompok di dunia Islam sebagai sesuatu yang sekuler atau bertentangan dengan ajaran agama.

Nursi menunjukkan bahwa sains dan agama, meskipun berkembang dalam konteks budaya yang berbeda, dapat saling melengkapi dan memperkaya satu sama lain. Hal ini menciptakan jembatan yang memungkinkan pemikiran dari kedua dunia tersebut untuk dipahami dan dihargai.

“Di sisi lain, Nursi juga memperkenalkan konsep rasionalitas yang berbeda dari pandangan materialis yang berkembang di Barat. Bagi Nursi, rasionalitas tidak hanya terbatas pada akal manusia yang logis dan empiris, tetapi juga mencakup dimensi spiritual,” kata Ilham.

Said Nursi juga berperan penting dalam memperkenalkan dialog antarbudaya antara Timur dan Barat. Di tengah ketegangan politik dan sosial yang sering terjadi antara dunia Islam dan Barat, Nursi melalui karya-karyanya mengajak umat Islam untuk tidak menutup diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan budaya Barat.

“Ia mengajarkan bahwa umat Islam harus terbuka terhadap kemajuan teknologi dan pengetahuan ilmiah tanpa mengabaikan nilai-nilai agama,” kata Ilham. (zak)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama