Pisang Goreng dan Kopi Pahit

Daeng Guling sarapan sendirian ditemani pisang goreng dan segelas kopi pahit. (Foto: Asnawin Aminuddin / PEDOMAN KARYA) 


-----

PEDOMAN KARYA

Kamis, 01 Januari 2026

 

CERMIN (Cerita Mini)

 

Pisang Goreng dan Kopi Pahit

 

Karya: Asnawin Aminuddin

 

Pulang dari masjid shalat subuh, Daeng Guling mendapati istri dan dua anak laki-lakinya sudah sarapan bersama. Daeng Guling belum duduk, istrinya sudah menyuruhnya ke minimarket beli minyak goreng.

“Habiski minyak goreng Daeng, pergisaiki' dulu beli di luar, di minimarket,” kata istrinya seraya menyodorkan selembar uang pecahan Rp50.000.

Daeng Guling pun segera ke minimarket. Tak lama kemudian ia sudah masuk kembali ke dalam rumah. Istri dan kedua anaknya masih sarapan bersama sambil bercandaria.

Baru saja ia ingin duduk, istrinya kembali memintanya memindahkan jemuran karena hujan gerimis mulai turun.

“Daeng, kasi pindahsai itu jemuranka. Itu maumi turun hujan,” kata istrinya.

Daeng Guling pun segera ke halaman samping memindahkan jemuran. Setelah itu ia kembali ke dapur dan bergabung bersama istri dan kedua anaknya untuk sarapan bersama. Namun baru saja ia duduk, kedua anak laki-lakinya bersamaan pamit masuk kamar masing-masing. Istrinya juga langsung berdiri dan menyibukkan diri memasak dan cuci pakaian di mesin cuci.

Tinggallah Daeng Guling sarapan sendirian ditemani pisang goreng dan segelas kopi pahit.***

 

Gowa, 01 Januari 2026

1 Komentar

Lebih baru Lebih lama