-----
Senin, 05 Januari 2026
Unismuh Makassar
Targetkan Darul Arqam Hingga Sembilan Angkatan
MAKASSAR, (PEDOMAN
KARA). Universitas Muhammadiyah Makassar
(Unismuh) menargetkan pelaksanaan Darul Arqam Muhammadiyah hingga sembilan
angkatan sebagai wujud keseriusan membangun kader yang berideologi kuat,
berjiwa kepemimpinan, dan berkomitmen pada nilai-nilai kemuhammadiyahan.
Komitmen ini
ditegaskan melalui penyelenggaraan Darul Arqam Muhammadiyah Angkatan II yang
diikuti 75 peserta dari unsur pimpinan dan struktural kampus.
Darul Arqam
Muhammadiyah Angkatan II berlangsung selama tiga malam empat hari, 3–6 Januari
2026, di Kamapus Unismuh, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, dan menjadi bagian
dari program pengkaderan berkelanjutan di Unismuh Makassar.
Peserta berasal
dari kepala subdirektorat, ketua divisi, serta unsur lembaga, badan, dan biro.
Kegiatan ini juga menghadirkan instruktur nasional dari Pimpinan Pusat
Muhammadiyah.
Pembukaan kegiatan
dilaksanakan di Balai Sidang Unismuh Makassar, Sabtu, 03 Januari 2026, dan
dibuka oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan. Acara
tersebut dihadiri pimpinan universitas serta Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh
Makassar.
Wakil Rektor III
Unismuh Makassar, Dr. KH Mawardi Pewangi, mengatakan Darul Arqam Muhammadiyah
Angkatan II merupakan ikhtiar institusional untuk memperluas pengkaderan hingga
menjangkau seluruh sivitas akademika.
“Kami memohon izin
agar Unismuh Makassar dapat melaksanakan Darul Arqam untuk seluruh sivitas
akademika, sehingga penguatan ideologi Muhammadiyah dapat merata dan
berkesinambungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan,
angkatan kedua ini merupakan kelanjutan dari Darul Arqam angkatan pertama yang
diikuti unsur rektorat, BPH, dekan, dan pimpinan lembaga. Sementara peserta
angkatan kedua berasal dari unsur pimpinan yang belum mengikuti gelombang
sebelumnya.
“Unismuh Makassar
menargetkan hingga sembilan angkatan sebagai bentuk keseriusan dalam
pengkaderan Muhammadiyah,” kata Mawardi.
Ketua BPH Unismuh
Makassar, Prof. Gagaring Pagalung, mengatakan, Darul Arqam memiliki makna
historis sekaligus ideologis dalam tradisi perkaderan Muhammadiyah. Istilah
Darul Arqam, menurutnya, merujuk pada Rumah Arqam pada masa Rasulullah SAW yang
menjadi pusat pembinaan dan penguatan umat.
“Spirit Darul
Arqam adalah penguatan ideologi, kemandirian, dan keteladanan Rasulullah dalam
membangun peradaban,” tuturnya.
Ia menambahkan,
Muhammadiyah berkemajuan ditandai oleh pemikiran yang terus berkembang,
kehidupan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, serta mental Muhammadiyah yang
kokoh. Karena itu, Darul Arqam menjadi penting untuk menguatkan orientasi nilai
para pengambil kebijakan, mulai dari tingkat program studi hingga rektorat.
Unismuh Makassar
Jadi Model PTMA
Wakil Ketua I
Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah
(MPKSDI PP Muhammadiyah), Dr. Mutohharun Jinan, mengatakan, Darul Arqam
merupakan bentuk pembinaan utama bagi warga persyarikatan.
“Pengkaderan
adalah kunci untuk menjaga kesinambungan dan kemajuan persyarikatan,” ujarnya.
Ia menyebut
Muhammadiyah sebagai organisasi modern yang bertumpu pada sistem. Mutohharun
mengutip pandangan antropolog Jepang Prof. Mitsuo Nakamura yang menilai
Muhammadiyah berkontribusi besar dalam memperkenalkan dakwah Islam berbasis
organisasi di Indonesia.
Menurutnya, Darul
Arqam menjadi sarana strategis untuk menyatukan visi dan arah gerak organisasi.
Apresiasi juga
disampaikan perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan
PP Muhammadiyah (Diktilitbang), Nurhadi K. Sutrisno, Ph.D. Ia menilai
konsistensi Unismuh Makassar dalam menyelenggarakan Darul Arqam sebagai capaian
penting yang sejalan dengan target kinerja PP Muhammadiyah.
“Inisiatif Unismuh
Makassar ini patut diapresiasi dan dapat menjadi contoh bagi PTMA lainnya,”
katanya.
Ketua PWM Sulawesi
Selatan, Prof Ambo Asse, berharap Darul Arqam Muhammadiyah Angkatan II dapat
menjadi model pengkaderan bagi perguruan tinggi Muhammadiyah di Sulawesi
Selatan. Ia menekankan pentingnya membangun kader dengan keimanan yang kuat,
kompetensi keilmuan, sosial, manajerial, serta kemampuan teknologi.
“Pengkaderan ini
adalah ikhtiar strategis untuk memperkuat kualitas keislaman dan
kemuhammadiyahan para pimpinan,” ujarnya.
Pada akhir
pembukaan, pimpinan universitas menyerahkan daftar nama peserta Darul Arqam
Muhammadiyah Angkatan II kepada Master of Training untuk diproses sesuai
ketentuan MPKSDI PP Muhammadiyah. (asnawin)
