Unismuh Makassar Targetkan Darul Arqam Hingga Sembilan Angkatan

Ketua Muhammadiyah Sulsel, Prof Ambo Asse memberikan sambutan pada Pembukaan Darul Arqam Muhammadiyah Angkatan II Unismuh Makassar, di Balai Sidang Muktamar 47 Unismuh Makassar, Sabtu, 03 Januari 2026. (Foto: Humas Unismuh Makassar) 

 

-----

Senin, 05 Januari 2026

 

Unismuh Makassar Targetkan Darul Arqam Hingga Sembilan Angkatan

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARA). Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) menargetkan pelaksanaan Darul Arqam Muhammadiyah hingga sembilan angkatan sebagai wujud keseriusan membangun kader yang berideologi kuat, berjiwa kepemimpinan, dan berkomitmen pada nilai-nilai kemuhammadiyahan.

Komitmen ini ditegaskan melalui penyelenggaraan Darul Arqam Muhammadiyah Angkatan II yang diikuti 75 peserta dari unsur pimpinan dan struktural kampus.

Darul Arqam Muhammadiyah Angkatan II berlangsung selama tiga malam empat hari, 3–6 Januari 2026, di Kamapus Unismuh, Jalan Sultan Alauddin, Makassar, dan menjadi bagian dari program pengkaderan berkelanjutan di Unismuh Makassar.

Peserta berasal dari kepala subdirektorat, ketua divisi, serta unsur lembaga, badan, dan biro. Kegiatan ini juga menghadirkan instruktur nasional dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Pembukaan kegiatan dilaksanakan di Balai Sidang Unismuh Makassar, Sabtu, 03 Januari 2026, dan dibuka oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan. Acara tersebut dihadiri pimpinan universitas serta Badan Pembina Harian (BPH) Unismuh Makassar.

Wakil Rektor III Unismuh Makassar, Dr. KH Mawardi Pewangi, mengatakan Darul Arqam Muhammadiyah Angkatan II merupakan ikhtiar institusional untuk memperluas pengkaderan hingga menjangkau seluruh sivitas akademika.

“Kami memohon izin agar Unismuh Makassar dapat melaksanakan Darul Arqam untuk seluruh sivitas akademika, sehingga penguatan ideologi Muhammadiyah dapat merata dan berkesinambungan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, angkatan kedua ini merupakan kelanjutan dari Darul Arqam angkatan pertama yang diikuti unsur rektorat, BPH, dekan, dan pimpinan lembaga. Sementara peserta angkatan kedua berasal dari unsur pimpinan yang belum mengikuti gelombang sebelumnya.

“Unismuh Makassar menargetkan hingga sembilan angkatan sebagai bentuk keseriusan dalam pengkaderan Muhammadiyah,” kata Mawardi.

Ketua BPH Unismuh Makassar, Prof. Gagaring Pagalung, mengatakan, Darul Arqam memiliki makna historis sekaligus ideologis dalam tradisi perkaderan Muhammadiyah. Istilah Darul Arqam, menurutnya, merujuk pada Rumah Arqam pada masa Rasulullah SAW yang menjadi pusat pembinaan dan penguatan umat.

“Spirit Darul Arqam adalah penguatan ideologi, kemandirian, dan keteladanan Rasulullah dalam membangun peradaban,” tuturnya.

Ia menambahkan, Muhammadiyah berkemajuan ditandai oleh pemikiran yang terus berkembang, kehidupan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan, serta mental Muhammadiyah yang kokoh. Karena itu, Darul Arqam menjadi penting untuk menguatkan orientasi nilai para pengambil kebijakan, mulai dari tingkat program studi hingga rektorat.

 

Unismuh Makassar Jadi Model PTMA

 

Wakil Ketua I Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah (MPKSDI PP Muhammadiyah), Dr. Mutohharun Jinan, mengatakan, Darul Arqam merupakan bentuk pembinaan utama bagi warga persyarikatan.

“Pengkaderan adalah kunci untuk menjaga kesinambungan dan kemajuan persyarikatan,” ujarnya.

Ia menyebut Muhammadiyah sebagai organisasi modern yang bertumpu pada sistem. Mutohharun mengutip pandangan antropolog Jepang Prof. Mitsuo Nakamura yang menilai Muhammadiyah berkontribusi besar dalam memperkenalkan dakwah Islam berbasis organisasi di Indonesia.

Menurutnya, Darul Arqam menjadi sarana strategis untuk menyatukan visi dan arah gerak organisasi.

Apresiasi juga disampaikan perwakilan Majelis Pendidikan Tinggi, Penelitian, dan Pengembangan PP Muhammadiyah (Diktilitbang), Nurhadi K. Sutrisno, Ph.D. Ia menilai konsistensi Unismuh Makassar dalam menyelenggarakan Darul Arqam sebagai capaian penting yang sejalan dengan target kinerja PP Muhammadiyah.

“Inisiatif Unismuh Makassar ini patut diapresiasi dan dapat menjadi contoh bagi PTMA lainnya,” katanya.

Ketua PWM Sulawesi Selatan, Prof Ambo Asse, berharap Darul Arqam Muhammadiyah Angkatan II dapat menjadi model pengkaderan bagi perguruan tinggi Muhammadiyah di Sulawesi Selatan. Ia menekankan pentingnya membangun kader dengan keimanan yang kuat, kompetensi keilmuan, sosial, manajerial, serta kemampuan teknologi.

“Pengkaderan ini adalah ikhtiar strategis untuk memperkuat kualitas keislaman dan kemuhammadiyahan para pimpinan,” ujarnya.

Pada akhir pembukaan, pimpinan universitas menyerahkan daftar nama peserta Darul Arqam Muhammadiyah Angkatan II kepada Master of Training untuk diproses sesuai ketentuan MPKSDI PP Muhammadiyah. (asnawin)

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama