-----
PEDOMAN KARYA
Senin, 23 Februari 2026
Kultum Ramadhan:
Ramadhan di Era Scroll Tanpa Batas
Oleh: Furqan Mawardi
(Muballigh Akar Rumput)
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji
bagi Allah yang masih mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan, bulan penuh
rahmat dan ampunan. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ,
keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Kita hidup di zaman saat ini sangat
berbeda dengan generasi sebelumnya. Jika dulu orang diuji dengan keterbatasan
informasi, hari ini kita diuji dengan kelebihan informasi. Jika dulu orang
menunggu kabar dan berita, hari ini kabar dan berita datang tanpa diminta.
Dan di tangan kita sekarang, ada satu
benda kecil yang bisa menjadi ladang pahala atau justru menjadi ladang dosa
yang dapat menghilangkan keberkahan Ramadhan kita, yaitu handphone
Jamaah sekalian,
Di era scroll tanpa batas ini, satu
gerakan jari bisa membawa kita ke mana saja. Dari satu video ke video lain.
Dari satu berita ke berita berikutnya. Tanpa terasa, satu jam berlalu. Dua jam
berlalu. Bahkan mungkin lebih.
Yang menjadi pertanyaannya adalah berapa
lama waktu kita untuk Al-Qur’an hari ini? Berapa waktu kita berdzikir di hari
hari yang mulia ini? Dan berapa lama waktu kita untuk untuk scroll HP yang
terbuang hari ini?
Allah mengingatkan dalam Al-Qur’an: “Demi
masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian.” (QS. Al-‘Ashr:
1–2)
Ayat ini sangat singkat, tetapi
mengguncang. Allah bersumpah dengan waktu. Artinya waktu itu sangat berharga.
Dan orang yang rugi adalah orang yang menyia-nyiakan waktunya.
Ramadhan adalah bulan yang waktunya lebih
mahal dari bulan-bulan lain. Satu ayat yang dibaca dilipatgandakan pahalanya.
Satu sedekah dilipatgandakan balasannya. Satu doa yang dipanjatkan di waktu
sahur bisa menembus langit. Tetapi apa jadinya jika waktu-waktu emas itu habis
hanya untuk scroll tanpa arah?
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Media sosial bukanlah musuh. Ia bisa
menjadi sarana dakwah, sarana berbagi kebaikan, sarana menyambung silaturahmi.
Tetapi ia juga bisa menjadi lubang yang menyedot waktu dan kekhusyukan.
Sehingga Tanpa kita sadari, hati menjadi
keras karena terlalu banyak melihat hal yang sia-sia. Lisan menjadi mudah
berkomentar tanpa pikir panjang. Fokus ibadah terganggu karena pikiran masih
tertinggal di dunia maya.
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ
النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
“Ada dua nikmat yang banyak manusia
tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)
Ramadhan memberi kita waktu luang yang
berbeda. Jadwal makan berkurang, aktivitas berubah. Seharusnya itu menjadi
peluang memperbanyak ibadah. Tetapi jika tidak hati-hati, waktu itu justru
habis dalam genggaman.
Jamaah sekalian yg dimuliakan Allah,
Cobalah kita renungkan. Selama ramadhan
ini mana yang lebih banyak kita luangkan
waktu bersama? Mushaf atau ponsel? Ketika selesai tarawih, mana yang lebih lama
kita buka? Al-Qur’an atau media sosial?
Ramadhan di era scroll tanpa batas
menuntut kesadaran yang lebih besar. Kita harus lebih selektif. Lebih disiplin.
Lebih mampu mengendalikan diri.
Bukan berarti kita harus meninggalkan
teknologi sepenuhnya. Tetapi kita harus memastikan bahwa teknologi tidak
menguasai hati kita.
Saya mengajak diri saya sendiri dan kita
semua untuk menggunakan ponsel untuk mendengar kajian. Gunakan untuk membaca
tafsir. Gunakan untuk menyebarkan kebaikan. Tetapi jangan biarkan ia mencuri
hari-hari terbaik kita yang seharusnya dipenuhi dengan ibadah yg berkualitas.
Jamaah yang dirahmati Allah,
Ramadhan hanya satu bulan hari. Ia datang
sebentar, lalu pergi. Dan waktu yang sudah berlalu tidak pernah bisa kembali.
Jangan sampai ketika Ramadhan usai, yang kita ingat bukan ayat-ayat yang kita
baca, tetapi konten-konten yang kita tonton.
Mari kita jaga waktu kita. Mari kita
kendalikan scroll kita. Mari kita isi hari-hari Ramadhan dengan hal yang
mendekatkan kita kepada Allah.
Semoga Ramadhan kali ini tidak berlalu
begitu saja di ujung jari kita, tetapi benar-benar meresap ke dalam hati kita.
Ya Allah, berkahi waktu kami di bulan
Ramadhan. Jauhkan kami dari kelalaian. Jadikan setiap detik kami bernilai
ibadah dan setiap aktivitas kami mendekatkan kami kepada-Mu. Aamiin ya Rabbal
‘alamin.***
