![]() |
| Akhirnya, kesabaran Abu Jahal pun habis. Dia mengambil tombak dan menusuk Sumayyah. Sumayyah tercatat dalam sejarah sebagai perempuan muslim pertama yang syahid (syahidah) karena membela Islam. (int) |
-----
PEDOMAN KARYA
Ahad, 19 April 2026
Kisah Nabi Muhammad SAW (34):
Abu Jahal Bunuh Sumayyah,
Abu Bakar Bebaskan Bilal
Penulis: Abdul
Hasan Ali Al-Hasani An-Nadwi
Sabar, demikian sabda
Rasulullah ï·º setiap kali para pengikutnya mengadukan penderitaan mereka. Saat
itu memang tidak ada lagi yang dapat diperbuat selain sabar sampai mati. Sabar
yang demikian membuat para pemeluk Muslim pertama sanggup menanggung derita
siksa di luar batas kemampuan fisik manusia.
Khabbab bin Al Arat pernah
meminta agar Rasulullah ï·º berdo’a kepada
Allah dalam menghadapi penindasan ini. Mendengar ini, Rasulullah duduk dengan
wajah merah padam bersabda,
“Sungguh telah terjadi sebelum
kamu, ada orang yang disisir badannya dengan sisir besi hingga dagingnya
mengelupas dan terlihat tulang-tulangnya. Akan tetapi, ia tetap teguh memegang
keyakinannya. Allah سُبْØَانَÙ‡ُ Ùˆَ تَعَالَÙ‰ akan menyempurnakan urusan ini
sampai seorang penunggang kuda berjalan dari Shan’a ke Hadramaut, dan ia tidak
takut kecuali kepada Allah. Ingatlah, serigala akan tetap ada di tengah-tengah
gembalaan, hanya saja kalian lengah.”
Sumayyah adalah ibu Ammar bin
Yasir. Beserta suami dan anaknya, Sumayyah disiksa karena mengikuti ajaran
Rasulullah. Ia diseret di jalan-jalan Kota Mekah, lalu dilempar ke padang
pasir.
“Pukuli dia! Pukuli dia
sekuat-kuatnya!” perintah Abu Jahal.
Sumayyah pun dipukuli sampai
pingsan. Kejadian ini dilakukan berulang-ulang selama berhari-hari. Namun,
semakin sakit tubuhnya, iman Sumayyah malah semakin tinggi.
“Engkau mengikuti Muhammad
karena tertarik pada ketampanannya!” ejek Abu Jahal.
“Tidak,” geleng Sumayyah, “Aku
mengikuti Rasulullah karena percaya pada apa yang beliau sampaikan. Aku
mengikuti Rasulullah karena beliau mengajarkan ada Tuhan yang lebih patut
disembah daripada berhala-berhala kalian!”
Akhirnya, kesabaran Abu Jahal
pun habis. Dia mengambil tombak dan menusuk Sumayyah. Sumayyah tercatat dalam
sejarah sebagai perempuan muslim pertama yang syahid (syahidah) karena membela
Islam.
Surga untuk
Keluarga Yasir
Ketika Rasulullah ï·º
menyaksikan Yasir, Sumayyah, dan putra Yasir yang bernama Ammar disiksa
habis-habisan, beliau bersabda, “Sabar wahai keluarga Yasir, tempat yang telah
dijanjikan bagi kalian adalah surga.”
Penebusan
Melihat saudara-saudara baru
mereka disiksa demikian kejam, Abu Bakar, Utsman bin Affan, dan semua orang
kaya yang beriman segera bertindak. Abu Bakar mendatangi Umayyah bin Khalaf
yang sedang menyiksa Bilal.
“Bebaskan dia,” pinta Abu
Bakar.
“Tidak!” cibir Umayyah,
“Engkau dan temanmu telah meracuni pikirannya! Justru aku yang minta kamu
menghentikan pengaruh jahatmu terhadap budakku ini!”
Abu Bakar merasa bahwa hati
Umayyah tidak mungkin dibujuk lagi, maka dia segera mengajukan penawaran.
“Kubeli Bilal darimu! Lihat,
ini lima uqiyah emas! Ambil uang itu, dan berikan Bilal kepadaku!” kata Abu
Bakar.
Dengan seringai penuh
kemenangan, Umayyah menyambar uang-uang emas itu.
“Wahai Abu Bakar! Andaikata
engkau menawar satu uqiyah saja, sudah tentu aku menjualnya! Dia sudah tidak
berharga lagi bagiku!” kata Umayyah.
Wajah Abu Bakar memerah, bukan
karena marah, melainkan karena dipenuhi rasa bahagia bisa menolong saudaranya
yang tertindas.
“Jangan hanya lima uqiyah,”
ujar Abu Bakar sepenuh hatinya, “Andaikan engkau menjual seratus uqiyah pun,
aku akan tetap membelinya!”
Kini giliran wajah Umayyah
yang memerah. Terbayang keuntungan yang akan didapatnya seandainya ia menawar
lebih tinggi lagi.
Abu Bakar yang baik hati
kemudian membebaskan Bilal. Tidak berhenti sampai di situ, beliau pun terus
menggunakan hartanya untuk membebaskan lima kaum muslimin lain yang tengah
disiksa. Budak terakhir yang dibebaskan adalah budak milik Umar bin Khattab.
Orang-orang
Quraisy mengejek Abu Bakar
“Alangkah sia-sianya Abu Bakar
itu! Dia membuang-buang uang untuk membebaskan orang!” kata orang-orang
Quraisy.
Namun, semangat Abu Bakar
justru membakar kaum muslimin lain untuk turut berusaha keras membebaskan
saudara-saudara mereka. (bersambung)
.....
