![]() |
| Orang-orang suruhan Umayyah membuka seluruh baju Bilal. Kemudian, budak malang itu ditelentangkan di atas padang pasir yang panasnya begitu menyengat saat matahari berada di atas kepala. (int) |
-----
PEDOMAN KARYA
Senin, 13 April 2026
Kisah Nabi Muhammad SAW (33):
Para Budak Disiksa
Karena Masuk Islam
Penulis: Abu Hasan
Ali An-Nadwi
Beberapa pengikut Rasulullah
yang pertama, berasal dari kalangan miskin dan lemah. Ajaran Islam yang
melarang penindasan membuat banyak budak dengan segera menjadi seorang Muslim.
Namun, jika tuan mereka tahu akan hal ini, para budak itu dipaksa harus memilih:
kembali menyembah berhala atau disiksa habis-habisan.
“Lemparkan dia dan baringkan
tubuhnya di atas pasir!” raung Umayyah bin Khalaf Al Juhmi.
Rupanya, ia sangat murka
mengetahui seorang budaknya, Bilal bin Rabbah, menjadi pengikut Rasulullah.
Lebih murka lagi ia ketika tahu bahwa Bilal, si pemuda hitam itu, lebih memilih
menghadapi siksa dan membangkang kehendaknya daripada harus keluar dari agama
barunya itu.
Orang-orang suruhan Umayyah
membuka seluruh baju Bilal. Kemudian, budak malang itu ditelentangkan di atas
padang pasir yang panasnya begitu menyengat saat matahari berada di atas
kepala.
“Budak jelek, engkau akan
diperlakukan seperti ini hingga engkau mati atau engkau mengingkari Muhammad
dan kembali menyembah Lata dan Uzza!” teriak Umayyah.
Menghadapi ancaman itu, Bilal
hanya berkata, “Ahad! Ahad! (Maha Esa Allah! Maha Esa Allah!)
Suara cambuk memerihkan
telinga ketika Bilal disiksa, “Ahad! Ahad!”
“Letakkan batu besar di atas
dadanya!” raung Umayyah.
Bilal merasa dadanya hampir
remuk dan terasa sesak sekali, sehingga nyaris ia tidak dapat lagi bernapas
atau pun bersuara, tetapi ia tetap melantunkan kalimat juangngya. “Ahad! Ahad!
Ahad!”
Ibu Bilal, Hamamah, juga
disiksa tuannya. Menurut suatu riwayat, ia gugur dalam penyiksaan itu dan wafat
sebagai syuhada. (Dalam riwayat yang lain, Hamamah, dimerdekakan
Rasulullah).
Khalid bin Sa’id
Seperti Bilal, Khalid bin
Sa’id termasuk orang-orang pertama yang beriman. Khalid adalah orang kelima
yang masuk Islam. Ia bermimpi akan jatuh ke jurang api, tapi diselamatkan oleh
seseorang yang ternyata ia adalah Rasulullah SAW.
Siksaan Demi
Siksaan
Setelah melihat Umayyah
menyiksa Bilal sedemikian kejam, para pemilik budak dan pembesar Quraisy yang
lain ikut menyiksa para budak mereka yang ketahuan memeluk agama Islam. Beragam
siksaan sangat kejam ditimpakan kepada para pemeluk Islam pertama itu.
“Hukuman apa yang harus
kutimpakan kepada budak pembangkang ini, Tuan?” Tanya algojo.
Sang Tuan tersenyum sinis,
“Cambuk dia sampai tanganmu tidak mampu lagi!”
Algojo melaksanakan tugasnya
dengan patuh. Suara lecutan cambuk disertai erangan orang terdengar dari detik
ke detik. Setiap lecutan membuat rasa sakit lebih perih dari lecutan
sebelumnya. Sebagian orang yang kuat bertahan hingga pingsan. Sebagian yang lain
gugur karena tidak kuat menahan derita.
Lebih dari itu, ternyata bukan
hanya cambuk yang bicara.
“Buka pakaiannya!” perintah
seorang bangsawan kepada tukang pukulnya.
Beberapa budak Muslim yang
malang itu segera saja menjadi tidak berbaju.
“Pakaikan mereka pakaian besi
yang ketat menempel di kulit!” seringai sang bangsawan.
Para tukang pukul segera
menurut.
“Sekarang, bakar baju besi
yang telah dikenakan itu!” seru bangsawan dengan buas.
Jerit kesakitan budak-budak
Muslim itu amat memilukan karena baju besi yang dibakar itu menghanguskan
seluruh kulit tubuh mereka.
Ummu Ubais dan
Zinnirah
Ummu Ubais dan Zinnirah adalah
dua perempuan Muslim yang disiksa sampai jadi buta. Orang-orang Quraisy
mengejek dengan mengatakan bahwa kebutaan itu disebabkan mereka dikutuk
berhala.
Akan tetapi, dengan izin Allah, keduanya kemudian dapat melihat lagi sehingga orang-orang Muslim dapat membalas ejekan orang-orang kafir. (bersambung)
......
Kisah sebelumnya: Dilempari Batu, Kotoran dan Pasir, Rasulullah Tidak Membalas
