-----
Senin, 13 April 2026
Haedar Nashir Kukuhkan Pimpinan Pusat
Ikatan Pelajar Muhammadiyah
- Kepengurusan Dilengkapi 13 Bidang
- Termasuk Bidang Hubungan Kerjasama Internasional
YOGYAKARTA, (PEDOMAN KARYA).
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Haedar Nashir mengukuhkan pengurus Pimpinan
Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) Periode 2026-2028, di Amphitarium
Lantai 9 Gedung KH Ahmad Dahlan, Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta,
Ahad, 12 April 2026.
Pengukuhan PP IPM dihadiri Ketua PP
Muhammadiyah Muhammad Busyro Muqoddas, Ketua PP Muhammadiyah Irwan Akib, Ketua
PP ‘Aisyiyah Siti Aisyah, dan jajaran pimpinan Organisasi Otonom Muhammadiyah (Ortom)
lainnya.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir
dalam sambutannya menekankan bahwa IPM perlu responsif menghadapi perubahan
lanskap zaman, terutama yang berkaitan dengan kehidupan generasi Z dan generasi
Alpha.
Ia menyebut ekosistem sosial budaya
generasi hari ini telah berubah secara sangat cepat, terutama karena dunia
digital telah membentuk ruang hidup baru bagi anak muda.
“Ekosistem sosial budaya generasi hari ini
sudah sangat berbeda. Dunia mereka adalah dunia digital yang serba cepat,
bahkan melampaui generasi sebelumnya,” ujar Haedar.
Haedar mengingatkan, kemajuan teknologi,
termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence, tidak otomatis
melahirkan kemanusiaan yang lebih kuat.
Dalam kehidupan digital, justru muncul
tantangan seperti perundungan, krisis empati, dan pelunturan nilai. Karena itu,
IPM dinilai perlu menghadirkan kecerdasan yang tidak hanya teknologis, tetapi
juga humanis.
Ia lalu mengaitkan arah gerakan IPM dengan
nilai-nilai fundamental Al Quran, khususnya konsep Nuun wal qalami wa maa
yasthuruun dalam Surat Al Qalam ayat 1, serta perintah Iqra dalam Surat Al Alaq
ayat 1.
Menurut Haedar, keduanya menjadi dasar
bagi lahirnya tradisi keilmuan yang rasional, kreatif, dan tetap bertumpu pada
tauhid.
“Iqra bukan sekadar membaca, tetapi
memahami, mengimajinasikan, dan mengembangkan pengetahuan atas nama Tuhan. Dari
situlah lahir peradaban yang mencerahkan,” katanya.
Haedar juga mengingatkan pentingnya
penguasaan metodologi berpikir melalui pendekatan bayani, burhani, dan irfani.
Menurut dia, kader IPM tidak cukup hanya aktif secara organisatoris, tetapi
juga harus kokoh secara ideologis dan matang secara intelektual.
Ia menegaskan, nilai-nilai Islam dan
Kemuhammadiyahan tidak boleh luntur di tengah perubahan zaman.
IPM Hadir di Tengah Kehidupan Pelajar
Ketua Umum PP IPM Dany Rahmat Muharram
menegaskan, pengukuhan tersebut tidak semata menjadi seremoni organisasi,
melainkan momentum untuk meneguhkan kembali komitmen sejarah dan tanggung jawab
pelajar Muhammadiyah.
Menurut dia, tema: “Arah Baru IPM:
Membumikan Gerakan, Mencerdaskan Semesta” merupakan penegasan bahwa IPM harus
hadir lebih nyata di tengah kehidupan pelajar.
“Di pundak kita tersemat lambang pena,
bukan sekadar simbol, tetapi tanggung jawab intelektual dan moral bagi pelajar
Indonesia,” ujar Dany dalam pidato iftitahnya.
Dany menilai, derasnya arus informasi pada
era kini sering tidak berjalan seiring dengan kedalaman makna. Di saat
teknologi berkembang sangat cepat, empati sosial justru tidak selalu ikut
bertumbuh. Karena itu, ia menegaskan IPM tidak boleh hanya sibuk dalam
rutinitas formal dan administratif yang kaku.
Menurut dia, organisasi pelajar harus
turun langsung ke sekolah, madrasah, dan komunitas, termasuk di wilayah-wilayah
pinggiran yang kerap luput dari perhatian.
“IPM harus turun ke sekolah, madrasah,
hingga komunitas di pelosok desa. Di mana ada persoalan pelajar, di situ IPM
harus hadir memberi solusi,” kata Kader IPM asal Kabupaten Bone, Sulawesi
Selatan.
Ia menambahkan, IPM bukan sekadar nama
organisasi, melainkan gerakan perjuangan pelajar yang menyangkut nasib jutaan
generasi muda Indonesia.
Persoalan itu, menurut dia, mencakup
keterbatasan akses pendidikan, krisis identitas, hingga tekanan mental yang
dialami pelajar di kawasan perkotaan. Karena itu, setiap kebijakan di tingkat
pusat, katanya, harus benar-benar dirasakan hingga ke akar rumput.
Susunan Pengurus PP IPM 2026-2028
Adapun susunan lengkap PP IPM periode
2026-2028 adalah sebagai berikut: Ketua Umum: Dany Rahmat Muharram; Sekretaris
Jenderal: Tsabita Ikrima Al Arify; Bendahara Umum: Rizki Anugrah Robby; Bendahara
1: Sailendra Gusnan; Bendahara 2: Muhammad Indra; Bendahara 3: Aisyah Nur
Rahima; Bendahara 4: Warhamna Ilham; Bendahara 5: Muhammad Nasir.
Bidang Organisasi: Ketua: Yudhistira
Ananta; Sekretaris: Fikki Dermawan; Anggota: Haris Wimardin, Farras Mahdy
Ibadurrahman Nur, Dwi Azhar Ramadhani, Ahmad Afif.
Bidang Perkaderan: Ketua: Muhammad Zulfa
Zaidan Ichsanie; Sekretaris: Riko Adi Viantoro; Anggota: Siti Muzdalifah
Maghfirah Arsal, M. Nizar Syahroni, Suhendra Iswahyudi.
Bidang Kajian Dakwah Islam: Ketua:
Framanahadi; Sekretaris: Haliza Khoirun Nisa; Anggota: Luthfi Alamsyah,
Muhammad Ihsan Barori, Fadrianti.
Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan: Ketua:
Radhi Nugraha; Sekretaris: Qonita Labibah Rahmah; Anggota: Januardi, Alvito
Afriansyah, Hafidz Dinulloh, Muhammad Azlan Syah A.
Bidang Seni Budaya: Ketua: Riestu Fauzan
Akbar; Sekretaris: Rayhan Bachtiar Dwi Bayu B; Anggota: Lucita Ageng Prayoga,
Renaldi Arsyach Panggabean, Fadhlan Muhammad Ahsanul A., Ahmad Al Ghifari
Muslim.
Bidang Pengembangan Prestasi Keolahragaan:
Ketua: Ghufran Al Ghifary Kamiluddin;Sekretaris: Sugandy Tri Putra Giling; Anggota:
Yuda Arya Anggita, Hafiz Ardhiyansah, Mohammad Khadafi Supit, M. Abida.
Bidang Advokasi dan Kebijakan Publik: Ketua:
Muhammad Syahrul Ilyas; Sekretaris: Muh. Yusuf M; Anggota: Amartian Bagus
Pratama, Muhammad Udil Saputra, Sabrina Qurataakyun Syafina, Alfin Aunillah.
Bidang Ekonomi Kreatif: Ketua: Muhammad
Rizki Maulana; Sekretaris: Muhammad Rofiqul Annam; Anggota: Agha Krisannanda
Firdaus, Heri Rismawan, Fefriza Muharamah, Zalsa Iswahyuni.
Bidang Pengarusutamaan Gender: Ketua:
Fajry Annur; Sekretaris: St. Hafizah Marzuqah; Anggota: Almasy Tsalisa Haiba,
Sitti Nur Rohimah, Rifazul Mu'minin, Islami Z., Dian Maulida.
Bidang Hubungan Kerjasama Internasional: Ketua:
Syifa Yustiana; Sekretaris: Andi Muhammad Fatur Rahman; Anggota: Sakinah Fitrah
Rahmah, Annisa Balqis Nurhayati, Arif Yandika Rahman, Ryan Fikry Maulana.
Bidang Lingkungan Hidup: Ketua: Indri
Narulita; Sekretaris: Marchelino Bagaskara; Anggota: Wanda Nur Hamidah,
Khumairah Ramadhan, Abu Dzar.
Bidang Kesehatan: Ketua: Muhammad Ade
Tisna; Sekretaris: Naufal Yumna Pangestu; Anggota: Mohd. Haisyam, Suryana Rizky
Romadhoni, Muhammad Rifqy Haiqal.
Bidang Teknologi Informasi: Ketua: Umul
Fatimah; Sekretaris: Umar Syafiudin; Anggota: Fajar Ananda Rizalen Latiep, Ravi
Al-Fadihilah, Noorlaini Marratain, Miftahul Khaer Syafruddin. (hs)
