Unhas Wisuda 981 Alumni Periode Mei 2026

Universitas Hasanuddin mewisuda sebanyak 981 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan pada Upacara Wisuda Periode Mei 2026, di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis, 07 Mei 2026. (Foto: Humas Unhas)

 

-----

Kamis, 07 Mei 2026

 

Unhas Wisuda 981 Alumni Periode Mei 2026

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Universitas Hasanuddin mewisuda sebanyak 981 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan pada Upacara Wisuda di Baruga A.P. Pettarani, Kampus Unhas Tamalanrea, Makassar, Kamis, 07 Mei 2026.

Ke-981 lulusan tersebut terdiri atas 328 laki-laki (33,44%) dan 653 perempuan (66,56%), dengan jenjang pendidikan program sarjana sebanyak 480 orang, program profesi sebanyak 226 orang, program magister sebanyak 194 orang, program doktor sebanyak 45 orang, serta program spesialis-1 sebanyak 36 orang.

Rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) dan rata-rata lama studi wisudawan, terdiri atas Program Sarjana: IPK 3,68 dengan masa studi 4 tahun 4 bulan. Program Profesi: IPK 3,81 dengan masa studi 1 tahun 1 bulan.

Program Magister: IPK 3,96 dengan masa studi 2 tahun 2 bulan. Program Doktor: IPK 3,96 dengan masa studi 3 tahun 7 bulan, serta Program Spesialis-1: IPK 3,84 dengan masa studi 4 tahun 1 bulan.

IPK dan lama studi lulusan terbaik yaitu Program Sarjana Eksakta: IPK 3,97 masa studi 3 tahun 7 bulan. Non-Eksakta: IPK 3,99 masa studi 3 tahun 7 bulan.

Program Magister: IPK 4,00 masa studi 1 tahun 2 bulan. Program Doktor: IPK 4,00 masa studi 2 tahun 3 bulan. Program Profesi Dokter: IPK 3,87 masa studi 2 tahun 1 bulan. Program Profesi Apoteker: IPK 3,99 masa studi 1 tahun 0 bulan. Program Spesialis: Sp-1. Spesialis Mikrobiologi Klinik: IPK 4,00 masa studi 3 tahun 2 bulan.

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa dalam sambutannya mengingatkan, di tengah dunia yang bergerak dalam ketidakpastian dan perubahan yang berlangsung sangat cepat, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi terhadap dinamika global.

Tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, katanya, jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Ancaman tidak lagi hanya datang dari faktor alamiah, tetapi juga dari sistem yang dibangun manusia sendiri, mulai dari krisis iklim, kerentanan pangan, fluktuasi ekonomi global, hingga disrupsi teknologi yang berkembang secara eksponensial.

Menurutnya, kemampuan paling penting di era saat ini adalah kesediaan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri terhadap perubahan. Prof JJ menekankan bahwa kompetensi akademik yang dimiliki saat ini tidak akan cukup apabila tidak disertai kemampuan untuk memperbarui pengetahuan dan cara berpikir.

Seiring dengan perkembangan dunia modern, Prof JJ menjelaskan berbagai risiko baru yang membutuhkan generasi adaptif, kreatif, dan terbuka terhadap perubahan. Dalam konteks tersebut, lulusan Unhas dituntut untuk tidak terjebak pada zona nyaman kompetensi yang dimiliki.

“Keterampilan paling berharga hari ini adalah kemampuan untuk terus membongkar pengetahuan lama dan mempelajari hal baru. Learn, unlearn, and relearn menjadi kemampuan yang harus dimiliki setiap lulusan Unhas agar tetap relevan di tengah perubahan global,” jelas Prof JJ.

Mandat perguruan tinggi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa kini harus dimaknai secara lebih luas. Pendidikan tinggi, menurut Prof JJ, tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul di ruang kelas, tetapi juga harus mampu melahirkan solusi nyata bagi berbagai persoalan masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Unhas terus memperkuat inovasi dan hilirisasi riset agar hasil pengembangan ilmu pengetahuan dapat memberi dampak langsung bagi pembangunan nasional. 

Berbagai inovasi telah dikembangkan Unhas, mulai dari pengembangan benih jagung unggulan, varietas Ayam Alope, hingga pengelolaan peternakan modern closed house yang menjadi bagian dari penguatan sektor agrokompleks universitas.

“Perguruan tinggi harus menjadi bagian dari solusi bangsa. Inovasi yang lahir dari kampus harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberi dampak nyata bagi kehidupan,” tambah Prof JJ.

Pada akhir pidatonya, Prof JJ mengingatkan bahwa gelar akademik dan ijazah bukan tujuan akhir, melainkan instrumen untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna.

Dirinya mengajak para lulusan untuk terus menjaga integritas, memiliki keberanian mengevaluasi diri, serta tidak berhenti belajar di tengah dunia kerja yang semakin kompetitif dan dinamis. (kia)


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama