![]() |
| Dosen STIM Lasharan Jaya Makassar, Assoc. Prof. Muhammad Amsal Sahban SE MM PhD, berhasil lolos 200 Asesor BAN-PT Tahun 2026. |
-----
Rabu, 10 Juni 2026
Dosen STIM Lasharan Jaya Makassar Amsal
Sahban Masuk 200 Asesor BAN-PT
MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA).
Kabar membanggakan datang dari Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Lasharan
Jaya Makassar. Salah satu dosennya, Assoc. Prof. Muhammad Amsal Sahban SE MM PhD,
berhasil lolos 200 Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Tahun 2026.
Amsal dan para asesor BAN-PT kemudian mengikuti
kegiatan Sosialisasi serta Penugasan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi
(IAPT) 4.1 pada SAPTO 2.0 yang digelar secara daring, Selasa, 9 Juni 2026.
“Alhamdulillah, saya masuk 200 asesor
BAN-PT tahun ini,” kata Amsal kepada wartawan, di Makassar, Rabu, 10 Juni 2026.
Muhammad Amsal Sahban tercatat sebagai
peserta nomor urut 15 dalam daftar asesor yang diundang mengikuti Sosialisasi
serta Penugasan Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.1 pada SAPTO 2.0.
Ia menjadi salah satu akademisi yang
dipersiapkan BAN-PT untuk mendukung pelaksanaan akreditasi perguruan tinggi
secara nasional.
Kegiatan sosialisasi dipimpin langsung
oleh Direktur Dewan Eksekutif BAN-PT, Prof Ari Purbayanto, serta dihadiri
jajaran Dewan Eksekutif BAN-PT, yakni Tjokorde Walmiki Samadhi PhD, Prof Agus
Setyo Muntohar, Prof Johni Najwan, dan Dr Slamet Wahyudi.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta
mendapatkan pembekalan mengenai sistem akreditasi nasional, sasaran mutu
akreditasi, implementasi Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 4.1,
serta Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 5.1 yang menjadi acuan terbaru
dalam penjaminan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.
“Selain pemaparan materi, kami para asesor
juga memperoleh pendampingan teknis penggunaan Sistem Akreditasi Perguruan
Tinggi Online (SAPTO) 2.0. Pada sesi penutupan, seluruh peserta yang hadir
diberikan akses akun asesor untuk mendukung pelaksanaan tugas asesmen secara
digital.
Menurut Amsal, kesempatan menjadi asesor
BAN-PT merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar dalam menjaga mutu
pendidikan tinggi Indonesia.
“Menjadi asesor BAN-PT bukan hanya sebuah
kehormatan, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan proses akreditasi
berjalan objektif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu
perguruan tinggi secara berkelanjutan,” ujar Amsal.
Pencapaian ini menjadi semakin istimewa
karena proses seleksi asesor BAN-PT berlangsung cukup ketat. Dari sekitar 600
calon asesor yang mengikuti tahapan seleksi, jumlah tersebut kemudian disaring
menjadi lebih dari 400 peserta, hingga akhirnya hanya sekitar 200 orang yang
dinyatakan lolos dan dipersiapkan menerima penugasan resmi dari Dewan Eksekutif
BAN-PT.
Keberhasilan Muhammad Amsal Sahban
menembus jajaran asesor BAN-PT menjadi kebanggaan tersendiri bagi STIM Lasharan
Jaya Makassar.
Keterlibatannya dalam sistem akreditasi
nasional diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi penguatan budaya
mutu, peningkatan kualitas tata kelola perguruan tinggi, serta pengembangan
pendidikan tinggi Indonesia yang lebih unggul dan berdaya saing.
“Saat ini, kami para asesor yang telah
dinyatakan lolos tengah menunggu penugasan resmi dari Dewan Eksekutif BAN-PT
untuk melaksanakan asesmen kecukupan dan berbagai tahapan akreditasi perguruan
tinggi di seluruh Indonesia,” kata Amsal. (asnawin)
