-------
Jumat, 31 Juli 2026
KAMPUS
Tujuh Tim
Mahasiswa Unismuh Makassar Terima Pendanaan PKM
MAKASSAR, (PEDOMAN
KARYA).
Tujuh tim mahasiswa Universitas Muhamadiyah (Unismuh) Makassar menerima
penciran dana Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun Anggaran 2026.
Ke-7 tim yang melibatkan 31
mahasiswa tersebut terdiri atas enam tim mahasiswa yang lolos skema pendanaan
nasional, serta satu tim yang memperoleh insentif PKM 2026.
Penerimaan dana PKM tersebut
diterima oleh Rektor Unismuh Makassar, Dr Abdul Rakhim Nanda, sekaligus
menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pencairan Program Kreativitas Mahasiswa
(PKM) Tahun Anggaran 2026 di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI)
Wilayah IX, Makassar, Kamis, 30 Juli 2026.
Tim PKM Unismuh Makassar mengangkat
gagasan yang berkaitan dengan kesehatan, teknologi inklusif, energi terbarukan,
ketahanan pangan, lingkungan, keagamaan, hingga terapi bagi anak berkebutuhan
khusus.
Enam tim yang memperoleh pendanaan
tersebar pada lima bidang, yakni pertama bidang “PKM Kewirausahaan”, kedua
bidang “PKM Karsa Cipta”, ketiga bidang “PKM Penerapan Iptek”, keempat bidang “PKM
Pengabdian kepada Masyarakat”, serta dua tim “PKM Riset Eksakta”, sedangkan satu
tim lainnya memperoleh insentif melalui skema “PKM Gagasan Futuristik Tertulis.”
Pada bidang PKM Kewirausahaan, tim
yang terdiri atas lima mahasiswa mengusung judul: “Ezzensa-Soap: Pemanfaatan
Ekstrak Serai dan Ampas Kopi sebagai Sabun Aromaterapi Relaksatif Anti-Stres.”
Tim tersebut diketuai Satriani S.
Dua tim yang lolos pada bidang PKM
Riset Eksakta masing-masing diketuai Muhammad Risman dan Ainun Masyurah.
Tim Muhammad Risman yang
beranggotakan tiga mahasiswa mengangkat judul “Inovasi Bio-Binder Berbasis
Limbah Cangkang Sawit pada Mortar Prefabrikasi: Eksplorasi Durabilitas dan
Konduktivitas Termal di Lingkungan Agresif Pesisir Pantai.”
Tim Ainun Masyurah yang terdiri
atas empat mahasiswa mengembangkan penelitian berjudul: “Pengembangan Suspensi
Mikropartikel Ekstrak Eceng Gondok Tersalut Pektin dengan Pelepasan Terarah di
Kolon untuk Inhibisi Shigella sp. dalam Terapi Diare.”
Pada bidang PKM Pengabdian kepada
Masyarakat, tim Ramdhani Saputra yang beranggotakan empat mahasiswa mengangkat
program: “Peningkatan Akurasi Arah Kiblat Masjid dan Makam di Dusun Buludoang
Menggunakan Tongkat Istiwa’aini Berbasis Iptek untuk Mendukung SDGs 2030.”
Tim PKM Penerapan Iptek diketuai
Respiani dengan jumlah anggota sebanyak lima mahasiswa. Tim tersebut mengusung
program: “Optimalisasi Jaringan Irigasi Air Tanah Berbasis Pompa Energi Surya
untuk Mendukung Ketahanan Pangan pada Kelompok Tani Siporennue.”
Adapun pada bidang PKM Karsa Cipta,
tim Andi Syafiqah Ramadhani Nasrum yang terdiri atas lima mahasiswa
mengembangkan: “Rancang Bangun Aplikasi Penerjemah Bahasa Isyarat Dua Arah bagi
Tunarungu Berbasis Perangkat Bergerak dengan Pelacakan Gerakan dan Teks ke
Suara.”
Satu tim penerima insentif PKM
Gagasan Futuristik Tertulis diketuai Safuan Bin Bihan dan beranggotakan lima
mahasiswa. Gagasan yang diajukan berjudul: “Metaterapi: Inovasi Metaverse
sebagai Ruang Imersif untuk Transformasi Terapi Mandiri Anak Berkebutuhan
Khusus.”
Ketua Divisi Pengembangan
Kreativitas dan Prestasi Mahasiswa Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan
Alumni (LPKA) Unismuh Makassar, Dr Dian Pramana Putra, mengatakan capaian
tersebut menunjukkan semakin kuatnya iklim kreativitas mahasiswa di lingkungan
Unismuh Makassar.
“Capaian ini menggembirakan karena
mahasiswa Unismuh tidak hanya hadir pada skema pendanaan, tetapi juga pada
skema insentif. Artinya, gagasan mahasiswa berkembang dalam dua ruang
sekaligus, yakni pelaksanaan program berbasis proposal dan penguatan gagasan
futuristik,” ujar Dian.
Ketua LPKA Unismuh Makassar, Dr
Nenny, menegaskan bahwa seluruh tim akan mendapatkan pendampingan sesuai dengan
karakter dan kebutuhan setiap skema. Pendampingan mencakup pelaksanaan program,
pengisian log book, penyusunan laporan, pencapaian luaran, hingga persiapan
menghadapi penilaian kemajuan.
“LPKA akan memastikan seluruh tim
mendapatkan pendampingan yang memadai. Bagi tim pendanaan, fokusnya adalah
pelaksanaan program dan luaran. Bagi tim insentif, kami tetap memberi perhatian
agar capaian ini menjadi motivasi untuk terus mengembangkan gagasan dan
prestasi berikutnya,” kata Nenny.
Wakil Rektor III Unismuh Makassar,
Dr Mawardi Pewangi, sebelumnya menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa, dosen
pendamping, program studi, fakultas, serta LPKA yang terlibat dalam proses
penyusunan dan pendampingan proposal.
“Capaian tujuh tim ini adalah hasil
kerja kolektif. Semoga menjadi pemantik bagi mahasiswa lain untuk terus menulis
proposal, meneliti, berinovasi, dan menghadirkan karya yang bermanfaat bagi
masyarakat,” ujar Mawardi.
Setelah penandatanganan perjanjian
pencairan tersebut, tim-tim penerima pendanaan akan memasuki tahap pelaksanaan
program. Unismuh Makassar melalui LPKA akan mengawal setiap kegiatan agar
berjalan sesuai proposal, ketentuan program, jadwal pelaksanaan, serta target
luaran yang telah ditetapkan. (asnawin)
