FKG Unhas – Hokkaido University Jepang Adakan Simposium Bahas Penyakit Periodontal

Fakultas Kedokteran Gigi Unhas dan Hokkaido University, Jepang, mengadakan Simposium melalui Virtual Symposium Series: Periodontology secara daring, Kamis, 30 Juli 2026.  

 

-----

Ahad, 02 Agustus 2026

 

FKG Unhas – Hokkaido University Jepang Adakan Simposium Bahas Penyakit Periodontal

 

MAKASSAR, (PEDOMAN KARYA). Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Hokkaido University, Jepang, mengadakan Simposium melalui Virtual Symposium Series: Periodontology secara daring, Kamis, 30 Juli 2026.

Simposium diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas alumni FKG Unhas, dokter gigi umum, residen Program Studi Spesialis Periodonsia, serta residen dari program spesialis lainnya.

Pada seri bertajuk “Periodontology and Periodontics: Basics and Beyond”, Prof. Naoki Takahashi, DDS., Ph.D., dari Department of Periodontology, Graduate School of Dental Medicine, Hokkaido University, Japan, menguraikan perkembangan ilmu periodontologi dari prinsip-prinsip dasar hingga arah inovasi yang memengaruhi praktik kedokteran gigi masa depan.

Periodontologi merupakan cabang ilmu kedokteran gigi yang mempelajari jaringan penyangga gigi, meliputi gingiva atau gusi, ligamen periodontal, sementum, dan tulang alveolar.

Jaringan-jaringan ini berperan menjaga gigi tetap kokoh pada posisinya. Gangguan pada jaringan tersebut dapat menyebabkan peradangan, kerusakan tulang penyangga, hingga kehilangan gigi apabila tidak ditangani secara tepat.

Dalam pemaparannya, Prof. Naoki Takahashi menjelaskan bahwa pemahaman terhadap dasar-dasar periodontologi merupakan aspek mendasar dalam pencegahan, diagnosis, dan penatalaksanaan penyakit periodontal.

“Periodontology and Periodontics: Basics and Beyond” menempatkan penguasaan konsep fundamental sebagai pijakan untuk memahami kemajuan terapi periodontal berbasis ilmu pengetahuan.

Kemajuan riset dan teknologi turut memperluas ruang lingkup periodontik. Selain fokus pada pengobatan penyakit gusi, bidang ini juga mengembangkan pendekatan preventif, regeneratif, dan rehabilitatif.

Pemanfaatan teknik diagnosis yang semakin presisi, biomaterial, serta evidence-based dentistry membuka peluang untuk meningkatkan keberhasilan perawatan sekaligus menyesuaikan terapi dengan kebutuhan pasien.

Simposium ini juga menyoroti hubungan kesehatan periodontal dengan penyakit sistemik, termasuk diabetes melitus dan penyakit kardiovaskular. Hubungan tersebut memperlihatkan bahwa kesehatan rongga mulut perlu dipandang sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan umum. Karena itu, peningkatan kapasitas dokter gigi di bidang periodonsia menjadi penting untuk mendukung layanan kesehatan yang komprehensif dan berorientasi pada pasien.

Dekan FKG Unhas, Erni Marlina, drg., Ph.D., Sp.PM.Subsp.Inf.Im., secara resmi membuka kegiatan simposium. Kolaborasi akademik bersama Hokkaido University merupakan ruang pertukaran pengetahuan bagi sivitas akademika dan praktisi, khususnya dalam mengikuti perkembangan riset serta penerapannya pada pelayanan kesehatan gigi dan mulut.

Kegiatan ini juga mendukung beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu: SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), melalui penguatan pemahaman tentang pencegahan dan penatalaksanaan penyakit periodontal serta kaitannya dengan kesehatan sistemik.

Isu ini juga mencerminkan implementasi SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), melalui pengembangan kompetensi dokter gigi, residen, alumni, dan peserta akademik berbasis perkembangan ilmu mutakhir. Kolaborasi internasional antara FKG Unhas dan Hokkaido University secara konkret mengimplementasikan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). (kia)

 

 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama