Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

Sosok

» » » » » Judul Berita


Pedoman Karya 2:12 PM 0


Sepintas lalu, tidak ada masalah dengan judul ini, karena pembaca umumnya akan paham apa yang dimaksud, bahwa seorang anggota polisi mendapati isterinya tidur dengan pria lain, dan polisi itu kemudian menembak isterinya dan selingkuhan sang isteri.




-------

PEDOMAN KARYA
Sabtu, 16 Mei 2020


BAHASA


Judul Berita



Memilih diksi dan kalimat untuk dijadikan judul berita, bukanlah pekerjaan sulit bagi wartawan (reporter maupun redaktur), karena memang sudah menjadi pekerjaan rutin. Istilahnya sudah makanan hari-hari.

Sayangnya, reporter maupun redaktur kadang-kadang meremehkan judul yang telah dipilih, seolah-olah judul yang dipilih itulah judul terbaik untuk berita yang dibuat (oleh reporter) atau diedit (oleh redaktur).

Reporter juga kadang-kadang salah ketik ketika menulis berita, misalnya hilang satu huruf atau lebih satu huruf.

Akibatnya, judul yang mereka buat itu kadang-kadang membingungkan atau menjadi bahan lelucon bagi pembaca.

Judul salah satu media daring ini misalnya, “Berhubungan Intim Dengan Pria Lain,Polisi Tembak Istri dan Selingkuhanya.”

Sepintas lalu, tidak ada masalah dengan judul ini, karena pembaca umumnya akan paham apa yang dimaksud, bahwa seorang anggota polisi mendapati isterinya tidur dengan pria lain, dan polisi itu kemudian menembak isterinya dan selingkuhan sang isteri.

Namun dari segi tata bahasa, judul berita ini sesungguhnya membingungkan.
Coba perhatikan, judul ini diawali dengan kalimat, “Berhubungan Intim dengan Pria Lain, ....". Secara tata bahasa, nama atau status seseorang yang ditulis setelah koma, maka dialah yang berhubungan intim dengan pria lain.

Tapi ternyata tidak. Status orang yang ditulis sesudah koma ternyata polisi, padahal yang dimaksudkan adalah isteri dari polisi itu. Jadi bukan polisinya yang tidur dengan pria lain, melainkan isteri dari polisi itu.

Huruf D pada kata “Dengan” dalam judul berita ini, juga seharusnya ditulis dengan huruf kecil, bukan huruf kapital, karena “dengan” adalah kata sambung atau kata sandang.

Kata terakhir dalam judul ini juga tidak ditulis dengan benar, tertulis “Selingkuhanya”, padahal seharusnya “Selingkuhannya.”

Antara koma dengan kata Polisi dalam judul ini juga seharusnya di antarai oleh satu spasi. Jadi seharusnya, “......, Polisi ....”

Mohon maaf, ini hanya curhat seorang pembaca, jangan marah ya, he..he..he...

Jumat malam, 15 Mei 2020
Asnawin Aminuddin

---------
Artikel terkait:

Hilang Satu Huruf 

Jenazah Mendarat 

Kepincuk atau Kepincut 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply