Select Menu

Favourite

Liputan Utama

Aneka Berita

» » » » » Bangga dengan Ijazah dan Gelar, tapi Diperoleh Secara Instan


Pedoman Karya 6:21 PM 0

“Ada juga pejabat yang mendapat gelar doktor honoris causa dari perguruan tinggi di luar negeri, padahal tidak jelas apa prestasinya dan dia tidak bisa juga bercakap dalam Bahasa Inggris,” papar Daeng Nappa’.


 




-----

PEDOMAN KARYA

Selasa, 08 November 2022

 

Obrolan Daeng Tompo’ dan Daeng Nappa’:

 

 

Bangga dengan Ijazah dan Gelar, tapi Diperoleh Secara Instan

 

 

“Ternyata ada tong orang yang bangga dengan ijazah dan gelar akademik,” kata Daeng Nappa’ kepada Daeng Tompo’ saat ngopi pagi di warkop terminal.

“Saya juga bangga. Kan tidak mudah mendapatkan ijazah dan gelar akademik, apalagi kalau kita berhasil mendapat ijazah dan gelar doktor,” kata Daeng Tompo’.

“Di situmi masalahnya,” kata Daeng Nappa’.

“Maksudnya?” tanya Daeng Tompo’ heran.

“Masalahnya, mereka bangga dengan ijazah dan gelar akademik, tapi diperoleh secara instan,” ujar Daeng Nappa’.

“Maksudnya, dia memperoleh ijazah dan gelar akademik tanpa melalui proses perkuliahan?” tanya Daeng Tompo’.

“Betul. Ada yang hanya namanya yang kuliah, namanya terdaftar sebagai mahasiswa pascasarjana, tapi tidak kuliah, hanya datang ke kampus kalau ujian, sekadar memenuhi syarat administrasi dan kemudian diwisuda sebagai magister,” tutur Daeng Nappa’.

“Oh begitu,” ujar Daeng Tompo’.

“Ada juga pejabat yang mendapat gelar doktor honoris causa dari perguruan tinggi di luar negeri, padahal tidak jelas apa prestasinya dan dia tidak bisa juga bercakap dalam Bahasa Inggris,” papar Daeng Nappa’.

“Oh begitu,” kata Daeng Tompo’.

“Kalau prestasinya jelas, pemikiran dan ide-idenya jelas, dan disenangi oleh masyarakat, bolehlah dapat gelar doktor honoris causa, tapi kalau tidak adaji apa-apanya, sebenarnya bikin maluji terima gelar doktor HC,” kata Daeng Nappa’.

“Yah, begitulah. Sekarang ini memang banyak pejabat publik yang senang bikin pencitraan, tapi sesungguhnya itu pencitraan palsu,” timpal Daeng Tompo’.

“Betul, pencitraan palsu. Itu kata kuncinya,” kata Daeng Nappa'.

“Mana kunci motor ta’ padeng, ayo’mi kita pergi,” kata Daeng Tompo’ sambil tersenyum. (asnawin)

 

Selasa, 08 November 2022

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments

Leave a Reply